Supplier Digital Positioners – Logix 420, Jakarta

Supplier Digital Positioners – Logix 420, Jakarta menggunakan teknologi piezoelectric canggih (state-of-the-art piezo technology) untuk memberikan kinerja yang unggul serta tingkat keandalan yang tinggi dalam aplikasi kontrol katup.

Seri Logix™ 420 dapat dikonfigurasi dengan mudah melalui beberapa metode, yaitu menggunakan LCD opsional dan tombol lokal, HART handheld communicator, serta perangkat lunak ValveSight™ DTM. Fleksibilitas konfigurasi ini memungkinkan proses instalasi, pengaturan, dan commissioning dilakukan dengan lebih cepat dan efisien.

Dengan kombinasi teknologi modern dan kemudahan pengoperasian, Logix™ 420 Series menjadi solusi ideal untuk aplikasi industri yang membutuhkan kontrol posisi katup yang presisi, stabil, dan andal.

Fitur Utama Positioner

  • LED status lokal untuk menampilkan kondisi operasi secara real-time.
  • DIP switch lokal dan tombol kalibrasi untuk pengaturan yang mudah langsung di perangkat.
  • Auto tuning dengan pemilihan gain dinamis untuk kinerja kontrol yang optimal sesuai kondisi sistem.
  • Mendukung protokol komunikasi HART 6 dan HART 7.
  • Kalibrasi sederhana melalui antarmuka lokal tanpa alat tambahan yang kompleks.
  • Tersedia opsi layar LCD (optional LCD display) untuk tampilan informasi yang lebih lengkap.
  • Kemampuan handling udara (air handling) yang lebih tinggi untuk mendukung aplikasi dengan kebutuhan aliran udara besar.

Klasifikasi Area Berbahaya (Hazardous Area Ratings)

 

  • Explosion Proof Enclosure
    Kelas I Divisi 1, Grup B–D, Ex d IIB+H2
    Peralatan dengan pelindung tahan ledakan yang dirancang untuk menahan dan mengisolasi ledakan internal agar tidak menyebar ke lingkungan sekitarnya.
  • Intrinsically Safe
    Kelas I Divisi 1, Grup A–D, Ex ia IIC, AEx ia IIC
    Sistem yang dirancang agar energi listrik yang digunakan sangat rendah, sehingga tidak mampu memicu percikan atau ledakan di area berbahaya.
  • Non-Incendive
    Kelas I Divisi 2, Grup A–D, Ex nA IIC
    Peralatan yang dirancang agar tidak dapat menyebabkan penyalaan dalam kondisi operasi normal di area dengan potensi bahaya lebih rendah.