Tali Tross dan Tali Spring Untuk Penambat Kapal

Tali Tross

Tali yang digunakan untuk menambatkan kapal, terutama kapal besar, bukanlah tali sembarangan. Tali tersebut punya kekuatan yang tinggi karena harus sanggup menahan kapal besar agar tidak bergerak. Karena itu dibutuhkan beberapa rangkaian tali tambang seperti tali tross dan tali spring. Tali apakah itu? 

Kedua jenis tali ini merupakan istilah yang dipakai dalam sistem penambatan kapal atau bahasa kerennya mooring system kapal ke dermaga di suatu pelabuhan. Menambatkan kapal bisa dibilang merupakan pekerjaan yang cukup sulit sebab terlebih dahulu perlu mempertimbangkan kondisi sekitar kapal seperti arus atau gelombang laut dan arah angin.

Metode Penambatan Kapal

Secara garis besar ada beberapa metode menambatkan kapal. Namun demikian kesemuanya itu memliki persamaan dalam posisi tali yaitu terdapat tali yang menahan di bagian ujung depan kapal, ujung bagian belakang, dan di bagian tengah. Untuk menambah daya cengkram kapal ke dermaga sering ditambahkan tali ekstra di bagian tengah kapal. Kadang di bagian tengah juga diberi tali tambat tambahan.

Tali tross dan tali spring yang digunakan untuk menambatkan kapal, harus sesuai dengan standar pabrikasi yang berstandar internasional. Jika tidak, tentu akan sangat riskan dan membahayakan keselamatan kapal dan para penumpang atau awak kapal.  Spesifikasi standar yang umum untuk kedua tali ini yaitu:

  • Harus kuat atau memliki nilai breaking-load yang tinggi,
  • Talinya lentur agar mudah memudahkan penambatan
  • Tahan air
  • Mampu terapung.

Pada umumnya, tali yang digunakan untuk mooring system ini adalah tali tambang seperti tali manila atau tali tambang dari bahan serat sintetis, seperti tali PP (monofilament dan multifilament), tali PE atau tali nylon.

Tentunya tidak ada aturan baku tentang cara menambatkan kapal karena banyak faktor yang mempengaruhi mooring system. Beberapa kapal juga bisa menggunakan rantai, namun lebih banyak yang menggunakan tali tambang karena punya banyak kelebihan untuk menambatkan kapal.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor alat kapal seperti tali tambang, (tali manila, tali nilon, tali PE dan tali PP) wire rope sling, webbing sling, chain sling, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. 

Kami juga merupakan distributor alat rigging, alat safety kapal, alat lifting, dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp atau (021) 690 530 atau email ke info@velascoindonesia.com

Wire Rope Sling Alat Lifting Serbaguna

Wire Rope Sling

Ketika mengangkut barang yang sangat berat seperti mobil atau bahkan kontainer besar, dibutuhkan beragam alat lifting yang mumpuni. Salah satunya adalah wire rope sling. Yuk kita kenalan lebih jauh dengan alat lifting yang satu ini.

Apa Itu Wire Rope Sling

Wire rope sling adalah sebuah wire rope alias tali baja yang pada bagian ujungnya terdapat seling alias pengait. Tali baja itu sendiri adalah serangkaian kawat baja yang dipilin membentuk strand dan dipilin lagi menjadi rangkaian tali baja yang sangat kuat.

Seling tali baja dibuat dengan menekuk bagian ujungnya membentuk mata, kemudian dikunci menggunakan wire rope clip supaya bentuk seling dapat bertahan. Seling inilah yang kemudian menjadi sarana untuk dikaitkan ke alat lain seperti masterlink, hook, yang kemudian terhubung dengan mesin pengangkut seperti chain block atau crane.

Wire rope seling sangat bisa diandalkan untuk mengangkut barang-barang berat. Material baja juga membuat seling yang satu ini punya daya tahan terhadap benturan yang cukup tinggi. Namun kekurangannya adalah sulitnya melakukan inspeksi apabila ada bagian kecil kawat baja yang rusak. Kalau sudah rusak, akan sulit untuk memperbaikinya.

Selain wire rope sling, ada juga beberapa seling lain yang bisa jadi pilihan seperti chain sling dan webbing sling. Masing-masing sling punya kelebihan dan kekurangan, jadi penggunaannya harus disesuaikan dengan kebutuhan.

Ada beberapa jenis wire rope berdasarkan variasi materialnya, yaitu stainless steel wire rope, galvanized wire rope dan ungalvanized wire rope. Perbedaan galvanized dan ungalvanized wire rope ada pada finishingnya. Galvanized wire rope melewati proses galvanisasi yaitu proses pemberian lapisan zinc supaya lebih tahan korosi. Sebaliknya, ungalvanized wire rope tidak melewati proses ini.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor alat rigging seperti wire rope sling, webbing sling, chain sling, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. 

Kami juga merupakan distributor alat kapal, alat safety kapal, alat lifting, tali mooring, tali tambang, dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp atau (021) 690 530 atau email ke info@velascoindonesia.com

Ring Buoy Alat Keselamatan Kapal

Ring Buoy

Teman-teman tentu tahu kan apa itu ring buoy? Alat ini juga populer disebut dengan ban pelampung, ban keselamatan atau life buoy, yaitu salah satu alat keselamatan kapal yang masuk dalam kategori alat pelampung personal. Sebagai alat keselamatan kapal, ban pelampung ini jelas tidak tersedia di kendaraan lain seperti bus atau pesawat ya.

Ring buoy memiliki standar kualitas yang diatur dalam standar keselamatan internasional yaitu SOLAS. Jadi tidak bisa sembarangan ban pelampung. Ini dia syaratnya berdasarkan regulasi SOLAS:

  • Warnanya harus mencolok seperti merah atau oranye dan dilengkapi dengan scot light atau pemantul cahaya. Jadi pastinya ban bekas yang warnanya hitam itu tidak bisa dipakai yaa.
  • Ban pelampung ini harus tahan atau tidak rusak jika terkena minyak. Selain itu juga tidak mudah terbakar, setidaknya harus bisa menahan api selama 2 detik. Alat keselamatan memang harus tangguh!
  • Alat ini dilengkapi dengan lampu kecil yang dapat menyala otomatis, atau ring buoy light. Lebih ideal lagi dilengkapi dengan man overboard, alat piroteknik yang bisa mengeluarkan sinyal asap dan lampu.
  • Berat life buoy distandarisasi tidak lebih dari 2,5 kg
  • Alat ini memiliki diameter dalam 40 cm dan diameter luar 80 cm
  • Bahan material alat ini harus berasal dari bahan yang dapat mengapung seperti styrofoam.
  • Alat ini dirancang dapat bertahan mengapung selama 24 jam di air tawar saat diberi beban seberat 14,5 kg.
  • Alat ini dilengkai dengan seutas tali kapal yang berfungsi sebagai pegangan dengan lebar 0,95 cm dan panjang tali 4 m.
  • Alat ini dirancang untuk tidak rusak saat dilemparkan dari ketinggian minimal 30 meter.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor alat keselamatan kapal. Kami jual alat piroteknik seperti man over board, smoke signal, parachute signal. Velasco Indonesia juga melayani pembelian ring buoy, rescue boat, life jacket atau jaket pelampung, life jacket light, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta.

Kami juga menjual alat rigging, alat lifting, tali mooring, tali tambang dan wire rope dengan pelayanan terbaik. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp atau (021) 690 530 atau email ke info@velascoindonesia.com

Tali Tambang untuk Berbagai Industri

Tali Tambang

Hampir seluruh industri membutuhkan tali. Kalaupun dalam produksinya tidak menggunakan tali, tapi setidaknya tali dibutuhkan saat packing yaitu untuk mengikat barang. Tali yang banyak digunakan dalam industri adalah tali tambang.

 

Tali Tambang untuk Berbagai Industri

Tali yang satu ini memang bisa dibilang merupakan alat serbaguna. Bisa untuk mengangkat barang, mengikat barang, menarik barang, bisa juga sebagai alat keselamatan lho. Beberapa industri yang banyak menggunakan tali ini antara lain adalah industri logistik, pertambangan, migas, perkapalan, konstruksi, perikanan, dan masih banyak lagi.

 

Tali Tambang Apa Aja Sih yang Banyak Digunakan

Tentunya penggunaan tali di setiap industri berbeda-beda. Tali yang digunakan industri konstruksi belum tentu digunakan di industri perikanan. Ini dia beberapa jenis tali tambang yang sering digunakan.

Pertama, tali nilon. Tali ini dibuat dari serat sintetis yang namanya nilon. Talinya lentur tapi kuat, tahan juga terhadap gesekan, nilai breaking load-nya juga tinggi. Makanya tali ini sering jadi jagoan di dunia perkapalan, logistik, transportasi, otomotif, perikanan, konstruksi, dan masih banyak lagi.

Kedua, tali manila. Namanya diambil dari nama ibu kota Filipina. Sengaja demikian karena tali ini dibuat dari serat tanaman abacca, yaitu tanaman sejenis pisang yang tumbuh di Filipina. Permukaan tali ini kasar, serta nilai breaking load-nya cukup tinggi. Jadi tali ini juga banyak digunakan di berbagai industri seperti industri perkapalan.

Ketiga, tali polypropylene. Bingung menyebutnya? Sebut saja dia tali PP. Tali PP ini dibuat dari serat polypropylene itu. Ada 2 jenis tali PP, yaitu tali PP monofilament dan tali PP multifilament. Bedanya ada pada ukuran serat dan proses produksinya.

Terakhir adalah tali polyethylene. Sebut saja tali PE. Tali PE ini lebih lentur dan lebih ringan dari tali nilon, tapi breaking load-nya lebih rendah. Karena itu tali ini biasanya dipakai untuk pekerjaan yang ringan-ringan, misalnya packing, dibuat jala, dan lain-lain.

 

Di Mana Beli Tali Tambang Berkualitas dan Murah?

Pastikan dulu tali tambang seperti apa yang kamu butuhkan. Setelah itu, pilih distributor yang terpercaya, seperti PT Velasco Indonesia Persada. Perusahaan ini sudah berpengalaman menjual segala jenis tali sesuai kebutuhan Anda, tentunya dengan harga bersaing. Oh ya, setelah dibeli, jangan lupa untuk merawat tali tambang supaya awet ya!

 

Silahkan kontak PT Velasco Indonesia Persada, kami jual berbagai jenis tali tambang berkualitas dan murah, seperti tali manila, tali nilon, tali PE dan tali PP. Hubungi (021) 690 530 atau info@velascoindonesia.com. Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Jual Tali Tambang

Tali Tampar atau Tambang merupakan alat yang krusial untuk berbagai industri. Berguna untuk mengikat, mengangkat, serta menarik barang dengan berbagai ukuran. Tali dapat digunakan sebagai alat keselamatan, juga untuk hiasan. Dalam industri yang menyangkut alat berat seperti industri pertambangan, migas, perkapalan, dan sejenisnya, digunakan berbagai jenis tambang tali tampar. PT Velasco Indonesia Persada jual tambang tali tampar sesuai dengan kebutuhan Anda.

Tambang tali tampar yang digunakan di setiap industri memiliki berbagai jenis. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan industri yang menggunakannya. Beberapa jenis tali tambang yang pada umumnya digunakan di industri yaitu Tali Manila, Tali Nylon, Tali PE, dan Tali Polipropylene (PP Monofilament & PP Multifilament).

Tali Manila

  • Dibuat dari serat tanaman abacca yaitu sejenis pisang dari Filipina.
  • Memiliki permukaan yang kasar dan nilai breaking load yang tinggi.
  • Tali ini banyak digunakan di industri perkapalan untuk membuat tangga-tangga kapal.

Tali Nylon

  • Terbuat dari serat nylon.
  • Memiliki sifat lentur tetapi sangat kuat dan tahan terhadap gesekan.
  • Memiliki nilai breaking load yang sangat tinggi. Banyak digunakan di industri-industri berat seperti perkapalan, logistik, otomotif & transportasi, konstruksi, pertambangan, minyak & gas, dan sebagainya.

Tali PE

  • Terbuat dari jenis serat sintetis poliethylene.
  • Tali ini lebih lentur dari tali nylon, namun memiliki nilai breaking load lebih rendah.
  • Memiliki ukuran kecil dan cukup ringan.
  • Biasa digunakan di industri ringan seperti untuk pekerjaan packing, jala-jala, lashing, keperluan olahraga dan sebagainya.

Tali Polipropylene (PP Monofilament & PP Multifilament)

  • Terbuat dari serat polipropylene.
  • Berdasarkan ukuran serat polipropylene yang dihasilkan dan proses produksinya, jenis tali ini dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu tali PP Monofilament dan PP Multifilament.
  • Tali PP Monofilament memiliki serat polipropylene yang lebih besar dibandingkan tali PP Multifilament.
  • Tali PP Monofilament mempunyai permukaan yang lebih kasar jika dipegang. Namun kedua jenis tali ini hampir memiliki nilai breaking load yang setara.

Silahkan kontak kami PT Velasco Indonesia Persada sebagai distributor tali-tampar berkualitas dengan pelayanan terbaik. Hubungi (021) 690 530 atau info@velascoindonesia.com. Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Sejarah Tali Tambang, Udah Tau Belum?

Sejarah Tali Tambang

Seni pembuatan tali adalah salah satu kemahiran rahasia milik serikat pekerja di Abad Pertengahan. Begitu rahasianya hingga sampai saat inipun hanya ada sedikit bukti tertulis tentang seni tersebut. Inilah sejarah pembuatan tali tambang

tentang tali tambang
tentang tali tambang

Teknik pembuatan tali tambang di masa prasejarah tidak pernah tercatat, tetapi beberapa bukti yang ditemukan menunjukkan kalau pembuatan tali telah dilakukan sejak 17.000 SM (Sebelum Masehi). Sejarah pembuatan tali tambang ini dibuat dengan teknik pelintir, atau dikepang. Petunjuk awal dari pembuatan tali tambang berdasarkan fungsinya sendiri datang dari jaman Mesir Kuno, bersamaan dengan bukti hasil karya mereka.

Dikatakan, Orang Mesir kuno membuat tali tambang dengan menggunakan tali berpemberat yang diikatkan pada sebatang tongkat kayu. Tali tambang yang dibuat diputar menggunakan tali berpemberat itu mengelilingi tongkat kayu hingga menghasilkan jalinan kepangan. Tiga jalin kepangan kemudian diputar lagi dengan arah berlawanan. Demikian teknik yang diduga berasal dari prasasti yang ditemukan. Tapi realitanya, teknik tersebut sangat sulit untuk diwujudkan. Sepertinya akan lebih mungkin jika yang dimaksud oleh prasasti tersebut adalah material yang digunakan adalah material statis semacam patok kayu berpemberat, bukan tali berpemberat. Patok kayu ini dipahat untuk menghasilkan tali yang dimaksud, meski tidak dapat menghasikan tali tambang dengan ukuran yang panjang. Teknik ini sangat mirip dengan metode yang dipakai oleh orang Indian di Amerika Selatan sekitar tahun 1000 Masehi.

Di abad pertengahan (sekitar abad 13 sampai abad 14), mulai dari kepulauan Inggris Raya sampai Mediterania, tali tambang dibuat dengan menggunakan metode “Jalur Tali” yang memungkinkan dihasilkannya tali tambang yang berukuran panjang mencapai lebih dari 300 yards. Tali kapal yang pendek tidak berguna untuk kapal berbadan tinggi, yang memang memerlukan tali kapal berukuran panjang, berdiameter sama dan kuat. Tali yang pendek perlu dianyam/disambung supaya bisa menjadi panjang. Bentuk anyaman yang terkuat adalah anyaman/sambungan pendek dimana bagian tali yang disambung akan menjadi dua kali lebih tebal dibanding bagian lain, dan akan menimbulkan masalah di alat rigging seperti jalur pada katrol.

Tali Tambang Berawal dari Memutar Benang

Sejarah aktual dari industri pembuatan tali di masa pertengahan sangat minim. Salah satu bukti paling komprehensif dari sejarah pembuatan tali “ROPE, a history of the Hard Fibre Cordage Industry in The United Kingdom ( TALI, Sejarah Industri Tali Temali Fiber di Kerajaan Inggris) hanya sedikit mengulas tentang pembuatan tali selama periode ini. Di tahun 1393 kita memiliki sedikit gambaran tentang tahap awal pembuatan tali, yaitu “memutar benang” yang diambil dari potret Mandelshes “Buch in Nuremburg” (atau Buch di Nuremburg). Sedikit sekali perbedaan dari apa yang dipraktekkan 500 tahun kemudian dengan periode yang disebutkan (abad pertengahan). Perkembangan awal yang nyata dari pembuatan tali temali ini adalah sebuah penemuan di tahun 1792 yang disebut Cordelier, ditemukan oleh Edmund Cartwright (1743-1823)

Akhirnya, “Benang, simpul, dan tali bisa dibuat dengan mesin saat ini, tetapi pembuat tali dimasa lampau terbiasa membuatnya dengan “Jalur Tali”. Prinsip dari Jalur tali adalah benang yang diregangkan di antara dua kait yang berputar, yang terkadang berjarak sampai 300 yard, dan kedua kait ini memelintir benang bersamaan. Angkatan Laut membutuhkan minimum 120 fathom (720 feet), yaitu minimum yang dibutuhkan untuk melabuhkan jangkar kapal.

Velasco Indonesia menyediakan dan menjual tali tambang, tali PP monofilament, tali PP multifilament, tali nylon dan tali manila. Jangan ragu untk menghubungi kami di info@velascoindonesia.com