Fungsi Wire Rope Alat Rigging

Fungsi Wire Rope

Wire rope atau tali baja merupakan barang yang tidak asing di industri alat berat seperti pelabuhan peti kemas dan konstruksi bangunan. Fungsi wire rope bisa dibilang sangat penting dalam industri ini yaitu sebagai alat rigging. Lalu apakah semua jenis wire rope sama? Yuk simak artikel berikut ini.

Rigging sendiri merupakan suatu istilah untuk aktivitas yang berkaitan dengan memindahkan barang berat. Contohnya yaitu untuk mengangkat, menarik, serta memindahkan alat-alat berat seperti container, mobil, kapal, dll.

Wire rope adalah tali yang terbuat dari serangkaian utas kawat baja. Kumpulan utas kawat baja ini disatukan dengan cara dipilin mengelilingi core hingga membentuk tali baja super kuat. Fungsi wire rope pada umumnya adalah untuk menarik, mengikat dan mengangkat beban yang berat. Untuk beban yang ringan kurang cocok menggunakan wire rope.  

Namun beban yang berat tidak bisa semuanya ditarik dan diangkat menggunakan satu wire rope. Sebab  kemampuan setiap jenis dan ukuran wire rope berbeda-beda. Oleh karena itu harus disesuaikan dengan ketahanan maksimal wire rope terhadap beban yang hendak ditarik atau diangkat.

Fungsi Wire Rope dalam Berbagai Industri

Berikut ini beberapa contoh penggunaan wire rope yang umum digunakan dalam berbagai industri.

  • Untuk mengangkat dan menurunkan gondola
  • Salah satu material penting pada lift atau elevator, untuk menaikkan dan menurunkan lift.
  • Menambatkan (mooring) kapal yang sedang bersandar di dermaga.
  • Untuk menarik trawl atau jala pada industri perikanan.
  • Untuk menarik serta mengulur bor (drilling line) pada industri minyak dan gas.
  • Sebagai salah satu konstruksi jembatan, tower, dll.
  • Untuk menarik, mengangkat dan mengikat kayu pada industri logging.
  • Mengangkat kontainer, atau barang berat lainnya.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor alat rigging seperti wire rope sling, webbing sling, chain sling, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. 

Kami juga merupakan distributor alat kapal, alat safety kapal, alat lifting, tali mooring, tali tambang, dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp atau (021) 690 530 atau email ke info@velascoindonesia.com

Wire Rope Sling Alat Lifting Serbaguna

Wire Rope Sling

Ketika mengangkut barang yang sangat berat seperti mobil atau bahkan kontainer besar, dibutuhkan beragam alat lifting yang mumpuni. Salah satunya adalah wire rope sling. Yuk kita kenalan lebih jauh dengan alat lifting yang satu ini.

Apa Itu Wire Rope Sling

Wire rope sling adalah sebuah wire rope alias tali baja yang pada bagian ujungnya terdapat seling alias pengait. Tali baja itu sendiri adalah serangkaian kawat baja yang dipilin membentuk strand dan dipilin lagi menjadi rangkaian tali baja yang sangat kuat.

Seling tali baja dibuat dengan menekuk bagian ujungnya membentuk mata, kemudian dikunci menggunakan wire rope clip supaya bentuk seling dapat bertahan. Seling inilah yang kemudian menjadi sarana untuk dikaitkan ke alat lain seperti masterlink, hook, yang kemudian terhubung dengan mesin pengangkut seperti chain block atau crane.

Wire rope seling sangat bisa diandalkan untuk mengangkut barang-barang berat. Material baja juga membuat seling yang satu ini punya daya tahan terhadap benturan yang cukup tinggi. Namun kekurangannya adalah sulitnya melakukan inspeksi apabila ada bagian kecil kawat baja yang rusak. Kalau sudah rusak, akan sulit untuk memperbaikinya.

Selain wire rope sling, ada juga beberapa seling lain yang bisa jadi pilihan seperti chain sling dan webbing sling. Masing-masing sling punya kelebihan dan kekurangan, jadi penggunaannya harus disesuaikan dengan kebutuhan.

Ada beberapa jenis wire rope berdasarkan variasi materialnya, yaitu stainless steel wire rope, galvanized wire rope dan ungalvanized wire rope. Perbedaan galvanized dan ungalvanized wire rope ada pada finishingnya. Galvanized wire rope melewati proses galvanisasi yaitu proses pemberian lapisan zinc supaya lebih tahan korosi. Sebaliknya, ungalvanized wire rope tidak melewati proses ini.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor alat rigging seperti wire rope sling, webbing sling, chain sling, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. 

Kami juga merupakan distributor alat kapal, alat safety kapal, alat lifting, tali mooring, tali tambang, dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp atau (021) 690 530 atau email ke info@velascoindonesia.com

Inflatable Life Raft Untuk Safety Kapal

Inflatable Life Raft

Siapa yang pernah melihat inflatable life raft? Bagi kalian yang pernah mudik atau pulang kampung menggunakan kapal tentu pernah melihatnya, entah disadari atau tidak. Alat ini disimpan dalam sebuah tabung besar dan berwarna putih.

Inflatable Life Raft Sebagai Alat Safety Kapal

Life raft merupakan salah satu alat keselamatan atau alat safety di kapal. Alat ini tersimpan dalam tabung yang terbuat dari fiberglass. Fungsinya jelas seperti pengelompokannya ya. Alat ini dipakai untuk menyelamatkan nyawa penumpang atau para awak kapal saat terjadi kecelakaan di kapal yang mengharuskan kapten kapal untuk memerintahkan: “abandon the ship!” atau “segera tinggalkan kapal!”.

Life raft yang kita bahas ini merupakan perahu karet yang memiliki tenda pelindung. Di dalamnya terdapat beberapa alat pendukung keselamatan diri seperti obat-obatan, perbekalan makanan dan minuman untuk keadaan darurat. Tidak itu saja, standar life raft yang benar mengharuskan alat ini juga dilengkapi alat-alat persinyalan alias alat piroteknik seperti hand flare, rocket flare dan lain-lain. Standar perlengkapan di life raft dirancang agar para survivor mampu bertahan hidup umumnya selama satu minggu di laut luas sebelum ditemukan dan ditolong tim SAR atau regu penolong.

Inflatable Life Raft Harus Diperiksa

Di tabung putih inflatable life raft umumnya tercantum informasi-informasi yang penting. Salah satunya adalah informasi tentang waktu alat tersebut diperiksa terakhir kali, dan tanggal kadaluarsanya. Jadi life raft punya tanggal kadaluarsa seperti makanan ya, jangan lupa! Alat dan perlengkapan di dalamnya harus secara berkala diperiksa minimal sekali dalam setahun. Jadi tidak dibiarkan begitu saja ya! Sebab alat yang sudah kadaluarsa jelas tidak bisa lagi digunakan secara optimal. Kalian tentu tidak mau dong, saat akan menyelamatkan diri eh alatnya bocor.

Peletakan dan Cara Pakai Inflatable Life Raft

Oleh karena digolongkan dalam alat keselamatan atau alat safety kapal yang hendak dipergunakan saat keadaan darurat, alat ini diletakan di tempat-tempat yang mudah ditemukan atau dicapai. Nah di mana itu? Umumnya di bagian sisi-sisi kapal, sejajar dengan jarak tertentu satu dengan lainnya.

Cara pakainya seperti apa? Mudah kok asal tidak panik ya. Di tabung life raft terdapat sebuah pin pembuka yang disebut pin penahan. Pin ini tinggal dicabut dan life raft akan terlepas dari bracketnya dan jatuh di laut. Perahunya akan mengembang otomatis saat kita menarik tali yang terhubung dengan tabung gas pada perahu karet tersebut. Begitu tali tersebut ditarik, pompa tersebut mulai bekerja dan membuat perahu karet yang masih terlipat tadi mengembang hingga siap untuk digunakan. Setelah terkembang dnegan benar, para survivor kemudian dapat naik life raft tersebut.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor alat keselamatan kapal. Kami jual alat piroteknik seperti man over board, smoke signal, parachute signal. Velasco Indonesia juga melayani pembelian ring buoy, rescue boat, life jacket atau jaket pelampung, life jacket light, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta.

Kami juga menjual alat rigging, alat lifting, tali mooring, tali tambang dan wire rope dengan pelayanan terbaik. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp atau (021) 690 530 atau email ke info@velascoindonesia.com

Jenis Rantai Jangkar, Ada Banyak Lho

Jenis Rantai Jangkar

Rantai jangkar atau anchor chain merupakan salah satu perangkat dalam sistem penjangkaran yang sangat penting fungsinya. Fungsi utama aksesoris jangkar ini adalah sebagai penghubung antara jangkar dengan badan kapal. Pada kapal besar rantai jangkar dioperasikan oleh sebuah mesin penarik dan penurun jangkar. Putusnya rantai jangkar dapat menyebabkan kapal kehilangan jangkar. Terdapat banyak jenis rantai jangkar, yuk kita pelajari beberapa di antaranya.

Jenis Rantai Jangkar

Rantai jangkar yang dipakai di setiap kapal tentu berbeda. Harus menyesuaikan dengan beberpa hal seperti ukuran kapal, bentuk kapal, dll. Jenis aksesoris jangkar kapal yang satu ini pun sangat banyak, namun berikut ini beberapa contoh jenis rantai jangkar yang umum dipakai.

  • Stud link anchor chain

Stud link anchor chain memiliki bentuk yang berbeda dari rantai pada umumnya. Rantai jangkar yang satu ini berbentuk seperti angka delapan, dengan stud link atau penghubung pada bagian tengah mata rantainya. Stud link ini berfungsi untuk menambah kekuatan rantai jangkar, sekaligus mencegah rantai jangkar terpelintir (alias twist). Ada 2 grade yang umum dipakai yaitu U2 dan U3, perbedaan ada pada kepadatan materialnya, dan tentu berpengaruh pada harga.

  • Proof coil – G30

Proof coil – G30 merupakan rantai jangkar dengan standar kualitas komersil normal. Jenis ini terbuat dari bahan baja karbon rendah atau low carbon steel. Rantai Jenis ini tidak memiliki jarak antar pitch rantai yang seragam, akibatnya rantai tipe ini tidak bisa digunakan dengan kebanyakan sistem windlass. Di setiap permukaan mata rantainya umumnya ditandai dengan simbol pabrikan berupa tanda grade yaitu 3, 30, atau 300. Rantai jenis ini cocok digunakan pada kapal-kapal berukuran kecil.

  • BBB Anchor / Windlass Chain

BBB Anchor / Windlass Chain merupakan jenis rantai pendek yang juga standar kualitas komesial normal. Sama seperti jenis Proof Coil, jenis rantai ini juga terbuat dari low carbon steel. Namun, jenis ini memiliki jarak antar pitch rantai yang seragam. Oleh karena itu jenis ini dapat bekerja dengan baik dalam sistem windlass khususnya yang menggunakan roda putar rantai atau biasa disebut gipsy (UK) / wildcat (US). Sama seperti rantai industri pada umumnya, rantai ini juga ditandai dengan simbol pabrikan dan tanda grade yaitu 3B.

  • G4, G40, G43 – High Test

G4, G40, G43 – High Test saat ini merupakan jenis rantai standar untuk sistem windlass. Tidak seperti jenis rantai Proof Coil dan BBB, rantai jangkar ini terbuat dari baja karbon tinggi atau high carbon steel. Dengan begitu jenis ini memiliki tingkat kekuatan atau working load dua kali lebih besar dari jenis BBB dan memungkinkan untuk memiliki ukuran yang lebih kecil. Sama seperti rantai industry pada umumnya, rantai ini juga ditandai dengan simbol pabrikan dan tanda grade yaitu G4, G40, G43 atau G400.

  • G70 – Transport

Jenis rantai G70 – Transport umumnya disebut dengan jenis G7 atau transport. Jenis rantai ini memiliki rasio kekuatan terhadap berat atau high-strength-to-weight ratio lebih tinggi 25 persen dibandingkan dengan jenis rantai High Test. Namun demikian jenis ini jarang dipakai dalam sistem windlass.  Sama seperti rantai industri pada umumnya, rantai ini juga ditandai dengan simbol pabrikan dan tanda grade yaitu 7, 70 atau 700.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor jangkar kapal dan aksesoris jangkar kapal seperti rantai jangkar, swivel atau kili-kili, shackle, kenter jangkar, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. 

Kami juga merupakan distributor alat kapal, alat safety kapal, alat rigging, alat lifting, tali mooring, tali tambang, wire rope, webbing sling, dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp atau (021) 690 530 atau email ke info@velascoindonesia.com

Shackle Jangkar, Fungsi dan Jenisnya

Shackle Jangkar

Sistem penjangkaran, terutama pada kapal besar, tidak sesederhana menurunkan rantai beserta jangkarnya. Terdapat beberapa aksesoris jangkar yang punya peran masing-masing dalam memaksimalkan penambatan kapal. Salah satu aksesoris jangkar akan dibahas kali ini yaitu shackle jangkar.

Fungsi Shackle Jangkar

Shackle alias segel jangkar memiliki fungsi yang penting dalam peran penjangkaran. Rekan-rekan yang bekerja di kapal tentu paham pentingnya alat ini.

Secara garis besar, alat ini berfungsi sebagai penghubung antar dua jenis aksesoris jangkar. Contohnya menyambungkan antara rantai jangkar, dan menyambungkan antara rantai jangkar dan jangkar. Shackle  terbuat dari besi baja dengan angka breaking load yang tinggi sehingga kuat dipakai menjadi sambungan baik rantai maupun dengan jangkar.

Kalian perlu memahami betapa pentinganya fungsi dari segel jangkar. Tanpa alat ini atau bila ada kerusakan pada alat ini, maka dapat menyebabkan gagalnya sistem penjangkaran yang berimbas pada keselamatan pelayaran serta kerugian material. Contoh, putusnya alat ini yang disebabkan oleh pemilihan shackle yang tidak sesua dengan kebutuhan dapat menyebabkan jatuhnya jangkar ke dasar laut. Tanpa jangkar jelas kapal tidak akan bisa ditambatkan. Dengan demikian kapal akan mudah dibawa arus atau angin yang kencang.

Jenis Shackle Jangkar

Secara umum segel jangkar terdiri dari dua jenis yaitu joining shackle dan kenter shackle. Keduanya memiliki fungsi umum yang sama sebagaimana kita bahas di atas. Namun, keduanya memiliki bentuk dan melakukan peran yang berbeda.

Kita mulai dari bentuknya ya. Joining shackle berbentuk seperti huruf “D” atau bentuk omega. Huruf D tersebut sesungguhnya terdiri dari dua bagian komponen yaitu komponen yang berbentuk huruf “U” dan komponen pengunci yang berbentuk huruf “I”. Saat kedua komponen disatukan keduanya akan berbentuk huruf D.

Kenter shackle berbentuk seperti angka “8” (delapan) yang oval pada bagian luarnya. Jadi terlihat seperti bentuk elips yang memiliki dua lubang. Sama seperti joining shackle, kenter juga dapat dibongkar pasang.

Kenter shackle berfungsi sebagai penghubung atau menjadi sambungan antara satu rantai jangkar dengan rantai jangkar lainnya. Kenapa butuh kenter shackle? Kenapa dari awal tidak langsung dibelikan saja rantai jangkar dengan ukuran yang sesuai kebutuhan? Jawabannya adalah karena rantai jangkar dijual dalam satuan length, yaitu 27,5 meter. Sementara kebutuhan panjang jangkar tiap kapal berbeda-beda. Oleh panjang rantai jangkar dapat disesuaikan dengan cara menggabungkan beberapa length rantai jangkar.  

Joining shackle pada umumnya punya mempunyai dua fungsi. Pertama, sebagai penghubung atau penyambung antar rantai jangkar dan kedua, sebagai penyambung antara jangkar dengan rantai jangkar.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor jangkar kapal dan aksesoris jangkar kapal seperti rantai jangkar, swivel atau kili-kili, shackle, kenter jangkar, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. 

Kami juga merupakan distributor alat kapal, alat safety kapal, alat rigging, alat lifting, tali mooring, tali tambang, wire rope, webbing sling, dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp atau (021) 690 530 atau email ke info@velascoindonesia.com

Tips Memilih Shackle Alat Lifting Serbaguna

Tips Memilih Shackle

Shackle adalah sebuah alat bantu yang berguna untuk menghubungkan beberapa alat lifting, misalnya rantai dengan rantai, atau antara rantai jangkar dengan jangkarnya. Mengingat shackle punya banyak sekali jenis, maka penting untuk mengetahui bagaimana tips memilih shackle yang baik dan benar.

Shackle terbuat dari berbagai jenis bahan, contohnya adalah alloy steel, carbon steel, mild steel, dan stainless steel tipe 304 & 316. Bahan-bahan ini teruji memiliki ketahanan yang tinggi sehingga tidak mudah patah.

Shackle punya bentuk seperti huruf “D” atau seperti simbol omega (atau tapal kuda). Namun demikian alat ini sebenarnya tersusun dari dua bagian yang bisa dibongkar pasang yaitu bagian “U” shape-nya dan bagian pengunci atau pin yang berbentuk huruf “I”.

Tips Memilih Shackle

Di pasaran banyak menawarkan berbagai produk shackle. Untuk memudahkan kalian memilih shackle yang tepat, berikut beberapa tips dalam memilih shackle:

  1. Pilih shackle yang sesuai dengan kebutuhan. Beban yang hendak diangkut, lokasi penggunaan shackle (apakah di laut lepas atau bukan), adalah beberapa contoh faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih shackle. Bacalah spesifikasi tentang ukuran dan kekuatan shackle sebelum membeli. 
  2. Pilih produk shackle yang menyertakan sertifikat peralatan. Sertifikasi ini penting sebab merupakan tanda kualitas suatu perangkat telah sesuai dengan standar-standar yang telah disepakati baik nasional maupun internasional.
  3. Pilih shackle dari distributor alat industri dan perkapalan yang tepat. Caranya yaitu, perhatikanlah riwayat penjualan distributor tersebut. Distributor yang berkualitas tentunya memiliki banyak riawayat penjualan yang disertai dengan testimoni yang baik dari para pelanggannya.
  4. Pastikan shackle yang kalian pilih mempunyai garansi dari distributor.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA jual berbagai alat lifting seperti shackle, wire rope sling, webbing sling, chain sling, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. 

Kami juga merupakan distributor alat kapal, alat safety kapal, alat lifting, tali mooring, tali tambang, dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp atau (021) 690 530 atau email ke info@velascoindonesia.com

Jenis Aksesoris Jangkar, Wajib Tahu!

Jenis Aksesoris Jangkar

Aksesoris jangkar adalah perangkat yang melengkapi jangkar agar dapat bekerja dalam sistem penjangkaran kapal atau penambatan kapal. Setidaknya ada 5 jenis aksesoris jangkar yang umum digunakan, terutama pada kapal-kapal besar. Apa aja ya? Yuk baca terus artikel ini.

Berikut beberapa jenis aksesoris jangkar yang perlu kita ketahui.

Jenis Akesoris Jangkar: Rantai Jangkar

Rantai jangkar merupakan rantai yang menghubungkan jangkar dengan badan kapal. Dengan menggunakan rantai, jangkar dapat dengan mudah dinaikan atau diturunkan diturunkan dari badan kapal. Putusnya rantai jangkar dapat menyebabkan jangkar terjun bebas ke air.

Rantai jangkar pada kapal kecil dan kapal besar berbeda. Kapal besar biasanya menggunakan rantai jangkar yang disertai stud link. Kapal sedang menggunakan rantai jangkar biasa. Sama halnya dengan kapal kecil. Bahkan kapal kecil yang tidak digunakan untuk berpergian terlalu jauh (dan tidak ke arus yang deras) juga bisa menggunakan tali tambang sebagai pengganti rantai jangkar.

Semakin besar ukuran dan bobot kapal, maka semakin besar ukuran dan bobot jangkar, sehingga semakin besar pula ukuran rantai jangkar yang digunakan.

Jenis Aksesoris Jangkar: Kenter Jangkar

Kenter jangkar merupakan aksesoris jangkar yang berguna sebagai penyambung rantai jangkar yang satu dengan yang lain. bentuknya pun mirip, seperti mata rantai jangkar dengan stud link. Bedanya, kenter jangkar dapat dibongkar pasang. Alat ini terbuat dari besi yang kuat dan tahan korosi. Ukurannya bergantung pada ukuran rantai jangkar yang digunkan.

Jenis Aksesoris Jangkar: Shackle Jangkar / Joining Shackle

Joning shackle atau segel atau shackle jangkar memiliki fungsi yang mirip dengan kenter shackle. Aksesoris jangkar ini bisa digunakan untuk menyambungkan dua rantai jangkar. Tapis selain itu, shackle jangkar ini juga bisa dipakai untuk menghubungkan akesoris jangkar yang lain seperti swivel dengan jangkar kapal, atau rantai dengan jangkar kapal, dll. Alat ini terbuat dari besi yang kuat dan tahan korosi. Ukurannya bergantung pada ukuran rantai jangkar yang digunkan.

Jenis Aksesoris Jangkar: Swivel Piece atau Kili-kili

Swievel Piece atau kili kili merupakan aksesoris jangkar yang berfungsi agar rantai jangkar tidak kusut atau terbelit saat jangkar dinaikkan atau diturunkan dari badan kapal. Alat ini terbuat dari besi kuat seperti dari stainless steel atau galvanis dan tahan korosi dan bentuknya yaitu di bagian tengah terdapat poros yang dapat berputar.

Cara pakainya adalah dengan mengaitkan swivel piece pada bagian kepala jangkar.  Ujung satunya lagi dipasang pada mata rantai jangkar terakhir. Dengan begitu jangkar dan rantai akan saling terhubung, dan apabila jangkar berputar, rantai tidak ikut berputar, sehingga potensi twist dapat diminimalisir.

Jenis Aksesoris Jangkar: Alat Penarik Jangkar

Seperti namanya, alat penarik jangkar atau windlass berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan jangkar kapal. Ketika jangkar ditarik, maka alat ini juga punya fungsi sebagai tempat menyimpan rantai dan jangkar kapal selama tidak digunakan.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor jangkar kapal dan aksesoris jangkar kapal seperti rantai jangkar, swivel atau kili-kili, shackle, kenter jangkar, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. 

Kami juga merupakan distributor alat kapal, alat safety kapal, alat rigging, alat lifting, tali mooring, tali tambang, wire rope, webbing sling, dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp atau (021) 690 530 atau email ke info@velascoindonesia.com

Serba Serbi Jangkar Kodok

Serba Serbi Jangkar Kodok

Ada yang tahu jangkar kodok? Kodok yang mukanya seperti jangkar. Bukan. Jangkar kodok merupakan salah satu jenis jangkar kapal laut yang sudah umum digunakan ya. Berikut beberapa informasi atau serba serbi alat kapal jangkar kodok yang bisa kita pelajari.

Jangkar kodok merupakan salah satu jenis stockless hall anchor. Sebab bentuk jangkar ini tidak memiliki stock. Bentuk atau desain jangkar terbagi dalam dua bagian besar yaitu bagian badan jangkar dan bagian lengan jangkar yang dihubungkan oleh sebuah engsel.

Material pembentuknya dari baja yang kuat dan berat. Sehingga cocok dan sering digunakan kapal-kapal laut denga ukuran dan tonase yang besar sebagai jangkar haluan.

Kelebihan Jangkar Kodok

Jangkar kodok memiliki beberapa keunggulan saat digunakan. Apa saja. Berikut beberapa di antaranya:

  • Bentuk jangkar kodok cukup sederhana. Jadi memudahkan operator saat digunakan.
  • Desain jangkar kodok memungkinkan jenis jangkar ini untuk diaplikasikan atau dipakai di berbagai jenis kapal laut pada perairan yang dasar lautnya berlumpur, berpasir, berkarang ataupun berbatu.
  • Dengan bentuk bagian bawah jangkar yang besar dan kuat, jangkar kodok tahan jika bertubrukan dengan karang-karang laut.
  • Di daerah dasar laut yang berpasir, jangkar kodok dapat steady atau kokoh menahan badan kapal hingga posisinya tidak berubah.
  • Daya kait atau cengkaram jangkar kodok sangat baik di daerah perairan denga dasar lumpur dan pasir

Kelemahan Jangkar Kodok

Meskipun memiliki beberapa keunggulan, jangkar kodok memiliki beberapa poin minus. Apa saja? Berikut di antaranya:

  • Jangkar kodok tidak mudah dilepaskan dalam kondisi sangat terkait jika diturunkan di posisi atau lokasi yang salah. Sebab jenis jangkar ini tidak mempunyai lengan pemisah antara bagian lengan jangkar dan bagian mahkota atau cakar jangkar.
  • Jangkar kodok juga tidak mudah ditarik jika bagian mahkota atau cakarnya terlalu dalam menggaruk pasir atau lumpur pada dasar laut. Kejadian ini umumnya disebabkan oleh jangkar ini tertarik oleh badan kapal saat terjadi gelombang besar atau angin kencang.

Saat digunakan, jangkar tidak bekerja sendiri. Dibutuhkan beberapa aksesoris jangkar, yaitu alat penarik jangkar kapal atau windlass, rantai jangkar, kenter jangkar, swivel piece atau kili-kili, dan shackle jangkar.

Fungsi Webbing Sling di Dunia Rigging

Teman-teman tahu apa itu rigging? Atau, kenal tidak dengan alat atau perangkat yang disebut webbing sling? Keduanya berkaitan lho. Bagi teman-temanyang bekerja di industri konstruksi atau yang berkaitan dengan alat atau benda atau barang-barang berat harusnya tahu ya kedua hal tersebut.

Rigging dan Alat Rigging

Ok. Pertama, apa itu ringing? Rigging adalah suatu cara, pekerjaan atau metoda yang berkaitan dengan penanganan terhadap benda, barang atau material besar dan berat dengan menggunakan berbagai macam jenis tali seperti serat sintetik, tali serat baja, rantai maupun sling. Cara, pekerjaan atau metode yang dimaksud itu yaitu lashing, lifting, mooring, towing dan sejenisnya.

Dalam melakukan rigging tentunya butuh peralatan pendukung yang disebut alat rigging. Alat rigging pada umunya dikenal juga sebagai alat bantu ataupun aksesoris. Salah satu alat rigging adalah webbing sling.

Selain webbing sling, terdapat dua jenis sling yang sudah dikenal dalam dunia rigging yaitu chain sling dan wire rope sling. Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan karateristik material dan bentuknya.

Apa sih fungsi webbing sling di dunia rigging? Yuk, kenali fungsi webbing sling di dunia rigging melalui artikel singkat berikut!

Jenis dan Fungsi Webbing Sling

Seperti sling pada umumnya dalam dunia rigging, webbing sling berfungsi sebagai tali penghubung atau pengait yang dipasang untuk mengikat barang, alat atau beban saat lashing, lifting, mooring, towing dan sejenisnya. Itu fungsi umumnya ya. Fungsi khusus atau spesifiknya begantung pada karateristik material dan bentuk webbing sling.

Berdasarkan bahan pembuatannya, webbing sling dapat dibagi dalam beberapa macam yaitu:

  • Webbing sling kevlar terbuat dari bahan kevlar
  • Webbing sling nilon terbuat dari bahan nilon
  • Webbing sling polypropylene: terbuat dari bahan polyproylene
  • Webbing sling polyester terbuat dari bahan polyester

Berikut bebrapa macam webbing sling berdasarkan bentuknya berikut dengan fungsinya dalam dunia rigging:

  • Endless webbing Sling: berbentuk bulat/melingkar sehingga tidak memiliki ujung. Jenis ini dipakai untuk lifting.
  • Eye webbing sling: mempunyai ujung dan bentuknya seperti chain dan wire rope sling yaitu pada kedua ujung dijahit hingga memiliki lingkaran kecil. Jenis ini dipakai untuk lashing dan lifting.
  • Round Webbing Sling: berbentuk bulat/melingkar yang dijahit dengan lapisan pembungkus dari material sejenis. Jenis ini dipakai untuk lashing dan lifting.

Webbing sling ini juga merupakan salah satu alat kapal lho. Sebab dunia perkapalan memang erat kaitannya dengan dunia rigging. Jadi tidak heran alat ini banyak dipakai juga di kapal.

Tips Pasang Kenter Jangkar Kapal

Semuanya tentu tahu dong apa itu jangkar? Oh yang suka buat diadu itu. Bukan! Itu jangkrik. Jangkar merupakan alat yang dipakai di kapal sebagai penambat atau pemberat agar kapal tidak kemana-kemana saat kena angin atau gelombang.

Jangkar sebenarnya merupakas satu kesatuan perangkat. Maksudnya adalah jangkar memiliki beberapa bagian atau aksesoris yang berfungsi untuk membantu kerjanya sebagai penambat kapal. Nah, salah satunya adalah kenter jangkar kapal. Alat ini memiliki peranan penting dalam fungsi jangkar. Oleh karena itu tidak bisa asal pasang yah. Berikut beberapa tips pasang kenter jangkar kapal yang benar ya. Eh tapi sebelumnya yuk kenalan dulu dengan kenter jangkar.

Apa Itu Kenter Jangkar Kapal

Seperti sudah dulas di atas kenter jangkar merupakan salah satu part atau aksesoris dari jangkar. Bentuk alat ini elips atau bulat lonjong yang memiliki sambungan atau stud pada bagian tengahnya.

Kenter jangkar berfungsi sebagai penyambung atau penghubung antar rantai jangkar atau ranti jangkar dengan shackle jangkar. Stud pada bagian tengah alat ini berfungsi agar rantai yang dihubungkan oleh kenter tidak twist atau tidak mudah berputar dan terlilit saat digunakan.

Kenter jangkar bukan sebuah alat atau benda yang utuh. Alat ini terdiri dari empat bagian. Kenapa dibagi-bagi? Sebab jika alat ini merupakan benda yang utuh atau kaku, bagaimana caranya supaya bisa menyambungkan antar rantai atau rantai dengan shackle? Keempat bagian dari alat ini dapat dilepas atau dipisah-pisah. Oleh karena bisa lepas-lepas bagiannya, maka alat ini menjadi fleksibel dalam penggunaanya.

Gambar di atas menunjukan bagian-bagian dari kenter jangkar. Alat ini dapat dibagi dala empat bagian yaitu:

  • Bagian A yaitu taper pin dan lead pellet
  • Bagian B yaitu stud atau center chock
  • Bagian C dan D yaitu shackle kenter halves

Tips Pasang Kenter Jangkar Kapal

Perlu diingat bahwa kenter jangkar tidak bisa asal dipasang atau dilepas. Proses pemasangan atau pelepasan alat ini secara tidak benar akan dapat mengakibatkan kerusakan pada alat ini. Berikut beberapa tips memasang kenter jangkar kapal:

  1. Bagian A merupakan bagian pertama yang dilepaskan. Caranya yaitu dengan didorong menggunakan palu dan besi kecil panjang (seperti paku atau sejenisnya).
  2. Kemudian, bagian B diketok palu atau alat pemukul lainnya secara perlahan agar dapat terlepas.  
  3. Bagian C dan D kemudian dilepaskan denngan cara dipukul juga secara perlahan menggunakan palu dari arah samping. Arah nya harus sesuai dengan petunjuk.
  4. Kemudian kaitkan ujung rantai, swivel, atau shackle jangkar ke bagian C dan D. Lalu satukan kedua bagian tersebut.
  5. Pukul kembali kedua bagian tersebut secara perlahan agar dapat disatukan atau dikunci lagi.
  6. Lalu, pasang kembali stud atau bagian B pada bagian tengah sesuai tempatnya.
  7. Untuk mengunci semua bagian yang telah terpasang, pasang kembali taper pin dan lead pellet (bagian A).
  8. Lem atau perekat seperti wirelock, dapat digunakan untuk membuat sambungan di bagian A menjadi lebih kuat.

Yuk simak video berikut ini untuk lebih jelasnya ya.