Fungsi Wire Rope Alat Rigging

Fungsi Wire Rope

Wire rope atau tali baja merupakan barang yang tidak asing di industri alat berat seperti pelabuhan peti kemas dan konstruksi bangunan. Fungsi wire rope bisa dibilang sangat penting dalam industri ini yaitu sebagai alat rigging. Lalu apakah semua jenis wire rope sama? Yuk simak artikel berikut ini.

Rigging sendiri merupakan suatu istilah untuk aktivitas yang berkaitan dengan memindahkan barang berat. Contohnya yaitu untuk mengangkat, menarik, serta memindahkan alat-alat berat seperti container, mobil, kapal, dll.

Wire rope adalah tali yang terbuat dari serangkaian utas kawat baja. Kumpulan utas kawat baja ini disatukan dengan cara dipilin mengelilingi core hingga membentuk tali baja super kuat. Fungsi wire rope pada umumnya adalah untuk menarik, mengikat dan mengangkat beban yang berat. Untuk beban yang ringan kurang cocok menggunakan wire rope.  

Namun beban yang berat tidak bisa semuanya ditarik dan diangkat menggunakan satu wire rope. Sebab  kemampuan setiap jenis dan ukuran wire rope berbeda-beda. Oleh karena itu harus disesuaikan dengan ketahanan maksimal wire rope terhadap beban yang hendak ditarik atau diangkat.

Fungsi Wire Rope dalam Berbagai Industri

Berikut ini beberapa contoh penggunaan wire rope yang umum digunakan dalam berbagai industri.

  • Untuk mengangkat dan menurunkan gondola
  • Salah satu material penting pada lift atau elevator, untuk menaikkan dan menurunkan lift.
  • Menambatkan (mooring) kapal yang sedang bersandar di dermaga.
  • Untuk menarik trawl atau jala pada industri perikanan.
  • Untuk menarik serta mengulur bor (drilling line) pada industri minyak dan gas.
  • Sebagai salah satu konstruksi jembatan, tower, dll.
  • Untuk menarik, mengangkat dan mengikat kayu pada industri logging.
  • Mengangkat kontainer, atau barang berat lainnya.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor alat rigging seperti wire rope sling, webbing sling, chain sling, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. 

Kami juga merupakan distributor alat kapal, alat safety kapal, alat lifting, tali mooring, tali tambang, dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp atau (021) 690 530 atau email ke info@velascoindonesia.com

Cara Pakai Rocket Parachute Flare Signal

Cara Pakai Rocket Parachute Flare

Anda tentu sudah paham kalau setiap kapal wajib dilengkapi dengan alat keselamatan kapal. Salah satunya adalah alat piroteknik yaitu rocket parachute flare. Nah dalam artikel kali ini kami akan mengulas tentang cara pakai rocket parachute flare signal.

Tak kenal maka tak sayang, maka yuk kita kenalan dulu dengan alat safety kapal yang satu ini. Rocket parachute flare adalah salah satu alat piroteknik yang berfungsi untuk memberi sinyal permintaan pertolongan saat terjadi kecelakaan kapal. Alat keselamatan ini mirip seperti hand flare, bedanya flare di sini diluncurkan ke atas dan turun dengan parasut mini.

Rocket parachute flare tersimpan dalam sebuah tabung berwarna merah atau kuning dengan panjang sekitar 30 cm. Saat diluncurkan alat ini akan menghasilkan sinyal cahaya terang atau obor yang terkait pada sebuah parasut. Jadi cahaya ini seperti bergantung pada parasutnya.

Obor cahaya pada rocket parachute flare yang dihasilkan berfungsi untuk menarik perhatian orang atau regu penolong secara visual. Dengan begitu regu penolong dapat mengetahui lokasi orang atau kapal yang meminta pertolongan.

Parasut pada alat keselamatan iniberfungsi agar menjaga obor untuk dapat selama mungkin mengudara. Dengan demikian kesempatan regu penolong melihat lokasi peminta tolong tentunya semakin besar. Rocket parachute flare umumnya dapat ditemukan di kapal dan rakit penolong.

Bagaimana Cara Pakai Rocket Parachute Flare ?

Cara pakai alat piroteknik yang satu ini sangat penting untuk dibahas karena banyak dari kita yang kurang paham. Lebih parahnya, banyak juga yang menyalah gunakan alat ini dengan memakainya di tempat publik seperti di stadion saat pertandingan sepak bola, atau saat ada demonstrasi. Jangan dicontoh ya!

Rocket parachute flare merupakan salah satu jenis alat keselamatan. Oleh karena itu sebaiknya digunakan hanya saat meminta pertolongan. Bukan saat hura-hura di stadion bola ya.  

Begini cara pakainya:

  • Genggamlah rocket parachute flare dengan salah satu tangan dan arahkan bagian atas yang sudah ditandai ke udara kurang lebih 45 derajat sehingga dapat mencapai ketinggian minimum yaitu 300 meter.
  • Untuk menembakan rocket parachute flare, buka bagian bawah tabung. Pada bagian bawah tabung akan ada tali yang digunakan sebagai pemicu. Saat pemicu ditarik, tabung akan meluncurkan obor dan parasut saat bersamaan.
  • Saat akan menembakkan rocket parachute flare, perhatikan keadaan angin sekitar. Jangan ditembakkan saat dalam kondisi berangin kencang, sebab obor dan parasutnya dapat mudah terbawa angin sehingga menyulitkan regu penolong menemukan lokasi peminta tolong.
  • Jangan juga menembakan rocket parachute flare saat hujan, karena cahaya yang dihasilkan akan tidak maksimal.

Nah, kurang lebih demikian ya informasi dari tim kami. Semoga dapat membantu kita semua.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor alat keselamatan kapal. Kami jual smoke signal dan alat piroteknik lainnya seperti man over board, parachute signal. Velasco Indonesia juga melayani pembelian ring buoy, rescue boat, life jacket atau jaket pelampung, life jacket light, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta.

Kami juga menjual alat rigging, alat lifting, tali mooring, tali tambang dan wire rope dengan pelayanan terbaik. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp atau (021) 690 530 atau email ke info@velascoindonesia.com

Wire Rope Sling Alat Lifting Serbaguna

Wire Rope Sling

Ketika mengangkut barang yang sangat berat seperti mobil atau bahkan kontainer besar, dibutuhkan beragam alat lifting yang mumpuni. Salah satunya adalah wire rope sling. Yuk kita kenalan lebih jauh dengan alat lifting yang satu ini.

Apa Itu Wire Rope Sling

Wire rope sling adalah sebuah wire rope alias tali baja yang pada bagian ujungnya terdapat seling alias pengait. Tali baja itu sendiri adalah serangkaian kawat baja yang dipilin membentuk strand dan dipilin lagi menjadi rangkaian tali baja yang sangat kuat.

Seling tali baja dibuat dengan menekuk bagian ujungnya membentuk mata, kemudian dikunci menggunakan wire rope clip supaya bentuk seling dapat bertahan. Seling inilah yang kemudian menjadi sarana untuk dikaitkan ke alat lain seperti masterlink, hook, yang kemudian terhubung dengan mesin pengangkut seperti chain block atau crane.

Wire rope seling sangat bisa diandalkan untuk mengangkut barang-barang berat. Material baja juga membuat seling yang satu ini punya daya tahan terhadap benturan yang cukup tinggi. Namun kekurangannya adalah sulitnya melakukan inspeksi apabila ada bagian kecil kawat baja yang rusak. Kalau sudah rusak, akan sulit untuk memperbaikinya.

Selain wire rope sling, ada juga beberapa seling lain yang bisa jadi pilihan seperti chain sling dan webbing sling. Masing-masing sling punya kelebihan dan kekurangan, jadi penggunaannya harus disesuaikan dengan kebutuhan.

Ada beberapa jenis wire rope berdasarkan variasi materialnya, yaitu stainless steel wire rope, galvanized wire rope dan ungalvanized wire rope. Perbedaan galvanized dan ungalvanized wire rope ada pada finishingnya. Galvanized wire rope melewati proses galvanisasi yaitu proses pemberian lapisan zinc supaya lebih tahan korosi. Sebaliknya, ungalvanized wire rope tidak melewati proses ini.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor alat rigging seperti wire rope sling, webbing sling, chain sling, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. 

Kami juga merupakan distributor alat kapal, alat safety kapal, alat lifting, tali mooring, tali tambang, dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp atau (021) 690 530 atau email ke info@velascoindonesia.com

Shackle Jangkar, Fungsi dan Jenisnya

Shackle Jangkar

Sistem penjangkaran, terutama pada kapal besar, tidak sesederhana menurunkan rantai beserta jangkarnya. Terdapat beberapa aksesoris jangkar yang punya peran masing-masing dalam memaksimalkan penambatan kapal. Salah satu aksesoris jangkar akan dibahas kali ini yaitu shackle jangkar.

Fungsi Shackle Jangkar

Shackle alias segel jangkar memiliki fungsi yang penting dalam peran penjangkaran. Rekan-rekan yang bekerja di kapal tentu paham pentingnya alat ini.

Secara garis besar, alat ini berfungsi sebagai penghubung antar dua jenis aksesoris jangkar. Contohnya menyambungkan antara rantai jangkar, dan menyambungkan antara rantai jangkar dan jangkar. Shackle  terbuat dari besi baja dengan angka breaking load yang tinggi sehingga kuat dipakai menjadi sambungan baik rantai maupun dengan jangkar.

Kalian perlu memahami betapa pentinganya fungsi dari segel jangkar. Tanpa alat ini atau bila ada kerusakan pada alat ini, maka dapat menyebabkan gagalnya sistem penjangkaran yang berimbas pada keselamatan pelayaran serta kerugian material. Contoh, putusnya alat ini yang disebabkan oleh pemilihan shackle yang tidak sesua dengan kebutuhan dapat menyebabkan jatuhnya jangkar ke dasar laut. Tanpa jangkar jelas kapal tidak akan bisa ditambatkan. Dengan demikian kapal akan mudah dibawa arus atau angin yang kencang.

Jenis Shackle Jangkar

Secara umum segel jangkar terdiri dari dua jenis yaitu joining shackle dan kenter shackle. Keduanya memiliki fungsi umum yang sama sebagaimana kita bahas di atas. Namun, keduanya memiliki bentuk dan melakukan peran yang berbeda.

Kita mulai dari bentuknya ya. Joining shackle berbentuk seperti huruf “D” atau bentuk omega. Huruf D tersebut sesungguhnya terdiri dari dua bagian komponen yaitu komponen yang berbentuk huruf “U” dan komponen pengunci yang berbentuk huruf “I”. Saat kedua komponen disatukan keduanya akan berbentuk huruf D.

Kenter shackle berbentuk seperti angka “8” (delapan) yang oval pada bagian luarnya. Jadi terlihat seperti bentuk elips yang memiliki dua lubang. Sama seperti joining shackle, kenter juga dapat dibongkar pasang.

Kenter shackle berfungsi sebagai penghubung atau menjadi sambungan antara satu rantai jangkar dengan rantai jangkar lainnya. Kenapa butuh kenter shackle? Kenapa dari awal tidak langsung dibelikan saja rantai jangkar dengan ukuran yang sesuai kebutuhan? Jawabannya adalah karena rantai jangkar dijual dalam satuan length, yaitu 27,5 meter. Sementara kebutuhan panjang jangkar tiap kapal berbeda-beda. Oleh panjang rantai jangkar dapat disesuaikan dengan cara menggabungkan beberapa length rantai jangkar.  

Joining shackle pada umumnya punya mempunyai dua fungsi. Pertama, sebagai penghubung atau penyambung antar rantai jangkar dan kedua, sebagai penyambung antara jangkar dengan rantai jangkar.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor jangkar kapal dan aksesoris jangkar kapal seperti rantai jangkar, swivel atau kili-kili, shackle, kenter jangkar, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. 

Kami juga merupakan distributor alat kapal, alat safety kapal, alat rigging, alat lifting, tali mooring, tali tambang, wire rope, webbing sling, dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp atau (021) 690 530 atau email ke info@velascoindonesia.com

Tips Memilih Shackle Alat Lifting Serbaguna

Tips Memilih Shackle

Shackle adalah sebuah alat bantu yang berguna untuk menghubungkan beberapa alat lifting, misalnya rantai dengan rantai, atau antara rantai jangkar dengan jangkarnya. Mengingat shackle punya banyak sekali jenis, maka penting untuk mengetahui bagaimana tips memilih shackle yang baik dan benar.

Shackle terbuat dari berbagai jenis bahan, contohnya adalah alloy steel, carbon steel, mild steel, dan stainless steel tipe 304 & 316. Bahan-bahan ini teruji memiliki ketahanan yang tinggi sehingga tidak mudah patah.

Shackle punya bentuk seperti huruf “D” atau seperti simbol omega (atau tapal kuda). Namun demikian alat ini sebenarnya tersusun dari dua bagian yang bisa dibongkar pasang yaitu bagian “U” shape-nya dan bagian pengunci atau pin yang berbentuk huruf “I”.

Tips Memilih Shackle

Di pasaran banyak menawarkan berbagai produk shackle. Untuk memudahkan kalian memilih shackle yang tepat, berikut beberapa tips dalam memilih shackle:

  1. Pilih shackle yang sesuai dengan kebutuhan. Beban yang hendak diangkut, lokasi penggunaan shackle (apakah di laut lepas atau bukan), adalah beberapa contoh faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih shackle. Bacalah spesifikasi tentang ukuran dan kekuatan shackle sebelum membeli. 
  2. Pilih produk shackle yang menyertakan sertifikat peralatan. Sertifikasi ini penting sebab merupakan tanda kualitas suatu perangkat telah sesuai dengan standar-standar yang telah disepakati baik nasional maupun internasional.
  3. Pilih shackle dari distributor alat industri dan perkapalan yang tepat. Caranya yaitu, perhatikanlah riwayat penjualan distributor tersebut. Distributor yang berkualitas tentunya memiliki banyak riawayat penjualan yang disertai dengan testimoni yang baik dari para pelanggannya.
  4. Pastikan shackle yang kalian pilih mempunyai garansi dari distributor.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA jual berbagai alat lifting seperti shackle, wire rope sling, webbing sling, chain sling, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. 

Kami juga merupakan distributor alat kapal, alat safety kapal, alat lifting, tali mooring, tali tambang, dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp atau (021) 690 530 atau email ke info@velascoindonesia.com

Jenis Aksesoris Jangkar, Wajib Tahu!

Jenis Aksesoris Jangkar

Aksesoris jangkar adalah perangkat yang melengkapi jangkar agar dapat bekerja dalam sistem penjangkaran kapal atau penambatan kapal. Setidaknya ada 5 jenis aksesoris jangkar yang umum digunakan, terutama pada kapal-kapal besar. Apa aja ya? Yuk baca terus artikel ini.

Berikut beberapa jenis aksesoris jangkar yang perlu kita ketahui.

Jenis Akesoris Jangkar: Rantai Jangkar

Rantai jangkar merupakan rantai yang menghubungkan jangkar dengan badan kapal. Dengan menggunakan rantai, jangkar dapat dengan mudah dinaikan atau diturunkan diturunkan dari badan kapal. Putusnya rantai jangkar dapat menyebabkan jangkar terjun bebas ke air.

Rantai jangkar pada kapal kecil dan kapal besar berbeda. Kapal besar biasanya menggunakan rantai jangkar yang disertai stud link. Kapal sedang menggunakan rantai jangkar biasa. Sama halnya dengan kapal kecil. Bahkan kapal kecil yang tidak digunakan untuk berpergian terlalu jauh (dan tidak ke arus yang deras) juga bisa menggunakan tali tambang sebagai pengganti rantai jangkar.

Semakin besar ukuran dan bobot kapal, maka semakin besar ukuran dan bobot jangkar, sehingga semakin besar pula ukuran rantai jangkar yang digunakan.

Jenis Aksesoris Jangkar: Kenter Jangkar

Kenter jangkar merupakan aksesoris jangkar yang berguna sebagai penyambung rantai jangkar yang satu dengan yang lain. bentuknya pun mirip, seperti mata rantai jangkar dengan stud link. Bedanya, kenter jangkar dapat dibongkar pasang. Alat ini terbuat dari besi yang kuat dan tahan korosi. Ukurannya bergantung pada ukuran rantai jangkar yang digunkan.

Jenis Aksesoris Jangkar: Shackle Jangkar / Joining Shackle

Joning shackle atau segel atau shackle jangkar memiliki fungsi yang mirip dengan kenter shackle. Aksesoris jangkar ini bisa digunakan untuk menyambungkan dua rantai jangkar. Tapis selain itu, shackle jangkar ini juga bisa dipakai untuk menghubungkan akesoris jangkar yang lain seperti swivel dengan jangkar kapal, atau rantai dengan jangkar kapal, dll. Alat ini terbuat dari besi yang kuat dan tahan korosi. Ukurannya bergantung pada ukuran rantai jangkar yang digunkan.

Jenis Aksesoris Jangkar: Swivel Piece atau Kili-kili

Swievel Piece atau kili kili merupakan aksesoris jangkar yang berfungsi agar rantai jangkar tidak kusut atau terbelit saat jangkar dinaikkan atau diturunkan dari badan kapal. Alat ini terbuat dari besi kuat seperti dari stainless steel atau galvanis dan tahan korosi dan bentuknya yaitu di bagian tengah terdapat poros yang dapat berputar.

Cara pakainya adalah dengan mengaitkan swivel piece pada bagian kepala jangkar.  Ujung satunya lagi dipasang pada mata rantai jangkar terakhir. Dengan begitu jangkar dan rantai akan saling terhubung, dan apabila jangkar berputar, rantai tidak ikut berputar, sehingga potensi twist dapat diminimalisir.

Jenis Aksesoris Jangkar: Alat Penarik Jangkar

Seperti namanya, alat penarik jangkar atau windlass berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan jangkar kapal. Ketika jangkar ditarik, maka alat ini juga punya fungsi sebagai tempat menyimpan rantai dan jangkar kapal selama tidak digunakan.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor jangkar kapal dan aksesoris jangkar kapal seperti rantai jangkar, swivel atau kili-kili, shackle, kenter jangkar, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. 

Kami juga merupakan distributor alat kapal, alat safety kapal, alat rigging, alat lifting, tali mooring, tali tambang, wire rope, webbing sling, dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp atau (021) 690 530 atau email ke info@velascoindonesia.com

Kekuatan Rantai Jangkar Kapal Laut

Kekuatan Rantai Jangkar

Dalam tulisan berikut, kami akan mengangkat topik tentang salah satu alat kapal yang fungsinya cukup vital yaitu rantai jangkar. Mengapa vital? Sebab rantai jangkar atau anchor chain berfungsi untuk menghubungkan alat penarik jangkar (windlass) yang terkait pada badan kapal dengan jangkar. Hal yang perlu diperhatikan terkait alat ini adalah kekuatan rantai jangkar yang harus disesuaikan dengan jenis kapal, berat jangkar, dan beberapa faktor lain.

Sesuai dengan standar industri, rantai jangkar terbuat dari baja yang kuat dan berdaya tahan tinggi.  Di kapal besar rantai jangkar diberi tambahan stud link pada setiap mata rantainya agar semakin kuat dan tidak mudah twist atau terlilit.

Untuk dapat memilih rantai jangkar yang sesuai dengan kebutuhan, terlebih dahulu diasarankan untuk dapat menghitung kekuatan rantai jangkar.

Cara Singkat Mengetahui Kekuatan Rantai Jangkar

Kekuatan rantai jangkar harus disesuaikan dengan beberapa aspek atau faktor. Diantaranya yaitu

  • jenis kapal
  • ukuran kapal
  • jenis jangkar
  • dan lain sebagainya.

Sederhananya, kapal besar, membutuhkan jangkar yang besar. Oleh karena itu membutuhkan rantai jangkar dengan kekuatan yang lebih besar juga.

Di pasaran, rantai jangkar dengan tipe stud link, atau stud link anchor chain, dijual dengan berbagai grade. Di antaranya yaitu grade U1, U2, U3. Grade U2 dan U3 merupakan grade yang paling banyak digunakan.

Sebagai catatan untuk diperhatikan; semakin tinggi angka grade-nya artinya kepadatan materialnya juga semakin tinggi. Dengan begitu kekuatannya juga semakin tinggi. Tetapi perlu diingat, hal ini tidak berarti rantai jangkar yang paling kuat merupakan pilihan terbaik. Mengapa begitu? Sebab belum tentu cocok dengan jenis kapal dan jangkar yang akan Anda pakai.

Salah satu tips cepat untuk dapat menghitung kekuatan rantai jangkar yaitu dengan membaca informasi spesifikasi produk yang tertera dan disediakan oleh produsen pembuat rantai tersebut. Semua alat rigging yang bermutu dipasarkan, termasuk rantai, sudah seharusnya dilengkapi dengan informasi spesifikasi alat yang jelas dan mudah dibaca.  Tujuannya agar pembelinya dapat mengetahui kekuatan dan spesifikasi lain dari alat kapal atau alat rigging yang hendak dipilih dan dibelinya.

Informasi spesifikasi alat umunya berbetuk tabel spesifikasi. Dalam tabel tersebut, tertera informasi-informasi seperti diameter rantai jangkar, proof load serta breaking load dari rantai jangkar. Proof load merupakan informasi nilai beban yang diaplikasikan pada rantai untuk menguji kekuatannya. Breaking load merupakan nilai beban maksimum yang diaplikasikan pada rantai.       

Tabel tersebut hanya menginformasikan kekuatan rantai jangkar, namun apakah sesuai dengan kebutuhan kapal Anda? Nah untuk mengetahui rantai yang Anda butuhkan, Anda perlu menghitung equipment number. Berdasarkan BKI 2009 Volume II section 14.A.3, equipment number dapat dihitung dengan rumus:

Equipment Number = Z = Δ2/3 + 2. B.h + A/10

Dengan begitu dapat diketahui spesifikasi rangkaian jangkar yang kalian butuhkan seperti berat jangkar, tipe jangkar, panjang rantai jangkar, diameter rantai jangkar, panjang tali tarik, panjang tali tambat, dll.

Supaya tidak salah pilih, Anda sebaiknya mengkonsultasikan kebutuhan Anda dengan distributor jangkar kapal yang terpercaya yaitu tentu saja Velasco Indonesia.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor jangkar kapal dan aksesoris jangkar kapal seperti rantai jangkar, swivel atau kili-kili, shackle, kenter jangkar, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. 

Kami juga merupakan distributor alat kapal, alat safety kapal, alat rigging, alat lifting, tali mooring, tali tambang, wire rope, webbing sling, dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp atau (021) 690 530 atau email ke info@velascoindonesia.com

Fungsi Webbing Sling di Dunia Rigging

Teman-teman tahu apa itu rigging? Atau, kenal tidak dengan alat atau perangkat yang disebut webbing sling? Keduanya berkaitan lho. Bagi teman-temanyang bekerja di industri konstruksi atau yang berkaitan dengan alat atau benda atau barang-barang berat harusnya tahu ya kedua hal tersebut.

Rigging dan Alat Rigging

Ok. Pertama, apa itu ringing? Rigging adalah suatu cara, pekerjaan atau metoda yang berkaitan dengan penanganan terhadap benda, barang atau material besar dan berat dengan menggunakan berbagai macam jenis tali seperti serat sintetik, tali serat baja, rantai maupun sling. Cara, pekerjaan atau metode yang dimaksud itu yaitu lashing, lifting, mooring, towing dan sejenisnya.

Dalam melakukan rigging tentunya butuh peralatan pendukung yang disebut alat rigging. Alat rigging pada umunya dikenal juga sebagai alat bantu ataupun aksesoris. Salah satu alat rigging adalah webbing sling.

Selain webbing sling, terdapat dua jenis sling yang sudah dikenal dalam dunia rigging yaitu chain sling dan wire rope sling. Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan karateristik material dan bentuknya.

Apa sih fungsi webbing sling di dunia rigging? Yuk, kenali fungsi webbing sling di dunia rigging melalui artikel singkat berikut!

Jenis dan Fungsi Webbing Sling

Seperti sling pada umumnya dalam dunia rigging, webbing sling berfungsi sebagai tali penghubung atau pengait yang dipasang untuk mengikat barang, alat atau beban saat lashing, lifting, mooring, towing dan sejenisnya. Itu fungsi umumnya ya. Fungsi khusus atau spesifiknya begantung pada karateristik material dan bentuk webbing sling.

Berdasarkan bahan pembuatannya, webbing sling dapat dibagi dalam beberapa macam yaitu:

  • Webbing sling kevlar terbuat dari bahan kevlar
  • Webbing sling nilon terbuat dari bahan nilon
  • Webbing sling polypropylene: terbuat dari bahan polyproylene
  • Webbing sling polyester terbuat dari bahan polyester

Berikut bebrapa macam webbing sling berdasarkan bentuknya berikut dengan fungsinya dalam dunia rigging:

  • Endless webbing Sling: berbentuk bulat/melingkar sehingga tidak memiliki ujung. Jenis ini dipakai untuk lifting.
  • Eye webbing sling: mempunyai ujung dan bentuknya seperti chain dan wire rope sling yaitu pada kedua ujung dijahit hingga memiliki lingkaran kecil. Jenis ini dipakai untuk lashing dan lifting.
  • Round Webbing Sling: berbentuk bulat/melingkar yang dijahit dengan lapisan pembungkus dari material sejenis. Jenis ini dipakai untuk lashing dan lifting.

Webbing sling ini juga merupakan salah satu alat kapal lho. Sebab dunia perkapalan memang erat kaitannya dengan dunia rigging. Jadi tidak heran alat ini banyak dipakai juga di kapal.

Tips Pasang Kenter Jangkar Kapal

Semuanya tentu tahu dong apa itu jangkar? Oh yang suka buat diadu itu. Bukan! Itu jangkrik. Jangkar merupakan alat yang dipakai di kapal sebagai penambat atau pemberat agar kapal tidak kemana-kemana saat kena angin atau gelombang.

Jangkar sebenarnya merupakas satu kesatuan perangkat. Maksudnya adalah jangkar memiliki beberapa bagian atau aksesoris yang berfungsi untuk membantu kerjanya sebagai penambat kapal. Nah, salah satunya adalah kenter jangkar kapal. Alat ini memiliki peranan penting dalam fungsi jangkar. Oleh karena itu tidak bisa asal pasang yah. Berikut beberapa tips pasang kenter jangkar kapal yang benar ya. Eh tapi sebelumnya yuk kenalan dulu dengan kenter jangkar.

Apa Itu Kenter Jangkar Kapal

Seperti sudah dulas di atas kenter jangkar merupakan salah satu part atau aksesoris dari jangkar. Bentuk alat ini elips atau bulat lonjong yang memiliki sambungan atau stud pada bagian tengahnya.

Kenter jangkar berfungsi sebagai penyambung atau penghubung antar rantai jangkar atau ranti jangkar dengan shackle jangkar. Stud pada bagian tengah alat ini berfungsi agar rantai yang dihubungkan oleh kenter tidak twist atau tidak mudah berputar dan terlilit saat digunakan.

Kenter jangkar bukan sebuah alat atau benda yang utuh. Alat ini terdiri dari empat bagian. Kenapa dibagi-bagi? Sebab jika alat ini merupakan benda yang utuh atau kaku, bagaimana caranya supaya bisa menyambungkan antar rantai atau rantai dengan shackle? Keempat bagian dari alat ini dapat dilepas atau dipisah-pisah. Oleh karena bisa lepas-lepas bagiannya, maka alat ini menjadi fleksibel dalam penggunaanya.

Gambar di atas menunjukan bagian-bagian dari kenter jangkar. Alat ini dapat dibagi dala empat bagian yaitu:

  • Bagian A yaitu taper pin dan lead pellet
  • Bagian B yaitu stud atau center chock
  • Bagian C dan D yaitu shackle kenter halves

Tips Pasang Kenter Jangkar Kapal

Perlu diingat bahwa kenter jangkar tidak bisa asal dipasang atau dilepas. Proses pemasangan atau pelepasan alat ini secara tidak benar akan dapat mengakibatkan kerusakan pada alat ini. Berikut beberapa tips memasang kenter jangkar kapal:

  1. Bagian A merupakan bagian pertama yang dilepaskan. Caranya yaitu dengan didorong menggunakan palu dan besi kecil panjang (seperti paku atau sejenisnya).
  2. Kemudian, bagian B diketok palu atau alat pemukul lainnya secara perlahan agar dapat terlepas.  
  3. Bagian C dan D kemudian dilepaskan denngan cara dipukul juga secara perlahan menggunakan palu dari arah samping. Arah nya harus sesuai dengan petunjuk.
  4. Kemudian kaitkan ujung rantai, swivel, atau shackle jangkar ke bagian C dan D. Lalu satukan kedua bagian tersebut.
  5. Pukul kembali kedua bagian tersebut secara perlahan agar dapat disatukan atau dikunci lagi.
  6. Lalu, pasang kembali stud atau bagian B pada bagian tengah sesuai tempatnya.
  7. Untuk mengunci semua bagian yang telah terpasang, pasang kembali taper pin dan lead pellet (bagian A).
  8. Lem atau perekat seperti wirelock, dapat digunakan untuk membuat sambungan di bagian A menjadi lebih kuat.

Yuk simak video berikut ini untuk lebih jelasnya ya.

Apa Itu Chain Block?

Kita tentu tidak asing dengan rantai bukan? Rantai atau chain dapat kita temukan dengan mudah dalam kehidupan sehari-sehari. Rantai dipakai dalam implementasi berbagai tugas atau pekerjaan. Nah, di dunia industri dikenal dengan istilah chain block. Apa Itu chain block?

Yuk Mengenal Apa Itu Chain Block

Chain block (hand chain hoist) adalah mekanisme angkut manual sederhana yang menggunakan rantai atau chain sebagai alat utama dan beberapa alat lain seperti puley (roll), roda gerigi (gear), dan pengait (hook block). Chain block adalah salah satu alat rigging serta alat kapal yang cukup populer digunakan.

Komponen Chain Block

Chain block dibuat untuk mampu mengangkat sejumlah alat besar dan berat yang dapat diangkat. Perangkat ini dibuat dari baja tahan lama dan bermutu tinggi agar mempunyai tingkat keamanan dan keandalan yang tinggi saat digunakan mengangkat beban berat hingga beberapa ton.
Umumnya, chain block dibagi dalam tiga kategori komponen yaitu: lifting chain dan hand chain, lifting mechanism, serta kait.

  • Hand chain dan lifting chain merupakan dua loop rantai pada chain block. Hand chain dipasang pada roda di lifting mechanism. Komponen ini ditarik dengan tangan untuk mengangkat beban pada saat proses angkat. Ada roda di dalam Lifting mechanism yang mempunyai kantong khusus. Fungsinya untuk memungkinkan hand chain dapat menggerakkan roda. Lifting chain juga berfungsi untuk memutar lifting mechanism. Pada bagian ujung rantai terdapat kait yang berfungsi sebagai tempat mengait lifting chain atau sling.
  • Kait juga dipasang di bagian atas chain block. Fungsinya untuk mengaitkan chain block ke penahan beban seperti langit-langit, sistem troli, atau konstruksi lain yang kuat. Umumnya kait yang dipakai adalah kait yang dapat berputar 360 derajat agar lebih mudah dipasang dan fleksibel saat dipakai.
  • Lifting mechanism merupakan komponen yang terdiri dari beberapa alal yaitu roda gigi, gandar, poros penggerak, roda gigi, dan sprocket. Terdapat rem rantai pada semua chain block yang berfungsi untuk mencegah beban tidak jatuh saat dioperasikan.

Penggunaan Chain Block

Chain block merupakan perangkat yang berukuran relatif sederhana sehingga cocok untuk berbagai jenis pengangkatan. Alat ini memiliki nilai beban angkat yang beragam, mulai dari 0,5 ton hingga puluhan ton. Pada umumnya perangkat ini dipakai pada pengangkatan rendah. Selain itu, juga dapat digunakan dengan hand overhead crane, fixed hoist crane dengan rel tunggal kecil dan lain-lain