Shackle Jangkar, Fungsi dan Jenisnya

Shackle Jangkar

Sistem penjangkaran, terutama pada kapal besar, tidak sesederhana menurunkan rantai beserta jangkarnya. Terdapat beberapa aksesoris jangkar yang punya peran masing-masing dalam memaksimalkan penambatan kapal. Salah satu aksesoris jangkar akan dibahas kali ini yaitu shackle jangkar.

Fungsi Shackle Jangkar

Shackle alias segel jangkar memiliki fungsi yang penting dalam peran penjangkaran. Rekan-rekan yang bekerja di kapal tentu paham pentingnya alat ini.

Secara garis besar, alat ini berfungsi sebagai penghubung antar dua jenis aksesoris jangkar. Contohnya menyambungkan antara rantai jangkar, dan menyambungkan antara rantai jangkar dan jangkar. Shackle  terbuat dari besi baja dengan angka breaking load yang tinggi sehingga kuat dipakai menjadi sambungan baik rantai maupun dengan jangkar.

Kalian perlu memahami betapa pentinganya fungsi dari segel jangkar. Tanpa alat ini atau bila ada kerusakan pada alat ini, maka dapat menyebabkan gagalnya sistem penjangkaran yang berimbas pada keselamatan pelayaran serta kerugian material. Contoh, putusnya alat ini yang disebabkan oleh pemilihan shackle yang tidak sesua dengan kebutuhan dapat menyebabkan jatuhnya jangkar ke dasar laut. Tanpa jangkar jelas kapal tidak akan bisa ditambatkan. Dengan demikian kapal akan mudah dibawa arus atau angin yang kencang.

Jenis Shackle Jangkar

Secara umum segel jangkar terdiri dari dua jenis yaitu joining shackle dan kenter shackle. Keduanya memiliki fungsi umum yang sama sebagaimana kita bahas di atas. Namun, keduanya memiliki bentuk dan melakukan peran yang berbeda.

Kita mulai dari bentuknya ya. Joining shackle berbentuk seperti huruf “D” atau bentuk omega. Huruf D tersebut sesungguhnya terdiri dari dua bagian komponen yaitu komponen yang berbentuk huruf “U” dan komponen pengunci yang berbentuk huruf “I”. Saat kedua komponen disatukan keduanya akan berbentuk huruf D.

Kenter shackle berbentuk seperti angka “8” (delapan) yang oval pada bagian luarnya. Jadi terlihat seperti bentuk elips yang memiliki dua lubang. Sama seperti joining shackle, kenter juga dapat dibongkar pasang.

Kenter shackle berfungsi sebagai penghubung atau menjadi sambungan antara satu rantai jangkar dengan rantai jangkar lainnya. Kenapa butuh kenter shackle? Kenapa dari awal tidak langsung dibelikan saja rantai jangkar dengan ukuran yang sesuai kebutuhan? Jawabannya adalah karena rantai jangkar dijual dalam satuan length, yaitu 27,5 meter. Sementara kebutuhan panjang jangkar tiap kapal berbeda-beda. Oleh panjang rantai jangkar dapat disesuaikan dengan cara menggabungkan beberapa length rantai jangkar.  

Joining shackle pada umumnya punya mempunyai dua fungsi. Pertama, sebagai penghubung atau penyambung antar rantai jangkar dan kedua, sebagai penyambung antara jangkar dengan rantai jangkar.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor jangkar kapal dan aksesoris jangkar kapal seperti rantai jangkar, swivel atau kili-kili, shackle, kenter jangkar, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. 

Kami juga merupakan distributor alat kapal, alat safety kapal, alat rigging, alat lifting, tali mooring, tali tambang, wire rope, webbing sling, dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp atau (021) 690 530 atau email ke info@velascoindonesia.com

Tips Memilih Shackle Alat Lifting Serbaguna

Tips Memilih Shackle

Shackle adalah sebuah alat bantu yang berguna untuk menghubungkan beberapa alat lifting, misalnya rantai dengan rantai, atau antara rantai jangkar dengan jangkarnya. Mengingat shackle punya banyak sekali jenis, maka penting untuk mengetahui bagaimana tips memilih shackle yang baik dan benar.

Shackle terbuat dari berbagai jenis bahan, contohnya adalah alloy steel, carbon steel, mild steel, dan stainless steel tipe 304 & 316. Bahan-bahan ini teruji memiliki ketahanan yang tinggi sehingga tidak mudah patah.

Shackle punya bentuk seperti huruf “D” atau seperti simbol omega (atau tapal kuda). Namun demikian alat ini sebenarnya tersusun dari dua bagian yang bisa dibongkar pasang yaitu bagian “U” shape-nya dan bagian pengunci atau pin yang berbentuk huruf “I”.

Tips Memilih Shackle

Di pasaran banyak menawarkan berbagai produk shackle. Untuk memudahkan kalian memilih shackle yang tepat, berikut beberapa tips dalam memilih shackle:

  1. Pilih shackle yang sesuai dengan kebutuhan. Beban yang hendak diangkut, lokasi penggunaan shackle (apakah di laut lepas atau bukan), adalah beberapa contoh faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih shackle. Bacalah spesifikasi tentang ukuran dan kekuatan shackle sebelum membeli. 
  2. Pilih produk shackle yang menyertakan sertifikat peralatan. Sertifikasi ini penting sebab merupakan tanda kualitas suatu perangkat telah sesuai dengan standar-standar yang telah disepakati baik nasional maupun internasional.
  3. Pilih shackle dari distributor alat industri dan perkapalan yang tepat. Caranya yaitu, perhatikanlah riwayat penjualan distributor tersebut. Distributor yang berkualitas tentunya memiliki banyak riawayat penjualan yang disertai dengan testimoni yang baik dari para pelanggannya.
  4. Pastikan shackle yang kalian pilih mempunyai garansi dari distributor.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA jual berbagai alat lifting seperti shackle, wire rope sling, webbing sling, chain sling, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. 

Kami juga merupakan distributor alat kapal, alat safety kapal, alat lifting, tali mooring, tali tambang, dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp atau (021) 690 530 atau email ke info@velascoindonesia.com

Fungsi Webbing Sling di Dunia Rigging

Teman-teman tahu apa itu rigging? Atau, kenal tidak dengan alat atau perangkat yang disebut webbing sling? Keduanya berkaitan lho. Bagi teman-temanyang bekerja di industri konstruksi atau yang berkaitan dengan alat atau benda atau barang-barang berat harusnya tahu ya kedua hal tersebut.

Rigging dan Alat Rigging

Ok. Pertama, apa itu ringing? Rigging adalah suatu cara, pekerjaan atau metoda yang berkaitan dengan penanganan terhadap benda, barang atau material besar dan berat dengan menggunakan berbagai macam jenis tali seperti serat sintetik, tali serat baja, rantai maupun sling. Cara, pekerjaan atau metode yang dimaksud itu yaitu lashing, lifting, mooring, towing dan sejenisnya.

Dalam melakukan rigging tentunya butuh peralatan pendukung yang disebut alat rigging. Alat rigging pada umunya dikenal juga sebagai alat bantu ataupun aksesoris. Salah satu alat rigging adalah webbing sling.

Selain webbing sling, terdapat dua jenis sling yang sudah dikenal dalam dunia rigging yaitu chain sling dan wire rope sling. Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan karateristik material dan bentuknya.

Apa sih fungsi webbing sling di dunia rigging? Yuk, kenali fungsi webbing sling di dunia rigging melalui artikel singkat berikut!

Jenis dan Fungsi Webbing Sling

Seperti sling pada umumnya dalam dunia rigging, webbing sling berfungsi sebagai tali penghubung atau pengait yang dipasang untuk mengikat barang, alat atau beban saat lashing, lifting, mooring, towing dan sejenisnya. Itu fungsi umumnya ya. Fungsi khusus atau spesifiknya begantung pada karateristik material dan bentuk webbing sling.

Berdasarkan bahan pembuatannya, webbing sling dapat dibagi dalam beberapa macam yaitu:

  • Webbing sling kevlar terbuat dari bahan kevlar
  • Webbing sling nilon terbuat dari bahan nilon
  • Webbing sling polypropylene: terbuat dari bahan polyproylene
  • Webbing sling polyester terbuat dari bahan polyester

Berikut bebrapa macam webbing sling berdasarkan bentuknya berikut dengan fungsinya dalam dunia rigging:

  • Endless webbing Sling: berbentuk bulat/melingkar sehingga tidak memiliki ujung. Jenis ini dipakai untuk lifting.
  • Eye webbing sling: mempunyai ujung dan bentuknya seperti chain dan wire rope sling yaitu pada kedua ujung dijahit hingga memiliki lingkaran kecil. Jenis ini dipakai untuk lashing dan lifting.
  • Round Webbing Sling: berbentuk bulat/melingkar yang dijahit dengan lapisan pembungkus dari material sejenis. Jenis ini dipakai untuk lashing dan lifting.

Webbing sling ini juga merupakan salah satu alat kapal lho. Sebab dunia perkapalan memang erat kaitannya dengan dunia rigging. Jadi tidak heran alat ini banyak dipakai juga di kapal.

Apa Itu Chain Block?

Kita tentu tidak asing dengan rantai bukan? Rantai atau chain dapat kita temukan dengan mudah dalam kehidupan sehari-sehari. Rantai dipakai dalam implementasi berbagai tugas atau pekerjaan. Nah, di dunia industri dikenal dengan istilah chain block. Apa Itu chain block?

Yuk Mengenal Apa Itu Chain Block

Chain block (hand chain hoist) adalah mekanisme angkut manual sederhana yang menggunakan rantai atau chain sebagai alat utama dan beberapa alat lain seperti puley (roll), roda gerigi (gear), dan pengait (hook block). Chain block adalah salah satu alat rigging serta alat kapal yang cukup populer digunakan.

Komponen Chain Block

Chain block dibuat untuk mampu mengangkat sejumlah alat besar dan berat yang dapat diangkat. Perangkat ini dibuat dari baja tahan lama dan bermutu tinggi agar mempunyai tingkat keamanan dan keandalan yang tinggi saat digunakan mengangkat beban berat hingga beberapa ton.
Umumnya, chain block dibagi dalam tiga kategori komponen yaitu: lifting chain dan hand chain, lifting mechanism, serta kait.

  • Hand chain dan lifting chain merupakan dua loop rantai pada chain block. Hand chain dipasang pada roda di lifting mechanism. Komponen ini ditarik dengan tangan untuk mengangkat beban pada saat proses angkat. Ada roda di dalam Lifting mechanism yang mempunyai kantong khusus. Fungsinya untuk memungkinkan hand chain dapat menggerakkan roda. Lifting chain juga berfungsi untuk memutar lifting mechanism. Pada bagian ujung rantai terdapat kait yang berfungsi sebagai tempat mengait lifting chain atau sling.
  • Kait juga dipasang di bagian atas chain block. Fungsinya untuk mengaitkan chain block ke penahan beban seperti langit-langit, sistem troli, atau konstruksi lain yang kuat. Umumnya kait yang dipakai adalah kait yang dapat berputar 360 derajat agar lebih mudah dipasang dan fleksibel saat dipakai.
  • Lifting mechanism merupakan komponen yang terdiri dari beberapa alal yaitu roda gigi, gandar, poros penggerak, roda gigi, dan sprocket. Terdapat rem rantai pada semua chain block yang berfungsi untuk mencegah beban tidak jatuh saat dioperasikan.

Penggunaan Chain Block

Chain block merupakan perangkat yang berukuran relatif sederhana sehingga cocok untuk berbagai jenis pengangkatan. Alat ini memiliki nilai beban angkat yang beragam, mulai dari 0,5 ton hingga puluhan ton. Pada umumnya perangkat ini dipakai pada pengangkatan rendah. Selain itu, juga dapat digunakan dengan hand overhead crane, fixed hoist crane dengan rel tunggal kecil dan lain-lain

Fungsi Chain Block di Dunia Rigging

Mengangkat beban dalam hitungan ton tentu tidak mudah, namun bukan berarti tidak mungkin dilakukan. Dengan alat chain block, kita dapat mengangkat beban beberapa ton secara manual. Secara sederhana, fungsi chain block adalah untuk menarik dan mengangkat barang super berat hingga 20 ton.

Untuk memungkinkan fungsi tersebut, alat rigging yang satu ini dibekali dengan komposisi katrol, gear (roda gerigi), rantai, dan terakhir ada hook di bagian ujung untuk dikaitkan dengan barang yang hendak diangkat. Ukuran chain block tidak terlalu besar, jadi fleksibel untuk dipindahkan ke beberapa tempat.

Fungsi Chain Block

Dengan fungsi tersebut, chain block (atau sering juga disebut dengan chain hoist) sangat banyak dipakai di dunia rigging. Rigging itu sendiri adalah kegiatan memindahkan barang berat dari satu titik ke titik lain. Karena barang yang diangkut berat, maka dibutuhkan alat rigging khusus. Misalnya ada crane, wire rope, dll. Nah, chain block adalah salah satu alat rigging yang banyak dipakai.

Jadi di dunia rigging, chain block digunakan untuk memindahkan barang-barang berat dalam ukuran kecil (misalnya karung beras, peti kemas kecil, dll) dari satu tempat ke tempat lain. Misalnya adalah dari gudang ke truk, atau dari truk ke kapal cargo, dll.

Chain block bekerja dengan prinsip katrol. Seperti yang dipelajari pada saat sekolah, sistem katrol memudahkan kita untuk mengangkat suatu barang yang berat jadi lebih ringan. Caranya adalah dengan membuat rangkaian tali (atau rantai) dan roda gerigi sedemikian rupa sehingga membuat beban yang diangkat jadi lebih ringan.

Demikian pula dengan chain block. Lebih jelasnya dapat dilihat pada video berikut ini.

Menggunakan chain block harus hati-hati. Karena kalau tidak, akan dapat membahayakan pemakainya dan merusak barang yang diangkut. Jadi sebelum memakai chain block, cek terlebih dahulu apakah komponen-komponennya dalam kondisi baik. Lalu pastikan juga barang yang diangkat tidak melebihi kapasitas maksimal dari chain block yang digunakan.

Tidak hanya itu, area di sekitar chain block juga harus kosong untuk memudahkan chain block menjalankan fungsinya dengan maksimal. Idealnya orang yang mengoperasikan alat ini sudah terlebih dahulu menjalani pelatihan supaya tahu mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Tali Tambang untuk Berbagai Industri

Tali Tambang

Hampir seluruh industri membutuhkan tali. Kalaupun dalam produksinya tidak menggunakan tali, tapi setidaknya tali dibutuhkan saat packing yaitu untuk mengikat barang. Tali yang banyak digunakan dalam industri adalah tali tambang.

 

Tali Tambang untuk Berbagai Industri

Tali yang satu ini memang bisa dibilang merupakan alat serbaguna. Bisa untuk mengangkat barang, mengikat barang, menarik barang, bisa juga sebagai alat keselamatan lho. Beberapa industri yang banyak menggunakan tali ini antara lain adalah industri logistik, pertambangan, migas, perkapalan, konstruksi, perikanan, dan masih banyak lagi.

 

Tali Tambang Apa Aja Sih yang Banyak Digunakan

Tentunya penggunaan tali di setiap industri berbeda-beda. Tali yang digunakan industri konstruksi belum tentu digunakan di industri perikanan. Ini dia beberapa jenis tali tambang yang sering digunakan.

Pertama, tali nilon. Tali ini dibuat dari serat sintetis yang namanya nilon. Talinya lentur tapi kuat, tahan juga terhadap gesekan, nilai breaking load-nya juga tinggi. Makanya tali ini sering jadi jagoan di dunia perkapalan, logistik, transportasi, otomotif, perikanan, konstruksi, dan masih banyak lagi.

Kedua, tali manila. Namanya diambil dari nama ibu kota Filipina. Sengaja demikian karena tali ini dibuat dari serat tanaman abacca, yaitu tanaman sejenis pisang yang tumbuh di Filipina. Permukaan tali ini kasar, serta nilai breaking load-nya cukup tinggi. Jadi tali ini juga banyak digunakan di berbagai industri seperti industri perkapalan.

Ketiga, tali polypropylene. Bingung menyebutnya? Sebut saja dia tali PP. Tali PP ini dibuat dari serat polypropylene itu. Ada 2 jenis tali PP, yaitu tali PP monofilament dan tali PP multifilament. Bedanya ada pada ukuran serat dan proses produksinya.

Terakhir adalah tali polyethylene. Sebut saja tali PE. Tali PE ini lebih lentur dan lebih ringan dari tali nilon, tapi breaking load-nya lebih rendah. Karena itu tali ini biasanya dipakai untuk pekerjaan yang ringan-ringan, misalnya packing, dibuat jala, dan lain-lain.

 

Di Mana Beli Tali Tambang Berkualitas dan Murah?

Pastikan dulu tali tambang seperti apa yang kamu butuhkan. Setelah itu, pilih distributor yang terpercaya, seperti PT Velasco Indonesia Persada. Perusahaan ini sudah berpengalaman menjual segala jenis tali sesuai kebutuhan Anda, tentunya dengan harga bersaing. Oh ya, setelah dibeli, jangan lupa untuk merawat tali tambang supaya awet ya!

 

Silahkan kontak PT Velasco Indonesia Persada, kami jual berbagai jenis tali tambang berkualitas dan murah, seperti tali manila, tali nilon, tali PE dan tali PP. Hubungi (021) 690 530 atau info@velascoindonesia.com. Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Tips Memilih Rantai Jangkar, Gimana Ya?

Tips Memilih Rantai Jangkar

Anda pasti sudah tahu dong kalau rantai jangkar sangat penting di kapal. Tapi sudah tahu belum rantai jangkar seperti apa yang paling pas buat kapal Anda? Apakah rantai biasa, atau rantai dengan stud link? Kali ini kami akan membahas tentang tips memilih rantai jangkar secara singkat namun jelas.

Tips Memilih Rantai Jangkar

Rantai jangkar tidak boleh asal pilih, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. Berikut kami berikan beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan agar dapat memilih rantai jangkar dengan baik dan sesuai kebutuhan.

  • Sesuaikan jenis rantai jangkar dengan alat penarik kapal (windlass) yang digunakan. Setiap windlass punya spesifikasi rantai kapal sendiri. Jadi perhatikan spesifikasi windlass dan cocokkan dengan rantai kapal yang hendak Anda pilih.
  • Pada umumnya, semakin tinggi angka grade atau tingkatan sebuah rantai jangkar, semakin tinggi juga holding power-nya. Dengan begitu bobot dari rantai tersebut pun semakin berat. Perhitungkan berat keseluruhan aksesoris jangkar yang digunakan (mulai dari windlass, rantai jangkar, kenter jangkar, shackle jangkar, swivel piece, hingga jangkar itu sendiri), harus sesuai dengan jenis kapal Anda.
  • Rantai jangkar yang terbuat dari stainless steel tampak lebih baik karena tahan karat. Namun, rantai jangkar dari bahan tersebut memiliki breaking point atau titik putus yang lebih rendah dari rantai jangkar jenis galvanized chain. Oleh karena itu sesuaikan rantai yang akan dipilih dengan kebutuhan kapal Anda.
  • Pilihlah distributor rantai jangkar yang bisa dipercaya. Seperti apa ciri-cirinya?
    • Menyertakan sertifikat peralatan. Sertifikat merupakan tanda bahwa kualitas alat itu sesuai dengan standar-standar yang telah disepakati oleh industri baik nasional maupun internasional.
    • Memiliki riwayat penjualan dan testimoni yang baik dari para pelanggannya.
    • Memberikan garansi untuk setiap produk yang dijualnya.
    • Memberikan pelayanan maksimal, seperti memberikan informasi yang jelas bagi pelanggannya di website resminya atau mudah dihubungi serta memiliki kantor pelayanan dengan alamat jelas.

Jenis dan Grade Rantai Jangkar

Setelah mengetahui tips memilih rantai jangkar, Anda perlu juga mengetahui beberapa jenis rantai jangkar. Rantai jangkar tiap kapal tentu berbeda, harus menyesuaikan dengan beberpa hal seperti ukuran kapal, bentuk kapal, dll. Berikut ini beberapa contoh jenis rantai jangkar yang umumnya dipakai.

  • Stud link anchor chain

Stud link anchor chain mempunyai bentuk yang berbeda dari rantai pada umumnya. Rantai jangkar yang satu ini berbentuk seperti angka delapan, dengan stud link atau penghubung pada bagian tengah mata rantainya. Jenis rantai ini memiliki 2 grade yaitu U2 dan U3.

  • Proof coil – G30

Proof coil – G30 umumnya ditandai dengan symbol pabrikan berupa tanda grade yaitu 3, 30, atau 300. Rantai jenis ini cocok digunakan pada kapal-kapal berukuran kecil.

  • BBB Anchor / Windlass Chain

BBB Anchor / Windlass Chain umumnya memiliki simbol pabrikan dan tanda grade yaitu 3B.

  • G4, G40, G43 – High Test

G4, G40, G43 – High Test umumnya memiliki simbol pabrikan dan tanda grade yaitu G4, G40, G43 atau G400.

  • G70 – Transport

Jenis rantai G70 – Transport umumnya memiliki simbol pabrikan dan tanda grade yaitu 7, 70 atau 700.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor jangkar kapal dan aksesoris jangkar kapal seperti rantai jangkar, swivel atau kili-kili, shackle, kenter jangkar, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. 

Kami juga merupakan distributor alat kapal, alat safety kapal, alat rigging, alat lifting, tali mooring, tali tambang, wire rope, webbing sling, dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp atau (021) 690 530 atau email ke info@velascoindonesia.com

Distributor Webbing Sling Terlengkap

Distributor Webbing Sling Terlengkap

Webbing sling merupakan alat bantu angkat yang biasa digunakan untuk menggantikan sling rantai atau sling kawat. Webbing sling terbuat dari bahan sintetis seperti nylon atau polyester yang dirancang untuk melakukan pekerjaan angkat berat. Webbing sling sering dikenal juga sebagai sling belt. PT Velasco Indonesia Persada merupakan distributor webbing sling terlengkap yang dapat Anda andalkan.

 

Distributor Webbing Sling Terlengkap

Webbing sling memiliki berbagai ragam jenis yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan Anda. Berikut ini berbagai jenis webbing sling berdasarkan jenis jahitan.

  1. Webbing sling jahitan pipih

Sesuai dengan namanya, webbing sling yang satu ini berbentuk pipih, tanpa ada lubang di bagian ujungnya.

 

  1. Webbing sling jahitan tabung

Berbeda dengan webbing sling jahitan pipih, webbing sling jahitan tabung ini memiliki lubang di bagian ujungnya sehingga membuat webbing sling berbentuk sebagai selongsong atau tabung. Nah, bagian selongsong tersebut diisi dengan tali, kawat, atau benda lain. Jadi fungsi webbing sling dengan jahitan tabung ini adalah untuk melindungi tali dan kawat tersebut dari gesekan, agar tidak mudah rusak.

 

Sementara jenis webbing sling berdasarkan bentuknya adalah sebagai berikut.

  1. Round webbing sling

Webbing sling jenis ini berbentuk bulat, tidak memiliki ujung. Round webbing sling kemudian terbagi menjadi beberapa jenis lagi berdasarkan working load limit-nya. Jenis-jenis tersebut dibedakan dengan warna dan jumlah jahitan garis di badannya.

 

  1. Eye webbing sling

Webbing sling yang satu ini memiliki ujung berbentuk mata (eye) pada setiap ujungnya. Fungsinya adalah untuk dikaitkan ke shackle atau alat lain. Sama seperti round webbing sling, eye webbing sling juga terbagi ke dalam banyak jenis berdasarkan kekuatan angkutnya.

 

Pastikan Beli Dari Distributor Webbing Sling Terlengkap

Apabila perusahaan Anda membutuhkan webbing sling, pastikan beli dari distributor webbing sling terlengkap. Sebab dengan demikian Anda dapat menyesuaikan webbing sling yang Anda beli dengan kebutuhan Anda. Jangan lupa juga untuk merawat webbing sling agar tahan lama dan titak membahayakan pekerja.

 

Silahkan kontak kami PT Velasco Indonesia Persada sebagai distributor webbing sling dan peralatan teknik lainnya seperti wire rope serta rantai baja dengan pelayanan terbaik. Hubungi (021) 690 530 atau info@velascoindonesia.com. Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Memahami Cara Kerja Webbing Sling

Cara Kerja Webbing Sling

Industri alat berat membutuhkan beragam alat untuk dapat memindahkan berbagai barang yang besar dan berat. Alat-alat tersebut antara lain adalah rantai, tali tambang, serta webbing sling. Setiap alat tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dalam artikel ini kita akan membahas tentang bagaimana cara kerja webbing sling.

 

Mengapa Penting Mengetahui Cara Kerja Webbing Sling?

Sebelum membahas hal tersebut, mari telebih dahulu mengenal apa itu webbing sling. Webbing adalah semacam sabuk yang dibentuk dari anyaman beberapa jenis benang seperti nylon, polyester, polypropylene, aramid polyamide, dll. Webbing sling merupakan webbing terdapat mata kait pada bagian ujungnya, tujuannya adalah untuk dikaitkan ke objek lain, untuk membantu proses memindahkan atau mengikat alat berat. Alat ini umumnya dipakai pada aplikasi lashing (mengikat barang), lifting (mengangkat barang), dan towing (menarik barang).

Ada 2 jenis webbing berdasarkan tipe jahitannya, yaitu webbing dengan jahitan pipih dan webbing dengan jahitan tabung. Kemudian terdapat 2 jenis webbing sling berdasarkan bentuk rangkaiannya, yaitu eye to eye webbing sling, dan round webbing sling.

Penting untuk mengetahui cara kerja webbing sling sebab dengan demikian, kita akan dapat memperoleh fungsi maksimal dari webbing sling dan webbing sling juga dapat terawat dengan baik.

 

Beginilah Cara Kerja Webbing Sling

Sederhananya, webbing sling bekerja dengan cara dikaitkan ke barang yang hendak diangkat. Namun terdapat beberapa metode dalam menggunakan webbing sling. Masing-masing metode, serta setiap tipe webbing sling memiliki kapasitasnya masing-masing dalam mengangkut barang. Karena itu sangat penting untuk mencari tahu kapasitas webbing sling sebelum menggunakan alat ini, sebab menggunakan webbing sling untuk mengangkut barang yang lebih berat dari kapasitasnya akan membuat webbing cepat rusak.

Berikut ini beberapa metode dalam menggunakan webbing sling dan besar kapasitas angkutnya.

 

Tips paling mudah untuk merawat webbing sling adalah dengan mempelajari dan memahami buku panduan yang biasanya disediakan produsen webbing sling tersebut. Ikutilah petunjuk yang ada, agar webbing sling yang Anda beli dapat awet dan berfungsi dengan maksimal.

Silahkan kontak kami PT Velasco Indonesia Persada sebagai distributor webbing sling dan peralatan teknik lainnya seperti wire rope serta rantai baja dengan pelayanan terbaik. Hubungi (021) 690 530 atau info@velascoindonesia.com. Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Merawat Webbing Sling Agar Awet

Merawat Webbing Sling

Dalam industri yang bersinggungan dengan alat berat, merawat alat sangatlah penting. Sebab selain agar alat dapat tahan lama, merawat alat perlu dilakukan untuk menjaga keselamatan penggunanya. Kali ini kami akan membahas tentang cara merawat webbing sling agar awet.

 

Pentingkah Merawat Webbing Sling?

Sangat penting! Sebab webbing sling digunakan untuk mengangkat barang berat. Lalai dalam merawat webbing sling dapat berakibat fatal yaitu kerusakan perangkat, hingga dapat merusak barang yang diangkut, serta membahayakan keselamatan pekerja. Bayangkan apa yang akan terjadi bila tiba-tiba webbing sling rusak saat mengangkat barang berat, kemudian barang tersebut jatuh menimpa pekerja.

 

Cara Merawat Webbing Sling

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merawat webbing sling adalah sebagai berikut:

  1. Webbing sling harus terhindar dari bahan kimia yang dapat menimbulkan reaksi dan merusak. Contohnya, webbing sling yang terbuat dari bahan nylon akan rusak jika terkena klorin.
  2. Saat webbing sling kotor karena terkena pasir atau debu, sling dapat dibersihkan menggunakan alat gosok ringan seperti kuas dan menggunakan semprotan air serta penyedot debu.
  3. Jika webbing sling kena noda, sling dapat dibersihkan dengan menggunakan sikat dan bilasan air.
  4. Hindari penggunaan alat pembersih yang kasar sebab dapat merusak benang-benang sintetis pada webbing sling. Sebaiknya gunakan alat pembersih seperti sponge.
  5. Hindari penggunaan air bertekanan tinggi terlebih yang melebihi load level dari webbing sling.
  6. Setelah dibersihkan dengan air, proses pengeringan sebaiknya digunakan secara manual atau menggunakan tangan.
  7. Perhatikan batasan temperatur atau suhu tempat penyimpanan webbing sling. Webbing sling yang terbuat dari nylon harus disimpan di tempat yang bersuhu tidak lebih dari 200 derajat Fahrenheit. Sling yang terbuat dari serat aramid harus disimpan di tempat yang bersuhu tidak lebih dari 320 derajat Fahrenheit.
  8. Lakukan pemerikasaan atau inspeksi secara berkala. Waktu inspeksi dapat diatur setahun sekali, per empat bulan, setiap bulan atau sesuai rekomendasi dari ahlinya. Kondisi webbing sling harus tercatat atau terdokumentasi dengan lengkap dan jelas setiap kali inspeksi dilakukan.

 

 

Silahkan kontak kami PT Velasco Indonesia Persada sebagai distributor webbing sling dan peralatan teknik lainnya seperti wire rope serta rantai baja dengan pelayanan terbaik. Hubungi (021) 690 530 atau info@velascoindonesia.com. Atau lihat produk kami lainnya di sini.