Tali Tambang untuk Berbagai Industri

Tali Tambang

Hampir seluruh industri membutuhkan tali. Kalaupun dalam produksinya tidak menggunakan tali, tapi setidaknya tali dibutuhkan saat packing yaitu untuk mengikat barang. Tali yang banyak digunakan dalam industri adalah tali tambang.

 

Tali Tambang untuk Berbagai Industri

Tali yang satu ini memang bisa dibilang merupakan alat serbaguna. Bisa untuk mengangkat barang, mengikat barang, menarik barang, bisa juga sebagai alat keselamatan lho. Beberapa industri yang banyak menggunakan tali ini antara lain adalah industri logistik, pertambangan, migas, perkapalan, konstruksi, perikanan, dan masih banyak lagi.

 

Tali Tambang Apa Aja Sih yang Banyak Digunakan

Tentunya penggunaan tali di setiap industri berbeda-beda. Tali yang digunakan industri konstruksi belum tentu digunakan di industri perikanan. Ini dia beberapa jenis tali tambang yang sering digunakan.

Pertama, tali nilon. Tali ini dibuat dari serat sintetis yang namanya nilon. Talinya lentur tapi kuat, tahan juga terhadap gesekan, nilai breaking load-nya juga tinggi. Makanya tali ini sering jadi jagoan di dunia perkapalan, logistik, transportasi, otomotif, perikanan, konstruksi, dan masih banyak lagi.

Kedua, tali manila. Namanya diambil dari nama ibu kota Filipina. Sengaja demikian karena tali ini dibuat dari serat tanaman abacca, yaitu tanaman sejenis pisang yang tumbuh di Filipina. Permukaan tali ini kasar, serta nilai breaking load-nya cukup tinggi. Jadi tali ini juga banyak digunakan di berbagai industri seperti industri perkapalan.

Ketiga, tali polypropylene. Bingung menyebutnya? Sebut saja dia tali PP. Tali PP ini dibuat dari serat polypropylene itu. Ada 2 jenis tali PP, yaitu tali PP monofilament dan tali PP multifilament. Bedanya ada pada ukuran serat dan proses produksinya.

Terakhir adalah tali polyethylene. Sebut saja tali PE. Tali PE ini lebih lentur dan lebih ringan dari tali nilon, tapi breaking load-nya lebih rendah. Karena itu tali ini biasanya dipakai untuk pekerjaan yang ringan-ringan, misalnya packing, dibuat jala, dan lain-lain.

 

Di Mana Beli Tali Tambang Berkualitas dan Murah?

Pastikan dulu tali tambang seperti apa yang kamu butuhkan. Setelah itu, pilih distributor yang terpercaya, seperti PT Velasco Indonesia Persada. Perusahaan ini sudah berpengalaman menjual segala jenis tali sesuai kebutuhan Anda, tentunya dengan harga bersaing. Oh ya, setelah dibeli, jangan lupa untuk merawat tali tambang supaya awet ya!

 

Silahkan kontak PT Velasco Indonesia Persada, kami jual berbagai jenis tali tambang berkualitas dan murah, seperti tali manila, tali nilon, tali PE dan tali PP. Hubungi (021) 690 530 atau info@velascoindonesia.com. Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Distributor Webbing Sling Terlengkap

Distributor Webbing Sling Terlengkap

Webbing sling merupakan alat bantu angkat yang biasa digunakan untuk menggantikan sling rantai atau sling kawat. Webbing sling terbuat dari bahan sintetis seperti nylon atau polyester yang dirancang untuk melakukan pekerjaan angkat berat. Webbing sling sering dikenal juga sebagai sling belt. PT Velasco Indonesia Persada merupakan distributor webbing sling terlengkap yang dapat Anda andalkan.

 

Distributor Webbing Sling Terlengkap

Webbing sling memiliki berbagai ragam jenis yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan Anda. Berikut ini berbagai jenis webbing sling berdasarkan jenis jahitan.

  1. Webbing sling jahitan pipih

Sesuai dengan namanya, webbing sling yang satu ini berbentuk pipih, tanpa ada lubang di bagian ujungnya.

 

  1. Webbing sling jahitan tabung

Berbeda dengan webbing sling jahitan pipih, webbing sling jahitan tabung ini memiliki lubang di bagian ujungnya sehingga membuat webbing sling berbentuk sebagai selongsong atau tabung. Nah, bagian selongsong tersebut diisi dengan tali, kawat, atau benda lain. Jadi fungsi webbing sling dengan jahitan tabung ini adalah untuk melindungi tali dan kawat tersebut dari gesekan, agar tidak mudah rusak.

 

Sementara jenis webbing sling berdasarkan bentuknya adalah sebagai berikut.

  1. Round webbing sling

Webbing sling jenis ini berbentuk bulat, tidak memiliki ujung. Round webbing sling kemudian terbagi menjadi beberapa jenis lagi berdasarkan working load limit-nya. Jenis-jenis tersebut dibedakan dengan warna dan jumlah jahitan garis di badannya.

 

  1. Eye webbing sling

Webbing sling yang satu ini memiliki ujung berbentuk mata (eye) pada setiap ujungnya. Fungsinya adalah untuk dikaitkan ke shackle atau alat lain. Sama seperti round webbing sling, eye webbing sling juga terbagi ke dalam banyak jenis berdasarkan kekuatan angkutnya.

 

Pastikan Beli Dari Distributor Webbing Sling Terlengkap

Apabila perusahaan Anda membutuhkan webbing sling, pastikan beli dari distributor webbing sling terlengkap. Sebab dengan demikian Anda dapat menyesuaikan webbing sling yang Anda beli dengan kebutuhan Anda. Jangan lupa juga untuk merawat webbing sling agar tahan lama dan titak membahayakan pekerja.

 

Silahkan kontak kami PT Velasco Indonesia Persada sebagai distributor webbing sling dan peralatan teknik lainnya seperti wire rope serta rantai baja dengan pelayanan terbaik. Hubungi (021) 690 530 atau info@velascoindonesia.com. Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Memahami Cara Kerja Webbing Sling

Cara Kerja Webbing Sling

Industri alat berat membutuhkan beragam alat untuk dapat memindahkan berbagai barang yang besar dan berat. Alat-alat tersebut antara lain adalah rantai, tali tambang, serta webbing sling. Setiap alat tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dalam artikel ini kita akan membahas tentang bagaimana cara kerja webbing sling.

 

Mengapa Penting Mengetahui Cara Kerja Webbing Sling?

Sebelum membahas hal tersebut, mari telebih dahulu mengenal apa itu webbing sling. Webbing adalah semacam sabuk yang dibentuk dari anyaman beberapa jenis benang seperti nylon, polyester, polypropylene, aramid polyamide, dll. Webbing sling merupakan webbing terdapat mata kait pada bagian ujungnya, tujuannya adalah untuk dikaitkan ke objek lain, untuk membantu proses memindahkan atau mengikat alat berat. Alat ini umumnya dipakai pada aplikasi lashing (mengikat barang), lifting (mengangkat barang), dan towing (menarik barang).

Ada 2 jenis webbing berdasarkan tipe jahitannya, yaitu webbing dengan jahitan pipih dan webbing dengan jahitan tabung. Kemudian terdapat 2 jenis webbing sling berdasarkan bentuk rangkaiannya, yaitu eye to eye webbing sling, dan round webbing sling.

Penting untuk mengetahui cara kerja webbing sling sebab dengan demikian, kita akan dapat memperoleh fungsi maksimal dari webbing sling dan webbing sling juga dapat terawat dengan baik.

 

Beginilah Cara Kerja Webbing Sling

Sederhananya, webbing sling bekerja dengan cara dikaitkan ke barang yang hendak diangkat. Namun terdapat beberapa metode dalam menggunakan webbing sling. Masing-masing metode, serta setiap tipe webbing sling memiliki kapasitasnya masing-masing dalam mengangkut barang. Karena itu sangat penting untuk mencari tahu kapasitas webbing sling sebelum menggunakan alat ini, sebab menggunakan webbing sling untuk mengangkut barang yang lebih berat dari kapasitasnya akan membuat webbing cepat rusak.

Berikut ini beberapa metode dalam menggunakan webbing sling dan besar kapasitas angkutnya.

 

Tips paling mudah untuk merawat webbing sling adalah dengan mempelajari dan memahami buku panduan yang biasanya disediakan produsen webbing sling tersebut. Ikutilah petunjuk yang ada, agar webbing sling yang Anda beli dapat awet dan berfungsi dengan maksimal.

Silahkan kontak kami PT Velasco Indonesia Persada sebagai distributor webbing sling dan peralatan teknik lainnya seperti wire rope serta rantai baja dengan pelayanan terbaik. Hubungi (021) 690 530 atau info@velascoindonesia.com. Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Merawat Webbing Sling Agar Awet

Merawat Webbing Sling

Dalam industri yang bersinggungan dengan alat berat, merawat alat sangatlah penting. Sebab selain agar alat dapat tahan lama, merawat alat perlu dilakukan untuk menjaga keselamatan penggunanya. Kali ini kami akan membahas tentang cara merawat webbing sling agar awet.

 

Pentingkah Merawat Webbing Sling?

Sangat penting! Sebab webbing sling digunakan untuk mengangkat barang berat. Lalai dalam merawat webbing sling dapat berakibat fatal yaitu kerusakan perangkat, hingga dapat merusak barang yang diangkut, serta membahayakan keselamatan pekerja. Bayangkan apa yang akan terjadi bila tiba-tiba webbing sling rusak saat mengangkat barang berat, kemudian barang tersebut jatuh menimpa pekerja.

 

Cara Merawat Webbing Sling

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merawat webbing sling adalah sebagai berikut:

  1. Webbing sling harus terhindar dari bahan kimia yang dapat menimbulkan reaksi dan merusak. Contohnya, webbing sling yang terbuat dari bahan nylon akan rusak jika terkena klorin.
  2. Saat webbing sling kotor karena terkena pasir atau debu, sling dapat dibersihkan menggunakan alat gosok ringan seperti kuas dan menggunakan semprotan air serta penyedot debu.
  3. Jika webbing sling kena noda, sling dapat dibersihkan dengan menggunakan sikat dan bilasan air.
  4. Hindari penggunaan alat pembersih yang kasar sebab dapat merusak benang-benang sintetis pada webbing sling. Sebaiknya gunakan alat pembersih seperti sponge.
  5. Hindari penggunaan air bertekanan tinggi terlebih yang melebihi load level dari webbing sling.
  6. Setelah dibersihkan dengan air, proses pengeringan sebaiknya digunakan secara manual atau menggunakan tangan.
  7. Perhatikan batasan temperatur atau suhu tempat penyimpanan webbing sling. Webbing sling yang terbuat dari nylon harus disimpan di tempat yang bersuhu tidak lebih dari 200 derajat Fahrenheit. Sling yang terbuat dari serat aramid harus disimpan di tempat yang bersuhu tidak lebih dari 320 derajat Fahrenheit.
  8. Lakukan pemerikasaan atau inspeksi secara berkala. Waktu inspeksi dapat diatur setahun sekali, per empat bulan, setiap bulan atau sesuai rekomendasi dari ahlinya. Kondisi webbing sling harus tercatat atau terdokumentasi dengan lengkap dan jelas setiap kali inspeksi dilakukan.

 

 

Silahkan kontak kami PT Velasco Indonesia Persada sebagai distributor webbing sling dan peralatan teknik lainnya seperti wire rope serta rantai baja dengan pelayanan terbaik. Hubungi (021) 690 530 atau info@velascoindonesia.com. Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Sarung Tangan Safety Melindungi Anda

Fungsi Sarung Tangan safety

sarung tangan safety

  1. Pengertian :

Sarung tangan ( glove ) merupakan salah satu kebutuhan di dalam bidang kerja. Alat ini berguna untuk melindungi tangan dari benda-benda tajam dan mencegah cidera saat sedang kerja, ketika memilih glove ada beberapa faktor yang harus di pertimbangkan antara lain bahaya terpapar, benda yang dihadapi / dikerjakan apakah bahan korosif, panas, dingin, tajam atau kasar karena alat pelindung tangan berbeda-beda dapat terbuat dari karet, kulit maupun kain katun.

  1. Manfaat / Fungsi :

Berguna sebagai alat pelindung tangan ketika bekerja di tempat atau kondisi yang bisa mengakibatkan cedera tangan. Bahan dan bentuk sarung tangan di sesuaikan dengan fungsi masing-masing pekerjaan.

3. Macam-macam Model / Jenis Sarung Tangan safety :

  • Leather gloves, berfungsi untuk perlindungan dari permukaan kasar
  • Vinyl dan Neoprene gloves, untuk melindungi tangan dari bahan kimia
  • Rubber gloves, untuk melindungi tangan dari listrik
  • Padded cloth gloves, untuk melindungi tangan dari benda tajam, bergelombang atau kotor
  • Heat resistant gloves, untuk melindungi dari panas dan api
  • Latex disposable gloves, melindungi tangan dari bakteri dan kuman
  • Metal mesh gloves, melindungi tangan dari benda tajam
  1. Bahan Sarung tangan :
  • Polyvinyl klorida dan plasticizer (plastik PBC).
  • Karet alam yang berasal dari pohon karet.
  • Dari bahan sintesis.
  • Dari bahan tekstil.
  1. Cara memilih Sarung tangan yang benar dan baik :
  • Pilih glove dari bahan yang berkualitas tinggi.
  • Pilih ukuran glove yang pas dengan ukuran tangan Anda.
  • Periksa kerapian jahitan, karena akan melindungi tangan pemakai dari cedera atau lecet akibat gesekan.
  • Pilih sarung tangan yang sesuai dengan kegunaannya seperti sarung tangan untuk kerja atau berkendara, baik jenis bahan dan bentuknya.
  • Perhatikan bantalan pada permukaan telapak tangan pastikan cukup aman dan kuat.
  • Pastikan juga glove yang anda pilih nyaman untuk dikenakan. lalu coba gerakan seluruh jari-jari anda dan pastikan tangan anda tidak sakit karena terjepit oleh jahitan pada sambungan
  • Lebih baik memilih glove penuh sampai menutupi pergelangan tangan agar tangan dapat terlindung dengan maksimal.
  1. Kelebihan dan Kekurangan Sarung Tangan :

Kelebihan :

Glove yang dibuat dari bahan sintesis memiliki daya tahan yang lebih lama dari jenis sarung tangan yang lain. Glove Sintetis memberi perlindungan lebih baik terhadap bahan kimia dan biohazard. Glove sintesis ini juga lebih tahan terhadap objek tajam dan sulit sobek.

Kekurangan :

Kekurangan pada Glove sintesis yakni tidak biodegradable.

Biodegradable yaitu sampah yang dapat diuraikan dengan sempurna oleh proses biologi baik aerob maupun anaerob.

  1. Akibat jika tidak memakai sarung tangan saat bekerja :

Apabila tidak menggunakan Glove ketika mengangkat barang berbahaya yang tajam, kasar, licin, atau bergerigi dapat membahayakan. Ketika tidak memakai sarung tangan, dan tangan menggenggam suatu barang yang tajam, tangan bisa saja terkena goresan benda itu lalu berdarah. Bila benda itu licin, kemungkinan benda itu terjatuh dan akan menimpa kaki.

  1. Tips Merawat Sarung Tangan safety :
  • Taruh Sarung Tangan pada tempatnya seusai dipakai.
  • Bersihkan Sarung Tangan secara teratur.
  • Cek Sarung Tangan anda sebelum dikenakan untuk memastikan keamanan Sarung Tangandengan ada tidaknya kecacatan pada sarung tangan

Kunjungi website kami www.velascoindonesia.com untuk melihat semua produk kami. Jika ada pertanyaan lebih lanjut atau membutuhkan penawaran dapat menghubungi kami melalui email info@velascoindonesia.com

Alat Navigasi Kapal Laut dan Fungsinya

Alat Navigasi Kapal Laut

Banyaknya alat transportasi yang berkembang di Indonesia mendorong berkembangnya teknologi navigasi pada alat trasportasi tersebut. Tidak bisa dipungkiri bahwa alat navigasi kapal laut merupakan suatu yang paling penting. Alat navigasi kapal laut dalam menentukan arah kapal. Tanpa peralatan ini, perjalanan mengelilingi lautan, penerbangan, bahkan perjalanan darat akan sangat sulit untuk dilakukan. Zaman dulu navigasi kapal atau arah tujuan kapal dilakukan dengan melihat posisi benda-benda langit seperti matahari dan bintang-bintang dilangit. Hal ini tidak mungkin dilakukan jika misalnya langit sedang mendung atau cuaca sedang berkabut. Di zaman yang modern ini, telah ada alat navigasi kapal laut.

alat-navigasi-kapal-laut
Perkembangan teknologi navigasi pada awalnya dimulai dari peradaban bangsa Mesir dan India, kemudian teknologi navigasi berkembang pesat kesejumlah darah di belahan bumi dengan sangat cepat karena teknologi navigasi sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. Beberapa contoh dari alat navigasi ini adalah:
1. Kompas
kompas adalah salah satu alat navigasi yang mampu menentukan arah keberadaan seseorang dan mampu menunjukkan arah. Kompas dibuat menggunakan magnet dan paling sering digunakkan.
2. Peta
Peta merupakan perlengkapan utama dalam penggambaran dua dimensi yang digambar berdasarkan skala tertentu.
3. GPS
GPS telah lebih berkembang karena GPS dapat menunjukkan posisi dimana si pengguna berada dengan bantuan satelit luar angkasa.
4. Radar

Radar banyak digunakan untuk transportasi udara seperti pesawat terbang, karena sistem navigasi ini merupakan alat yang mampu mendeteksi sinyal gelombang radio berfrekuensi tinggi dan radar digunakan sebagai alat untuk mendeteksi keberadaan pesawat ketika sedang mengudara.

Velasco Indonesia tidak ketinggalan akan perkembangan teknologi-teknologi ini. Kami menyediakan berbagai alat navigasi kapal terbaru. Contoh beberapa alat yang kami jual adalah Marine Radar, Navigasi Satelit, IRS, Telegraf dan Marine VHF Radio, Echo Sounder, Automatic Tracking Aid dan masih banyak lagi.
Untuk mengetahui lebih jelas dengan produk lampu navigasi kapal dan produk-produk peralatan kapal lainnya, dapat mengunjungi www.velascoindonesia.com.
Jika ada yang ingin ditanyakan dengan lebih jelas, dapat menghubungi email yang telah kami sediakan:
cso@velascoindonesia.com.

Macam Wire Rope dan Fungsinya

Macam Wire rope berdasarkan Aplikasinya

Pembahasan ketiga adalah Macam Wire rope berdasarkan Aplikasinya. Wire rope berdasarkan Aplikasinya dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :

1. Wire Rope konstruksi Cross Lay yang cenderung kurang lentur

Aplikasi wire rope ini digunakan pada saat Towing dan Mooring, dimana dibutuhkan kekuatan terhadap gentakan

2. Wire Rope konstruksi Parallel Lay yang cenderung lebih lentur

Aplikasi wire rope ini digunakan pada saat Logging, Lifting, Rigging dan Gondola, dimana dibutuhkan kelenturan wire rope agar dapat mengatasi seringnya penekukan terhadap wire rope pada saat penggunaan di aplikasi ini.

3. Hyrope

Aplikasi wire rope ini digunakan pada saat Lifting yang butuh grade tinggi dan untuk Mining, dimana dibutuhkan kekuatan dan kelenturan pada wire rope dan ketahanan terhadap korosi dan abrasi pada saat penggunan di aplikasi ini.

macam wire rope

Kegunaan Wire Rope

Setelah kita tau apa itu wire rope dan apa saja macam dari wire rope itu sendiri, maka sekarang kita juga perlu tau kegunaan dari wire rope. Wire rope mempunyai peranan penting dalam industri khususnya industri alat berat, contohnya : industri perkapalan, Perikanan, Oil and Gas, dll

Saya akan membahas kegunaan wire rope pada masing-masing industri tersebut, yaitu dijelaskan dibawah ini :

1. Industri Perkapalan

– Wire rope digunakan sebagai komponen crane agar dapat beroprasi untuk mengangkat beban.

– Wire rope digunakan untuk dibuat sling untuk mengangkat barang.

– Wire rope digunakan untuk menambat atau mooring agar kapal dapat bersandar.

– Wire rope digunakan untuk menarik atau towing ( menarik kapal tongkang atau kapal yang sedang rusak, dll ).

– Wire rope digunakan untuk Dredging atau pengerukan.

– Wire rope digunakan untuk mengikat barang atau lashing.

2. Industri Perikanan

– Menarik Trawl atau jala

3. Industri Oil and Gas

– Drilling Line ( Menarik dan mengulur Bor )

4. Industri Mining

– Shovel

– Clamshell atau Grab

5. Industri Konstruksi

– Jembatan

– Tower Crane

– Elevator

– Paku bumi

6. Industri Telekomunikasi

– Guy Wire ( Menstabilkan Tower atau Antena )

7. Industri Logging

– Menarik dan mengikat kayu

8. Industri Gondola

– Gondola

Jadi inilah kegunaan dari wire rope. Wire rope sangatlah penting untuk kapal.

Rigging Shackle untuk Industri Perkapalan

Rigging adalah suatu metoda untuk menangani material  beban besar dengan menggunakan tali, baik tali dari serat sintetik ataupun tali serat baja atau sling. Shackle / Segel (rigging shackle) adalah sebuah alat bantu angkat yang terbuat dari bahan mild steel, carbon steel, alloy steel dan Stainless steel 304 & 316. Shackle / Segel ini fungsinya untuk menyambung atau mengkaitkan sling dengan objek angkat. Shackle / Segel biasanya digunakan untuk mengangkat barang, basket, beam, mesin, dan objek angkat lainnya yang berat sehingga harus menggunakan sling dan shackle sebagai alat bantu angkatnya.

adapun jenis-jenis peralatan rigging antara lain :

Rigging SHACKLE

rigging shackle

Shackle adalah alat bantu pengait antara mata Sling dengan pengait Obyek tertentu dan terbuat dari bahan steel, Shackle berfungsi untuk menghubungkan Sling dengan pengait obyek sehingga apabila pengait Obyek berbentuk lingkaran maka untuk menghubungkan sling harus menggunakan Shackle.

Keuntungan lain dari penggunaan Shackle adalah kita bisa menggunakan 1 sling untuk beberapa obyek yang akan diangkat atau dipindahkan sebab shackle sangat mudah dibuka dan dipasang kembali, namun demikian beberapa perusahaan akan menerapkan 1 unit mesin dengan 1 unit sling jadi sling tidak bisa dipindah-pindah.

Beberapa jenis shackle antara lain

a. G-213 & S-213

Shackle ini berbentuk Ladam kuda dengan PIN menggunakan safety, capasitas  biasanya tersedia dari 1/2 tons sampai dengan 35 tons

b. G-209 & S-209

Shackle berbentuk ladam kuda dan PIN  sama seperti  g-213 hanya dia menggunakan Screw, capasitas  biasanya tersedia dari 1/3 tons sampai dengan 55 tons.

 c. G-215 & S-215

Shackle ini hampir sama dengan G-213 namun body berbentuk huruf U, capasitas biasanya tersedia dari 1/2 tons sampai dengan 35 tons.

 
d. G-210 & S-210

Shackle hampir sama dengan G-209 namun body berbentuk huruf U, capasitas biasanya tersedia dari 1/3 tons sampai dengan 55 ton.

e. G-2130 & S-2130

Shackle berbentuk ladam kuda dan PIN menggunakan Bolt Type lengkap dengan safety, capasitas biasanya tersedia dari 1/3 tons sampai dengan 150 ton.
f. G-2150 & S-2150

Shackle ini sama dengan G-2130 namun berbentuk huruf U, capasitas biasanya tersedia dari 1/2 tons sampai dengan 85 ton.

g. G-2140 & S-2140

Shackle berbentuk ladam kuda. capasitas biasanya tersedia dari 30 tons sampai dengan 600 ton.
h. G-2160

tersedia dari 30 tons sampai dengan 1250 ton.

Bagaimana Cara Pesan Wire Rope yang Baik dan Benar

Pesan wire rope yang baik dan benar sangat penting bagi industri kapal pengangkut barang. Perlu diketahui bahwa tidak ada satu wire rope yang dapat digunakan untuk seluruh kondisi, karena setiap jenis wire rope memiliki fungsinya masing-masing.

Secara umum, sebelum pesan wire rope, ada faktor yang menentukan yaitu:

  • Ukuran barang yang akan diangkut.
  • Berat beban yang akan diangkut.
  • Bentuk barang yang akan diangkut.
  • Temperatur dan sensitivitas dari barang yang akan diangkut.
  • Kondisi cuaca.

Rantai sling / wire rope yang baik harus kuat dan kokoh. Berikut ini beberapa unsur penting terkait rantai sling / wire rope.

  • Kekuatan rantai sling / wire rope dapat dilihat dari diameter, grade, dan konstruksinya. Pastikan spesifikasi ketiga hal tersebut sesuai dengan beban yang akan diangkut.
  • Penyalahgunaan pemakaian. Setiap jenis rantai sling / wire rope memiliki fungsi dan kapasitasnya masing-masing. Pastikan penggunaan rantai sling / wire rope sesuai dengan spesifikasinya. Apabila digunakan untuk mengangkut beban yang tidak sesuai, maka akan dapat mengakibatkan kerusakan pada rantai sling / wire rope tersebut sehingga juga akan merusak barang yang diangkut dan membahayakan pekerja.
  • Daya tahan. Rantai sling / wire rope harus memiliki ketahanan atas beragam fatigue yang timbul selama masa penggunaannya.
  • Tahan abrasi. Salah satu faktor rusaknya rantai sling / wire rope diakibatkan oleh abrasi. Umumnya rantai sling / wire rope berukuran besar lebih tahan abrasi, namun lebih tidak lentur dibanding rantai sling / wire rope dengan ukuran kecil.

Pesan Wire Rope

Setelah pesan wire rope yang baik dan sesuai dengan kebutuhan, pastikan dirawat dengan baik agar tahan lama dan tidak mudah rusak. Karena apabila tidak dirawat dengan baik, maka akan membahayakan keseluruhan proses rigging/towing/crane dan menyebabkan kerusakan pada barang yang diangkut serta membahayakan pekerja.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA menyediakan pembuatan dan pemesanan berbagai macam spesifikasi wire rope sesuai dengan kebutuhan customer. Produk wire rope yang kami jual adalah asli dan dilengkapi dengan sertifikat.

Tidak perlu ragu untuk menanyakan kepada tim support kami yang selalu siap membantu Anda. info@velascoindonesia.com

Macam-macam Accu Velasco Indonesia

Macam-macam accu bisa ditemui karena fungsi dan kapasitasnya. Sebelum  melangkah lebih jauh pada pembahasan mengenai cara merawat, berikut beberapa fungsi aki bagi kendaraan bermotor.

    • Penyedia Arus Listrik. (untuk menghidupkan mesin, lampu, dan penyuplai komponen elektrik lainnya)
    • Menstabilkan tegangan listrik di ken-daraan dan mem-backup alternator apabila tidak mampu memenuhi beban listrik yang diperlukan kendaraan
    • Pada kendaraan modern, aki menyuplai energi listrik pada bagian Electric Control Unit (ECU).

    macam-macam accu

    Macam-macam Accu

    Untuk soal perawatan aki, kita mesti mengetahui macam-macam accu , supaya tahu bagaimana cara penanganannya. Jenis aki dapat ditentukan oleh kandungan timbal (Pb) dan kalsium (ca) didalamnya.

  • Aki MF (Maintenance Free), plat positif dan negatifnya menggunakan kandungan Pbca. Sedangkan aki konvensional menggunakan PbSb, atau timbal dan stibium/antimon (Sb).
    1. Aki konvensional , penguapan air pada aki  jenis ini, membuatnya  membutuhkan perawatan berupa penambahan air aki secara periodik.

  • 2. Maintenance Free  (MF),
    atau yang lebih sering disebut sebagai aki kering. Meski pada kenyataannya aki ini menggunakan bahan gel, aki ini lebih rendah dalam hal perawatannya jika dibandingkan dengan aki konvensional. Cara kerja aki ini memungkinkan untuk memiliki laju penguapan air dan laju kehilangan muatan listriknya sangat rendah. Kendaraan produksi baru biasanya menggunakan aki jenis ini.Dari macam-macam accu tersebut, masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Untuk soal harga, aki konvensional jauh lebih murah ketimbang jenis aki kering. Namun, untuk perawatannya, aki konvensional memang memerlukan ketelatenan yang lebih. Jika sama-sama dirawat dengan baik, maka aki konvensional lah yang bakal  berusia lebih panjang. Jenis aki MF harganya lebih mahal, namun tak memerlukan perawatan seperti aki konvensional. Terlebih, secara dimensi, aki  MF lebih kecil tapi mampu menghasilnya daya yang lebih besar.

Velasco Indonesia adalah distributor berbagai jenis accu berkualitas dengan harga bersaing. Kami adalah perusahaan profesional yang dapat menyuplai keperluan perusahaan dengan standard tinggi.

Jika ada pertanyaan lebih lanjut, dapat menghubungi kami melalui email info@velascoindonesia.com atau langsung kontak kami (021) 690 5530