Merawat Webbing Sling Agar Awet

Merawat Webbing Sling

Dalam industri yang bersinggungan dengan alat berat, merawat alat sangatlah penting. Sebab selain agar alat dapat tahan lama, merawat alat perlu dilakukan untuk menjaga keselamatan penggunanya. Kali ini kami akan membahas tentang cara merawat webbing sling agar awet.

 

Pentingkah Merawat Webbing Sling?

Sangat penting! Sebab webbing sling digunakan untuk mengangkat barang berat. Lalai dalam merawat webbing sling dapat berakibat fatal yaitu kerusakan perangkat, hingga dapat merusak barang yang diangkut, serta membahayakan keselamatan pekerja. Bayangkan apa yang akan terjadi bila tiba-tiba webbing sling rusak saat mengangkat barang berat, kemudian barang tersebut jatuh menimpa pekerja.

 

Cara Merawat Webbing Sling

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merawat webbing sling adalah sebagai berikut:

  1. Webbing sling harus terhindar dari bahan kimia yang dapat menimbulkan reaksi dan merusak. Contohnya, webbing sling yang terbuat dari bahan nylon akan rusak jika terkena klorin.
  2. Saat webbing sling kotor karena terkena pasir atau debu, sling dapat dibersihkan menggunakan alat gosok ringan seperti kuas dan menggunakan semprotan air serta penyedot debu.
  3. Jika webbing sling kena noda, sling dapat dibersihkan dengan menggunakan sikat dan bilasan air.
  4. Hindari penggunaan alat pembersih yang kasar sebab dapat merusak benang-benang sintetis pada webbing sling. Sebaiknya gunakan alat pembersih seperti sponge.
  5. Hindari penggunaan air bertekanan tinggi terlebih yang melebihi load level dari webbing sling.
  6. Setelah dibersihkan dengan air, proses pengeringan sebaiknya digunakan secara manual atau menggunakan tangan.
  7. Perhatikan batasan temperatur atau suhu tempat penyimpanan webbing sling. Webbing sling yang terbuat dari nylon harus disimpan di tempat yang bersuhu tidak lebih dari 200 derajat Fahrenheit. Sling yang terbuat dari serat aramid harus disimpan di tempat yang bersuhu tidak lebih dari 320 derajat Fahrenheit.
  8. Lakukan pemerikasaan atau inspeksi secara berkala. Waktu inspeksi dapat diatur setahun sekali, per empat bulan, setiap bulan atau sesuai rekomendasi dari ahlinya. Kondisi webbing sling harus tercatat atau terdokumentasi dengan lengkap dan jelas setiap kali inspeksi dilakukan.

 

 

Silahkan kontak kami PT Velasco Indonesia Persada sebagai distributor webbing sling dan peralatan teknik lainnya seperti wire rope serta rantai baja dengan pelayanan terbaik. Hubungi (021) 690 530 atau info@velascoindonesia.com. Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Alat Navigasi Kapal Laut dan Fungsinya

Alat Navigasi Kapal Laut

Banyaknya alat transportasi yang berkembang di Indonesia mendorong berkembangnya teknologi navigasi pada alat trasportasi tersebut. Tidak bisa dipungkiri bahwa alat navigasi kapal laut merupakan suatu yang paling penting. Alat navigasi kapal laut dalam menentukan arah kapal. Tanpa peralatan ini, perjalanan mengelilingi lautan, penerbangan, bahkan perjalanan darat akan sangat sulit untuk dilakukan. Zaman dulu navigasi kapal atau arah tujuan kapal dilakukan dengan melihat posisi benda-benda langit seperti matahari dan bintang-bintang dilangit. Hal ini tidak mungkin dilakukan jika misalnya langit sedang mendung atau cuaca sedang berkabut. Di zaman yang modern ini, telah ada alat navigasi kapal laut.

alat-navigasi-kapal-laut
Perkembangan teknologi navigasi pada awalnya dimulai dari peradaban bangsa Mesir dan India, kemudian teknologi navigasi berkembang pesat kesejumlah darah di belahan bumi dengan sangat cepat karena teknologi navigasi sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. Beberapa contoh dari alat navigasi ini adalah:
1. Kompas
kompas adalah salah satu alat navigasi yang mampu menentukan arah keberadaan seseorang dan mampu menunjukkan arah. Kompas dibuat menggunakan magnet dan paling sering digunakkan.
2. Peta
Peta merupakan perlengkapan utama dalam penggambaran dua dimensi yang digambar berdasarkan skala tertentu.
3. GPS
GPS telah lebih berkembang karena GPS dapat menunjukkan posisi dimana si pengguna berada dengan bantuan satelit luar angkasa.
4. Radar

Radar banyak digunakan untuk transportasi udara seperti pesawat terbang, karena sistem navigasi ini merupakan alat yang mampu mendeteksi sinyal gelombang radio berfrekuensi tinggi dan radar digunakan sebagai alat untuk mendeteksi keberadaan pesawat ketika sedang mengudara.

Velasco Indonesia tidak ketinggalan akan perkembangan teknologi-teknologi ini. Kami menyediakan berbagai alat navigasi kapal terbaru. Contoh beberapa alat yang kami jual adalah Marine Radar, Navigasi Satelit, IRS, Telegraf dan Marine VHF Radio, Echo Sounder, Automatic Tracking Aid dan masih banyak lagi.
Untuk mengetahui lebih jelas dengan produk lampu navigasi kapal dan produk-produk peralatan kapal lainnya, dapat mengunjungi www.velascoindonesia.com.
Jika ada yang ingin ditanyakan dengan lebih jelas, dapat menghubungi email yang telah kami sediakan:
cso@velascoindonesia.com.

Macam Wire Rope dan Fungsinya

Macam Wire rope berdasarkan Aplikasinya

Pembahasan ketiga adalah Macam Wire rope berdasarkan Aplikasinya. Wire rope berdasarkan Aplikasinya dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :

1. Wire Rope konstruksi Cross Lay yang cenderung kurang lentur

Aplikasi wire rope ini digunakan pada saat Towing dan Mooring, dimana dibutuhkan kekuatan terhadap gentakan

2. Wire Rope konstruksi Parallel Lay yang cenderung lebih lentur

Aplikasi wire rope ini digunakan pada saat Logging, Lifting, Rigging dan Gondola, dimana dibutuhkan kelenturan wire rope agar dapat mengatasi seringnya penekukan terhadap wire rope pada saat penggunaan di aplikasi ini.

3. Hyrope

Aplikasi wire rope ini digunakan pada saat Lifting yang butuh grade tinggi dan untuk Mining, dimana dibutuhkan kekuatan dan kelenturan pada wire rope dan ketahanan terhadap korosi dan abrasi pada saat penggunan di aplikasi ini.

macam wire rope

Kegunaan Wire Rope

Setelah kita tau apa itu wire rope dan apa saja macam dari wire rope itu sendiri, maka sekarang kita juga perlu tau kegunaan dari wire rope. Wire rope mempunyai peranan penting dalam industri khususnya industri alat berat, contohnya : industri perkapalan, Perikanan, Oil and Gas, dll

Saya akan membahas kegunaan wire rope pada masing-masing industri tersebut, yaitu dijelaskan dibawah ini :

1. Industri Perkapalan

– Wire rope digunakan sebagai komponen crane agar dapat beroprasi untuk mengangkat beban.

– Wire rope digunakan untuk dibuat sling untuk mengangkat barang.

– Wire rope digunakan untuk menambat atau mooring agar kapal dapat bersandar.

– Wire rope digunakan untuk menarik atau towing ( menarik kapal tongkang atau kapal yang sedang rusak, dll ).

– Wire rope digunakan untuk Dredging atau pengerukan.

– Wire rope digunakan untuk mengikat barang atau lashing.

2. Industri Perikanan

– Menarik Trawl atau jala

3. Industri Oil and Gas

– Drilling Line ( Menarik dan mengulur Bor )

4. Industri Mining

– Shovel

– Clamshell atau Grab

5. Industri Konstruksi

– Jembatan

– Tower Crane

– Elevator

– Paku bumi

6. Industri Telekomunikasi

– Guy Wire ( Menstabilkan Tower atau Antena )

7. Industri Logging

– Menarik dan mengikat kayu

8. Industri Gondola

– Gondola

Jadi inilah kegunaan dari wire rope. Wire rope sangatlah penting untuk kapal.