Gimana Cara Pakai Smoke Signal

Smoke signal merupakan salah satu jenis alat keselamatan kapal. Alat ini digolongkan sebagai alat piroteknik sebab alat ini mengandung bahan kimia. Asap yang dihasilkan alat ini merupakan hasil dari reaksi kimia dari bahan-bahan kimia yang tersimpan dalam tabung smoke signal. Oleh karena mengandung bahan kimia, maka kamu perlu tahu cara pakai smoke signal yang benar dan sesuai standar. Yuk simak cara pakai smoke signal berikut ini.

Cara Pakai Smoke Signal

Smoke signal memiliki bentuk berupa tabung kedap air dengan sebuah tutupan rapat yang terbuat dari plastik. Tutupan plastik tersebut digunakan untuk melindungi kabel atau tali pemicu.

Cara pakai smoke signal adalah sebagai berikut. Pertama-tama, buka tutup plastik smoke signal lalu pegang smoke signal dengan salah satu tangan. Posisikan smoke signal dan tubuh kamu berlawanan dengan arah angin. Jadi saat menyala, asap yang keluar tidak akan menerpa wajah sehingga tidak terhirup.

Nyalakan atau picu smoke signal dengan menarik tali pemicu. Jangan langsung dilemparkan ke air ya! Tunggu beberapa saat dan pastikan asap keluar dari tabung smoke signal tersebut. Kalau tidak keluar, berarti alatnya rusak.

Setelah dipastikan asapnya keluar, segera lemparkan smoke signal tersebut ke air. Smoke signal akan terapung sebab tabungnya memang telah didesain untuk dapat mengapung di air.

Fungsi dan Standar

Sama seperti alat piroteknik lainnya, smoke signal berfungsi sebagai isyarat yang dapat ditangkap oleh mata atau kasat mata. Alat safety kapal yang satu ini umumnya ditempatkan di kapal dan di sekoci atau kapal penyelamat seperti life raft atau rescue boat.

Sesuai dengan regulasi SOLAS alias standar internasional keselamatan di laut, sebuah smoke signal wajib memenuhi beberapa syarat yaitu:

  • Tabung berwarna oranye, merah, atau kuning terang.
  • Mampu mengeluarkan asap saat minimal 10 detik secara terus menerus setelah jatuh ke air dan pada kedalaman 100 mm.
  • Mampu terapung dan tidak digenangi air selama alat tersebut menyala.
  • Tidak mengeluarkan api saat dinyalakan.
  • Mengeluarkan asap dengan warna oranye mencolok, minimal selama 3 menit saat terapung di air.

Alat Safety Kapal, Apa Aja Sih?

Setiap moda transportasi baik yang digunakan untuk penumpang maupun untuk mengakut barang diwajibkan untuk memiliki alat safety kapal yang memadai sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan. Standar kemanan dan keselamatan di laut atau regulasi SOLAS (International Convention for the Safety of Life at Sea) mengatur adanya alat safety di setiap kapal. Kita tentunya tidak mau kan naik kapal yang tidak terjamin keselamatan dan keamanannya.

Yuk berkenalalan dengan beberapa alat safety di kapal!

Perlu kita ketahui secara garis besar, peralatan keselamatan diri di kapal terbagi dalam beberapa jenis di antaranya yaitu:

  1. Alat penyelamatan perorangan (personal life saving)
  2. Alat-alat isyarat visual (visual signals)
  3. Rakit penyelamat (survival raft)
  4. Alat safety kapal lainnya (other life saving appliance)

Alat Safety Kapal Perorangan (personal life saving)

Jenis alat safety kapal ini adalah alat safety yang diperuntukan bagi perorangan. Maksudunya dianjurkan untuk dipakai oleh hanya satu orang. Namun demikian dalam keadaan darurat bisa dipakai untuk dua atau tiag orang secara bersamaan seperti ring buoy.

Apa saja alat safety kapal yang termasuk jenis ini?

Berikut beberapa di antaranya:

  • Pelampung penolong (life buoy / ring buoy)
  • Rompi penyelamat (life jacket)
  • Pakaian rendam (Immersion suit)
  • Pelindung panas (thermal protective aids)

Alat Safety Kapal Isyarat Visual (visual signals)

Jenis alat safety di kapal ini adalah alat yang dipakai untuk meminta pertolongan. Dengan menggunakan alat ini, penolong dapat mengetahui posisi pihak yang meminta tolong. Alat jenis ini umumnya digolongkan juga dalam jenis alat piroteknik.

Apa saja alat safety kapal yang termasuk jenis ini?

Berikut beberapa di antaranya:

Alat Safety Kapal Rakit Penyelamat (survival raft)

Jenis alat ini merupakan alat penyelamat berkelompok sebab diperuntukan bagi keselamatan beberapa orang. Jadi, dalam keadaan darurat tidak dibenarkan untuk menggunakan alat ini seorang diri sebab alat ini memiliki kapasitas tampung lebih dari satu orang.

Berikut beberapa di antaranya:

Alat Safety Kapal Lainnya (other life saving appliance)

Contoh alat safety kapal lainnya yaitu EPIRB dan SART yang punya fungsi mengirim sinyal lokasi kecelakaan. Sinyal bukan berupa cahaya atau suara, tapi berupa panggilan radio.

Keberadaan alat safety di kapal sangat penting. Oleh karena itu semua orang yang naik kapal bertanggung jawab terhadap keberadaannya ya!

Bedanya Hand Flare dan Rocket Parachute

Hand flare dan rocket parachute sama-sama merupakan alat keselamatan kapal yang berfungsi sebagai pemberi sinyal atau isyarat minta pertolongan. Keduanya juga digolongkan sebagai alat piroteknik sebab menggunakan bahan kimia untuk menimbulkan reaksi kimia berupa nyala atau cahaya yang sangat terang.

Meskipun demikian kedua alat safety kapal ini memliki perbedaan. Perbedaannya yaitu hand flare banyak digunakan oleh para supporter bola dalam mendukung tim kesayangannya dibandingkan dengan rocket parachute. Hmm tentu bukan itu ya perbedaannya. Hehehe.

Perbedaan yang mencolok antara hand flare dan rocket parachute adalah pada cara penggunaan dan standar pabrikasi kedua alat ini.

Cara Menggunakan Hand Flare

Cara menggunakan hand flare adalah sebagai berikut. Pada saat penyalaan hand flare harus dipegang dengan cara yang benar yaitu:

  • Pegang hand flare dengan salah satu tangan terkuat
  • Nyalakan obor dengan cara membuka tutup tabung
  • Setelah obornya menyala angkat obor ke depan dengan sudut 45 derajat antara tangan dengan kepala
  • Arahkan tubuh searah dengan arah angin agar wajah terlindungi dari api obor yang sedang menyala
  • Gunakan kacamata pelindung jika ada untuk melindungi mata
  • Jangan menatap cahaya obor secara langsung agar mata tidak tidak menjadi silau.

Hand flare yang sesuai standar internasional tentang keselamatan di laut harus memenuhi beberapa syarat yaitu:

  • Durasi minimal hand flare menyala adalah selama 1 menit
  • Kekuatan cahaya yang dihasilkan obor minimal setara dengan 15.000 buah lilin
  • Cahaya yang dihasilkan hand flare harus berwarna merah terang
  • Wajib dilengkapi dengan cara penggunaaan baik tulisan atau gambar ilustrasi yang jelas dan mudah dipahami

Cara Menggunakan Rocket Parachute

Sedangkan, cara penggunaan rocket parachute adalah dengan cara ditembakkan ke atas secara vertikal sehingga dapat mencapai ketinggian minimum 300 meter. Sudut tembak dan arah angin dapat mempengaruhi ketinggian rocket yang ditembakan. Flare yang ditembak tinggi ini bertujuan supaya area jangkauan sinyal lebih luas dibandingkan hand flare.

Beberapa standar pabrikasi rocket parachute yang sesuai dengan standar keselamatan internasional yaitu:

  • Obor dari rocket memiliki kekuatan cahaya minimal setara dengan 30.000 buah lilin
  • Cahaya yang dihasilkan rocket berwana merah terang
  • Parasut tidak rusak selama rocket menyala di udara
  • Wajib ditempatkan dalam tabung yang kedap air
  • Wajib dilengkapi dengan cara penggunaaan baik tulisan atau gambar ilustrasi yang jelas dan mudah dipahami

Cincin Penolong, Bukan Cincin Biasa

Cincin penolong atau ring buoy yang ada di kapal bukan cincin biasa. Mengapa? Sebab cincin penolong merupakan salah satu alat safety kapal yang harus selalu tersedia di semua kapal. Oleh karena itu sangat tidak dibenarkan untuk dibawa pulang ya.

Cincin penolong juga bukan cincin biasa karena dibuat berdasarkan standar alat keselamatan kapal di laut. Beberapa diantaranya yaitu:

  • Berat maksimal 2,5 kg
  • Ukuran diameter dalam 40 cm dan diameter luar luar 80 cm
  • Terbuat dari bahan apung yang kuat, ringan dan menyatu
  • Mampu dilemparkan dari ketinggian 30 meter
  • Berwarna mencolok seperti oranye, merah atau kuning
  • Dilengkapi stiker pemantul cahaya agar membantu penlihatan
  • Tahan terhadap minyak
  • Diberi identitas sesuai dengan nama kapal dan pelabuhan induknya yang ditulis dengan huruf kapital
  • Dapat mengapung di air tawar selama 24 jam dengan diberi beban besi seberat 14,5 kg
  • Saat terkena panas selama dua detik tidak terbakar atau meleleh

Ketentuan Cincin Penolong

Di kapal, baik kapal penumpang maupun barang, setengah dari jumlah cincin penolong yang tersedia minimal wajib dilengkapi dengan lampu yang dapat menyala otomatis atau self ignitting light. Lampu tersebut harus tahan air. Lama lampu tersebut dapat menyala secara terus menerus saat di air adalah 120 menit atau 2 jam.

Dari jumlah tersebut, dua buah ring buoy juga harus dilengkapi dengan smoke signal. Fungsinya yaitu sebagai semboyan asap di siang hari.  Kedua fungsi ini (fungsi lampu dan sinyal asap) ada di dalam man overboard apparatus alias MOB. Jadi idealnya ring buoy juga dilengkapi dengan alat man overboard ini.

Selain dengan lampu dan smoke signal, minimal di tiap lambung kapal terdapat satu cincin penolong yang dilengkapi tali pengaman. Panjang tali pengaman tersebut minimal 27,5 meter.

Sebagai salah satu alat keselamatan kapal, cincin penolong harus diletakkan di tempat yang mudah dijangkau yaitu pada sisi kiri dan kanan sepanjang lambung tepi kapal. Ketika ada orang yang terjatuh ke laut, cincin penolong dapat segera dilemparkan ke arah korban di laut agar korban tidak tenggelam dan dapat terus terapung sembari menunggu pertolongan.

Semua ring buoy tidak boleh diikat kuat ke badan kapal agar mudah untuk dipakai. Oleh karena itu benda ini sering menjadi sasaran pencurian oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

Kenapa Flare Warnanya Merah? Ada Warna Lain?

Pasti sudah pernah lihat yang namanya flare kan? Minimal kalau kita nonton acara olahraga terutama sepak bola, sering ada supporter yang menyalakan flare di akhir pertandingan. Biasanya flare dinyalakan pada pertandingan final dan timnya sudah menang. Nah sebenarnya flare itu bukan buat perayaan kemenangan begini lho. Flare itu sebenarnya adalah alat keselamatan kapal, dan warnanya pasti merah. Hmm.. kenapa merah ya? Apa yang bikin flare itu pecinta Manchester United?

Flare Warna Merah, Tidak Ada Warna Lain

Karena merupakan salah satu alat keselamatan kapal, flare memang sengaja dibuat berwarna merah. Karena warna merah menyala seperti yang dihasilkan flare ini sangat mencolok, terutama di malam hari, sehingga mudah dilihat walau dari kejauhan sekalipun. Flare punya fungsi sebagai pemberi sinyal darurat, jadi memang harus menghasilkan cahaya yang mencolok supaya menarik perhatian.

Alat keselamatan kapal yang menggunakna flare adalah red hand flare dan rocket parachute flare signal. Red hand flare dipakai dengan cara dipegang ke atas, flare akan terus menyala selama beberapa menit. Sementara rocket parachute flare signal bekerja dengan cara menembakkan flare ke atas dan kemudian setelah beberapa waktu flare akan turun dengan parasut kecil. Fungsi rocket parachute flare ini adalah supaya bisa mengirimkan sinyal darurat ke jangkauan yang lebih jauh.

Keduanya dikategorikan sebagai alat piroteknik karena flare dihasilkan dari reaksi piroteknik, yaitu reaksi kimia yang menghasilkan cahaya, api atau asap. Alat piroteknik lain adalah smoke signal, man overboard dan line throwing.

Flare untuk Alat Keselamatan

Sebenarnya flare tidak hanya digunakan saat ada kecelakaan di laut, tapi juga digunakan sebagai sinyal darurat di tempat-tempat lain seperti di pegunungan atau tempat bersalju. Bisa digunakan di mana saja, tapi memang paling banyak digunakan untuk alat keselamatan kapal, dan tidak untuk fungsi lain selain alat safety.

Flare di tengah laut bisa mendatangkan kapal atau pesawat penolong. Nah kalau flare di lapangan sepakbola bisa mendatangkan polisi atau petugas keamanan karena flare bisa membahayakan kalau tanpa sengaja terkena orang.

Jadi jangan gunakan flare sembarangan ya. Juga jangan request flare warna biru apalagi pink.

Mau tau kenapa smoke signal warnanya oranye? Cek di sini.

Kondisi Darurat di Kapal, Pasang Smoke Signal!

Bagi para gamer perang khususnya PUBG dan Free Fire tentu tidak asing dengan smoke grenade. Apakah smoke grenade sama dengan smoke signal? Hmm mirip-mirip sih tapi jawabanya adalah tidak sama. Fungsinya beda. Smoke grenade pada umumnya digunakan untuk keperluan taktikal pertempuran sedangkan smoke signal untuk alat keselamatan kapal. Kalau kamu belum paham, yuk simak penjelasan singkat berikut tentang smoke signal!

Smoke signal

Smoke signal adalah alat keselamatan kapal yang berbentuk tabung dan bekerja dengan cara mengeluarkan sinyal berupa asap saat terkena air. Saat terjadi kondisi darurat di kapal seperti kapal kandas, kebocoran, kebakaran/ledakan atau orang jatuh ke laut, smoke signal dapat dilemparkan ke air sebagai tanda meminta pertolongan. Ingat! Jadi tidak seperti smoke grenade yang dipakai di darat, smoke signal dipakainya di air.

Smoke signal merupakan salah satu jenis alat piroteknik. Piroteknik adalah jenis alat atau perangkat penunjang keselamatan di kapal yang terbuat dari bahan kimia yang dapat menghasilkan reaksi kimia berupa api, cahaya, gas dan panas.

Selain smoke signal alat piroteknik lainya yaitu:

  • Parachute signal
  • Red hand flare
  • Man over board
  • Line throwing

StandarSOLAS smoke signal

Smoke signal harus memenuhi beberapa syarat sesuai regulasi SOLAS (Safety of Life at Sea) tentang keselamatan di kapal, yaitu:

  • Dilengkapi dengan instruksi atau cara penggunaan berupa tulisan dan gambar yang jelas dan tercetak di luar tabung
  • Tabungnya merupakan tabung anti air
  • Tidak mengeluarkan api saat dinyalakan
  • Dapat mengeluarkan asap dengan warna mencolok, minimal selama 3 menit saat terapung di air.
  • Dapat terus mengeluarkan asap saat minimal 10 detik setelah jatuh ke air dan pada kedalaman 100 mm.
  • Tidak dapat digenangi air selama alat tersebut menyala

Silahkan kontak kami PT Velasco Indonesia Persada sebagai distributor smoke signal dan peralatan teknik lainnya dengan pelayanan terbaik.

Kenapa Marine Smoke Signal Warnanya Oranye?

Pernah dengar tentang sinyal asap? Sejak dulu, sinyal asap memang dipakai untuk alat komunikasi. Tapi sekarang sinyal asap digunakan di laut untuk memberi sinyal darurat. Artinya sedang terjadi kecelakaan kapal dan butuh bantuan. Marine smoke signal adalah alat keselamatan kapal yang digunakan untuk memberi sinyal tersebut.

Marine smoke signal adalah salah satu alat yang menghasilkan reaksi kimia berupa asap atau api atau suara. Alat seperti ini disebut dengan alat piroteknik (contoh lain adalah hand flare, man over board, rocket parachute signal, dan line throwing).

Seperti Apa Marine Smoke Signal?

Alat keselamatan kapal yang satu ini punya bentuk seperti tabung pendek, warnanya oranye. Cara pakainya mudah sekali, tinggal buka tutup tabungnya, lalu tarik tuas yang ada di bagian atasnya. Setelah itu asap oranye otomatis keluar. Selanjutnya marine smoke signal tinggal dilempar ke laut. Alat itu akan terus menyala setidaknya hingga 3 menit.

Kenapa Marine Smoke Signal Warnanya Oranye? Ada Warna Lain?

Marine smoke signal mengeluarkan sinyal asap warna oranye. Hmm kenapa oranye ya? Apa ada warna lain? Jawabannya nggak ada. Hanya ada marine smoke signal warna oranye. Karena warna oranye ini punya maksud khusus. Bukan karena pembuatnya suka dengan warna oranye.

Jadi warna oranye dipilih karena warna inilah yang dianggap paling mencolok di tengah laut. Terutama pada saat siang atau pas langit masih terang. Makanya tidak heran kalau hampir semua alat keselamatan kapal itu warnanya oranye, mulai dari sekoci, life raft, ban pelampung sampai jaket pelampung. Warna ini paling mudah dilihat di tengah laut dibanding warna lain. Jadi siapapun yang ada di laut bisa dengan mudah menangkap sinyal ini dan langsung memberikan pertolongan.

Jadi jangan minta smoke signal warna biru atau hijau ya!

Marine Smoke Signal Juga Bisa Dipakai di Malam Hari?

Sebenarnya bisa-bisa aja. Tapi kalau malam hari sebaiknya gunakan alat piroteknik lain seperti red hand flare atau rocket parachute signal. Kenapa? Karena alat tersebut mengeluarkan sinyal warna merah. Warna merah itu lebih mencolok mata saat malam hari, ketimbang warna oranye.

Alat Piroteknik Buat Teknik Selamat di Kapal

Pernah dengar istilah piroteknik? Piroteknik adalah reaksi kimia berupa nyala api, asap dan suara. Jadi alat piroteknik adalah alat yang bisa menghasilkan reaksi kimia tersebut. Contoh paling gampang adalah kembang api. Sering lihat kan. Nah kalau di kapal, alat piroteknik digunakan untuk alat keselamatan kapal.

Kita semua tahu kalau kecelakaan bisa terjadi di mana saja. Karena itu harus sedia alat keselamatan sebelum terjadi kecelakaan, termasuk di kapal. Jadi alat piroteknik itu wajib banget ada di semua kapal, baik kapal kecil maupun kapal besar.

Alat Piroteknik di Kapal

Ini dia beberapa contoh alat piroteknik untuk alat safety di kapal:

  • Red Hand Flare : tabung panjang yang bisa mengeluarkan flare merah. Cocok dipakai di malam hari.
  • Smoke signal : tabung pendek yang bisa mengeluarkan sinyal asap warna oranye. Cocok dipakai di siang hari.
  • Man over board (MOB) : diikat bareng dan dilempar dengan life buoy / ban pelampung saat ada korban yang jatuh di laut. Begitu menyentuh air, MOB bisa mengeluarkan asap oranye.
  • Rocket parachute signal : tabung panjang yang bisa meluncurkan flare merah jauh ke atas dan turun dengan parasut supaya jangkaun sinyal lebih luas.
  • Line throwing : tabung besar berisi tali panjang dengan roket yang akan dilemparkan ke korban di tengah laut supaya bisa ditarik ke atas kapal.

Jadi bisa dibilang alat piroteknik ini adalah teknik supaya bisa selamat di kapal. Kalau terjadi kecelakaan kapal, langsung cari alat piroteknik terdekat. Lalu langsung gunakan sesuai fungsinya. Lebih cepat lebih baik, supaya pertolongan bisa datang segera. Kalau pertolongan datang cepat, akan semakin banyak penumpang kapal dan aset-aset kapal yang bisa diselamatkan.

Tidak hanya alat piroteknik, ada juga alat keselamatan kapal lain. Contohnya adalah life jacket, life buoy, life raft, alat pemadam kebakaran, dan masih banyak lagi yang lainnya. Semuanya wajib ada di setiap kapal.

Sudah tahu apa itu alat piroteknik? Kalau butuh alat piroteknik, silahkan kontak PT Velasco Indonesia Persada ya.

Life Jacket Alat Keselamatan Kapal

Setiap kapal wajib punya life jacket, yaitu jaket khusus yang dapat membuat penggunanya mengapung di atas air. Life jacket atau jaket pelampung adalah salah satu alat keselamatan kapal yang sangat penting. Sebab tidak semua orang bisa berenang dan kecelakaan kapal dapat terjadi kapan saja.

Ketentuan tentang life jacket tertuang dalam peraturan SOLAS (Safety of Life at Sea) yang telah disepakati dunia internasional. Setiap kapal harus menyediakan life jacket sebanyak jumlah penumpang dan awak kapal.

Life Jacket dan Aksesorisnya

Idealnya, setiap life jacket dilengkapi dengan peluit dan lampu kecil yang dapat menyala otomatis saat terkena air. Fungsinya peluit adalah supaya pengguna bisa meniupkan peluit tersebut untuk minta pertolongan. Sementara lampu berfungsi untuk menunjukkan lokasi korban berada. Namun memang tidak semua life jacket punya kedua aksesoris tersebut.

Tidak hanya di kapal, life jacket juga dipakai pada berbagai aktivitas yang melibatkan air, misalnya rafting, snorkling, atau olahraga air lainnya. Dalam aktivitas tersebut, setiap anggota wajib memakai life jacket walaupun tidak terjadi kecelakaan kapal / tidak sedang dalam kondisi darurat.

Life jacket yang dipakai pada aktivitas tersebut berfungsi untuk antisipasi dari hal-hal yang tidak diinginkan, salah satunya adalah tercebur ke dalam laut.

Butuh life jacket? Silahkan hubungi PT Velasco Indonesia Persada, distributor life jacket dan alat safety kapal lainnya dengan kualitas dan pelayanan terbaik.

Alat Keselamatan Nyawa Saat di Laut

Artikel ini akan membahas alat keselamatan kapal yang wajib dimiliki setiap kapal yang sedang berlayar. Alat-alat ini dapat menyelamatkan nyawa anda.

  1. Infatable Life Raft: Alat keselamatan ini oleh pelaut indonesia dinamakan dengan rakit penolong. Dengan menekan bagian ini dengan otomatis liferaft akan jatuh ke air dan mengembang, setelah mengembang dengan sempurna barulah alat ini siap digunakan.
  2. Life Jacket/Jaket Pelampung: Baju dengan warna terang ini membantu anda untuk tetap mengapung.
  3. Life buoy: Selain bisa digunakan untuk mengapung, biasanya alat ini bisa dilemparkan untuk menolong awak kapal yang tidak sengaja jatuh ke laut. Dengan menekan bagian ini dengan otomatis life buoy akan jatuh ke air dan mengembang,setelah mengembang dengan sempurna barulah alat ini siap digunakan.
  4. Rescue Boat/Sekoci : Alat Keselamatan ini mempunyai banyak syarat untuk dapat dikatakan sesuai standard keamana. Sekoci harus dapat diturunkan ke air dengan mudah dan cepat walaupun kapal dalam keadaan miring 15 derajat
  5. EPIRB: Kepanjangan dari Emergency Position-Indicating Radio Beacon. Alat ini biasa diletakkan di area yang bebas dari halangan misalnya di atas anjungan kapal. Sesaat setelah kapal tenggelam alat ini secara otomatis terlepas dari dudukannya dan mengambang di permukaan air dan secara otomatis pula memancarkan sinyal yang ditangkap oleh satelit INMARSAT (International Mobile Satellite Organization.) Signal lalu diteruskan ke stasiun pantai,sehingga bisa dengan segera diketahui posisi kapal yang memerlukan pertolongan.

Selain itu masih banyak alat keselamatan lain, seperti alat piroteknik, line throwing apparatus (Pelontar Tali Keselamatan), Man Over Board, Life Jacket Lamp, Life Jacket Whistle. Inilah beberapa perlengkapan alat keselamatan yang harus ada di atas kapal.

Velasco Indonesia menjual berbagai alat keselamatan kapal dengan kualitas terbaik dan harga yang bersaing. Untuk mengetahui mengenai produk-produk alat keselamatan kapal kami, dapat mengunjungi website kami: www.velascoindonesia.com Selain itu, untuk mengetahui dengan lebih lanjut mengenai produk-produk kami, dapat menghubungi kami melalui email yang telah kami sediakan: cso@velascoindonesia.com