Distributor Webbing Sling Terlengkap

Distributor Webbing Sling Terlengkap

Webbing sling merupakan alat bantu angkat yang biasa digunakan untuk menggantikan sling rantai atau sling kawat. Webbing sling terbuat dari bahan sintetis seperti nylon atau polyester yang dirancang untuk melakukan pekerjaan angkat berat. Webbing sling sering dikenal juga sebagai sling belt. PT Velasco Indonesia Persada merupakan distributor webbing sling terlengkap yang dapat Anda andalkan.

 

Distributor Webbing Sling Terlengkap

Webbing sling memiliki berbagai ragam jenis yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan Anda. Berikut ini berbagai jenis webbing sling berdasarkan jenis jahitan.

  1. Webbing sling jahitan pipih

Sesuai dengan namanya, webbing sling yang satu ini berbentuk pipih, tanpa ada lubang di bagian ujungnya.

 

  1. Webbing sling jahitan tabung

Berbeda dengan webbing sling jahitan pipih, webbing sling jahitan tabung ini memiliki lubang di bagian ujungnya sehingga membuat webbing sling berbentuk sebagai selongsong atau tabung. Nah, bagian selongsong tersebut diisi dengan tali, kawat, atau benda lain. Jadi fungsi webbing sling dengan jahitan tabung ini adalah untuk melindungi tali dan kawat tersebut dari gesekan, agar tidak mudah rusak.

 

Sementara jenis webbing sling berdasarkan bentuknya adalah sebagai berikut.

  1. Round webbing sling

Webbing sling jenis ini berbentuk bulat, tidak memiliki ujung. Round webbing sling kemudian terbagi menjadi beberapa jenis lagi berdasarkan working load limit-nya. Jenis-jenis tersebut dibedakan dengan warna dan jumlah jahitan garis di badannya.

 

  1. Eye webbing sling

Webbing sling yang satu ini memiliki ujung berbentuk mata (eye) pada setiap ujungnya. Fungsinya adalah untuk dikaitkan ke shackle atau alat lain. Sama seperti round webbing sling, eye webbing sling juga terbagi ke dalam banyak jenis berdasarkan kekuatan angkutnya.

 

Pastikan Beli Dari Distributor Webbing Sling Terlengkap

Apabila perusahaan Anda membutuhkan webbing sling, pastikan beli dari distributor webbing sling terlengkap. Sebab dengan demikian Anda dapat menyesuaikan webbing sling yang Anda beli dengan kebutuhan Anda. Jangan lupa juga untuk merawat webbing sling agar tahan lama dan titak membahayakan pekerja.

 

Silahkan kontak kami PT Velasco Indonesia Persada sebagai distributor webbing sling dan peralatan teknik lainnya seperti wire rope serta rantai baja dengan pelayanan terbaik. Hubungi (021) 690 530 atau info@velascoindonesia.com. Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Memahami Cara Kerja Webbing Sling

Cara Kerja Webbing Sling

Industri alat berat membutuhkan beragam alat untuk dapat memindahkan berbagai barang yang besar dan berat. Alat-alat tersebut antara lain adalah rantai, tali tambang, serta webbing sling. Setiap alat tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dalam artikel ini kita akan membahas tentang bagaimana cara kerja webbing sling.

 

Mengapa Penting Mengetahui Cara Kerja Webbing Sling?

Sebelum membahas hal tersebut, mari telebih dahulu mengenal apa itu webbing sling. Webbing adalah semacam sabuk yang dibentuk dari anyaman beberapa jenis benang seperti nylon, polyester, polypropylene, aramid polyamide, dll. Webbing sling merupakan webbing terdapat mata kait pada bagian ujungnya, tujuannya adalah untuk dikaitkan ke objek lain, untuk membantu proses memindahkan atau mengikat alat berat. Alat ini umumnya dipakai pada aplikasi lashing (mengikat barang), lifting (mengangkat barang), dan towing (menarik barang).

Ada 2 jenis webbing berdasarkan tipe jahitannya, yaitu webbing dengan jahitan pipih dan webbing dengan jahitan tabung. Kemudian terdapat 2 jenis webbing sling berdasarkan bentuk rangkaiannya, yaitu eye to eye webbing sling, dan round webbing sling.

Penting untuk mengetahui cara kerja webbing sling sebab dengan demikian, kita akan dapat memperoleh fungsi maksimal dari webbing sling dan webbing sling juga dapat terawat dengan baik.

 

Beginilah Cara Kerja Webbing Sling

Sederhananya, webbing sling bekerja dengan cara dikaitkan ke barang yang hendak diangkat. Namun terdapat beberapa metode dalam menggunakan webbing sling. Masing-masing metode, serta setiap tipe webbing sling memiliki kapasitasnya masing-masing dalam mengangkut barang. Karena itu sangat penting untuk mencari tahu kapasitas webbing sling sebelum menggunakan alat ini, sebab menggunakan webbing sling untuk mengangkut barang yang lebih berat dari kapasitasnya akan membuat webbing cepat rusak.

Berikut ini beberapa metode dalam menggunakan webbing sling dan besar kapasitas angkutnya.

 

Tips paling mudah untuk merawat webbing sling adalah dengan mempelajari dan memahami buku panduan yang biasanya disediakan produsen webbing sling tersebut. Ikutilah petunjuk yang ada, agar webbing sling yang Anda beli dapat awet dan berfungsi dengan maksimal.

Silahkan kontak kami PT Velasco Indonesia Persada sebagai distributor webbing sling dan peralatan teknik lainnya seperti wire rope serta rantai baja dengan pelayanan terbaik. Hubungi (021) 690 530 atau info@velascoindonesia.com. Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Merawat Webbing Sling Agar Awet

Merawat Webbing Sling

Dalam industri yang bersinggungan dengan alat berat, merawat alat sangatlah penting. Sebab selain agar alat dapat tahan lama, merawat alat perlu dilakukan untuk menjaga keselamatan penggunanya. Kali ini kami akan membahas tentang cara merawat webbing sling agar awet.

 

Pentingkah Merawat Webbing Sling?

Sangat penting! Sebab webbing sling digunakan untuk mengangkat barang berat. Lalai dalam merawat webbing sling dapat berakibat fatal yaitu kerusakan perangkat, hingga dapat merusak barang yang diangkut, serta membahayakan keselamatan pekerja. Bayangkan apa yang akan terjadi bila tiba-tiba webbing sling rusak saat mengangkat barang berat, kemudian barang tersebut jatuh menimpa pekerja.

 

Cara Merawat Webbing Sling

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merawat webbing sling adalah sebagai berikut:

  1. Webbing sling harus terhindar dari bahan kimia yang dapat menimbulkan reaksi dan merusak. Contohnya, webbing sling yang terbuat dari bahan nylon akan rusak jika terkena klorin.
  2. Saat webbing sling kotor karena terkena pasir atau debu, sling dapat dibersihkan menggunakan alat gosok ringan seperti kuas dan menggunakan semprotan air serta penyedot debu.
  3. Jika webbing sling kena noda, sling dapat dibersihkan dengan menggunakan sikat dan bilasan air.
  4. Hindari penggunaan alat pembersih yang kasar sebab dapat merusak benang-benang sintetis pada webbing sling. Sebaiknya gunakan alat pembersih seperti sponge.
  5. Hindari penggunaan air bertekanan tinggi terlebih yang melebihi load level dari webbing sling.
  6. Setelah dibersihkan dengan air, proses pengeringan sebaiknya digunakan secara manual atau menggunakan tangan.
  7. Perhatikan batasan temperatur atau suhu tempat penyimpanan webbing sling. Webbing sling yang terbuat dari nylon harus disimpan di tempat yang bersuhu tidak lebih dari 200 derajat Fahrenheit. Sling yang terbuat dari serat aramid harus disimpan di tempat yang bersuhu tidak lebih dari 320 derajat Fahrenheit.
  8. Lakukan pemerikasaan atau inspeksi secara berkala. Waktu inspeksi dapat diatur setahun sekali, per empat bulan, setiap bulan atau sesuai rekomendasi dari ahlinya. Kondisi webbing sling harus tercatat atau terdokumentasi dengan lengkap dan jelas setiap kali inspeksi dilakukan.

 

 

Silahkan kontak kami PT Velasco Indonesia Persada sebagai distributor webbing sling dan peralatan teknik lainnya seperti wire rope serta rantai baja dengan pelayanan terbaik. Hubungi (021) 690 530 atau info@velascoindonesia.com. Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Thimble Wire Rope, Ini Macamnya

Fungsi thimble wire rope yaitu untuk melindungi dan menjaga bentuk alami mata wire rope sling. Kali ini kita akan membahas jenis-jenis thimble. Bagi teman teman yang belum tahu bagaimana membuat wire rope lebih awet, penggunaan thimble adalah jawabannya.
Karena banyaknya jenis aplikasi di Lapangan yang menggunakan wire rope sling sebagai media angkat atau sebagai media tariknya, tentunya dibutuhkan juga spesifikasi yang berbeda pula untuk wire rope, ferrule dan juga thimble yang digunakan. Untuk itu berikut ini adalah jenis-jenis thimble itu sendiri yang umum digunakan orang-orang pada aplikasinya di Lapangan.

JENIS-JENIS THIMBLE

a. Thimble Biasa

 

 

b.  Thimble Heavy Duty

 

c. Thimble Stainless Steel

 

d. Thimble Solid

thimble wire rope

e. Thimble Solid DIN 3091

JENIS THIMBLE WIRE ROPE

  1. Thimble Biasa : Umumnya digunakan untuk aplikasi ringan dan bongkar muat.
  2. Thimble Heavy Duty : Umumnya digunakan untuk aplikasi berat.
  3. Thimble Stainless Steel : Umumnya digunakan untuk aplikasi ringan dan aplikasi yang rawan korosi / pengaratan.
  4. Thimble Solid : Sangat cocok digunakan untuk aplikasi berat dan juga instalasi Crane boom / pendant.
  5. Thimble Solid DIN 3091 : Umumnya digunakan untuk instalasi Crane boom / pendant.
BAHAN DASAR THIMBLE WIRE ROPE
  1. Thimble Biasa : Terbuat dari Mild Steel dengan finishing Galvanis.
  2. Thimble Heavy Duty : Terbuat Mild Steel dengan finishing Galvanis dan atau Stainless Steel.
  3. Thimble Stainless Steel : Terbuat dari Mild Steel dengan finishing Stainless 316.
  4. Thimble Solid : Terbuat dari Material Cast Ductile Iron.
  5. Thimble Solid DIN 3091 : Terbuat dari Mild Steel dengan finishing Galvanis.
Silahkan kontak distributor thimble wire rope www.velascoindonesia.com
di (021) 690 5530 atau info@velascoindonesia.com

Sarung Tangan Safety Melindungi Anda

Fungsi Sarung Tangan safety

sarung tangan safety

  1. Pengertian :

Sarung tangan ( glove ) merupakan salah satu kebutuhan di dalam bidang kerja. Alat ini berguna untuk melindungi tangan dari benda-benda tajam dan mencegah cidera saat sedang kerja, ketika memilih glove ada beberapa faktor yang harus di pertimbangkan antara lain bahaya terpapar, benda yang dihadapi / dikerjakan apakah bahan korosif, panas, dingin, tajam atau kasar karena alat pelindung tangan berbeda-beda dapat terbuat dari karet, kulit maupun kain katun.

  1. Manfaat / Fungsi :

Berguna sebagai alat pelindung tangan ketika bekerja di tempat atau kondisi yang bisa mengakibatkan cedera tangan. Bahan dan bentuk sarung tangan di sesuaikan dengan fungsi masing-masing pekerjaan.

3. Macam-macam Model / Jenis Sarung Tangan safety :

  • Leather gloves, berfungsi untuk perlindungan dari permukaan kasar
  • Vinyl dan Neoprene gloves, untuk melindungi tangan dari bahan kimia
  • Rubber gloves, untuk melindungi tangan dari listrik
  • Padded cloth gloves, untuk melindungi tangan dari benda tajam, bergelombang atau kotor
  • Heat resistant gloves, untuk melindungi dari panas dan api
  • Latex disposable gloves, melindungi tangan dari bakteri dan kuman
  • Metal mesh gloves, melindungi tangan dari benda tajam
  1. Bahan Sarung tangan :
  • Polyvinyl klorida dan plasticizer (plastik PBC).
  • Karet alam yang berasal dari pohon karet.
  • Dari bahan sintesis.
  • Dari bahan tekstil.
  1. Cara memilih Sarung tangan yang benar dan baik :
  • Pilih glove dari bahan yang berkualitas tinggi.
  • Pilih ukuran glove yang pas dengan ukuran tangan Anda.
  • Periksa kerapian jahitan, karena akan melindungi tangan pemakai dari cedera atau lecet akibat gesekan.
  • Pilih sarung tangan yang sesuai dengan kegunaannya seperti sarung tangan untuk kerja atau berkendara, baik jenis bahan dan bentuknya.
  • Perhatikan bantalan pada permukaan telapak tangan pastikan cukup aman dan kuat.
  • Pastikan juga glove yang anda pilih nyaman untuk dikenakan. lalu coba gerakan seluruh jari-jari anda dan pastikan tangan anda tidak sakit karena terjepit oleh jahitan pada sambungan
  • Lebih baik memilih glove penuh sampai menutupi pergelangan tangan agar tangan dapat terlindung dengan maksimal.
  1. Kelebihan dan Kekurangan Sarung Tangan :

Kelebihan :

Glove yang dibuat dari bahan sintesis memiliki daya tahan yang lebih lama dari jenis sarung tangan yang lain. Glove Sintetis memberi perlindungan lebih baik terhadap bahan kimia dan biohazard. Glove sintesis ini juga lebih tahan terhadap objek tajam dan sulit sobek.

Kekurangan :

Kekurangan pada Glove sintesis yakni tidak biodegradable.

Biodegradable yaitu sampah yang dapat diuraikan dengan sempurna oleh proses biologi baik aerob maupun anaerob.

  1. Akibat jika tidak memakai sarung tangan saat bekerja :

Apabila tidak menggunakan Glove ketika mengangkat barang berbahaya yang tajam, kasar, licin, atau bergerigi dapat membahayakan. Ketika tidak memakai sarung tangan, dan tangan menggenggam suatu barang yang tajam, tangan bisa saja terkena goresan benda itu lalu berdarah. Bila benda itu licin, kemungkinan benda itu terjatuh dan akan menimpa kaki.

  1. Tips Merawat Sarung Tangan safety :
  • Taruh Sarung Tangan pada tempatnya seusai dipakai.
  • Bersihkan Sarung Tangan secara teratur.
  • Cek Sarung Tangan anda sebelum dikenakan untuk memastikan keamanan Sarung Tangandengan ada tidaknya kecacatan pada sarung tangan

Kunjungi website kami www.velascoindonesia.com untuk melihat semua produk kami. Jika ada pertanyaan lebih lanjut atau membutuhkan penawaran dapat menghubungi kami melalui email info@velascoindonesia.com

Alat Navigasi Kapal Laut dan Fungsinya

Alat Navigasi Kapal Laut

Banyaknya alat transportasi yang berkembang di Indonesia mendorong berkembangnya teknologi navigasi pada alat trasportasi tersebut. Tidak bisa dipungkiri bahwa alat navigasi kapal laut merupakan suatu yang paling penting. Alat navigasi kapal laut dalam menentukan arah kapal. Tanpa peralatan ini, perjalanan mengelilingi lautan, penerbangan, bahkan perjalanan darat akan sangat sulit untuk dilakukan. Zaman dulu navigasi kapal atau arah tujuan kapal dilakukan dengan melihat posisi benda-benda langit seperti matahari dan bintang-bintang dilangit. Hal ini tidak mungkin dilakukan jika misalnya langit sedang mendung atau cuaca sedang berkabut. Di zaman yang modern ini, telah ada alat navigasi kapal laut.

alat-navigasi-kapal-laut
Perkembangan teknologi navigasi pada awalnya dimulai dari peradaban bangsa Mesir dan India, kemudian teknologi navigasi berkembang pesat kesejumlah darah di belahan bumi dengan sangat cepat karena teknologi navigasi sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. Beberapa contoh dari alat navigasi ini adalah:
1. Kompas
kompas adalah salah satu alat navigasi yang mampu menentukan arah keberadaan seseorang dan mampu menunjukkan arah. Kompas dibuat menggunakan magnet dan paling sering digunakkan.
2. Peta
Peta merupakan perlengkapan utama dalam penggambaran dua dimensi yang digambar berdasarkan skala tertentu.
3. GPS
GPS telah lebih berkembang karena GPS dapat menunjukkan posisi dimana si pengguna berada dengan bantuan satelit luar angkasa.
4. Radar

Radar banyak digunakan untuk transportasi udara seperti pesawat terbang, karena sistem navigasi ini merupakan alat yang mampu mendeteksi sinyal gelombang radio berfrekuensi tinggi dan radar digunakan sebagai alat untuk mendeteksi keberadaan pesawat ketika sedang mengudara.

Velasco Indonesia tidak ketinggalan akan perkembangan teknologi-teknologi ini. Kami menyediakan berbagai alat navigasi kapal terbaru. Contoh beberapa alat yang kami jual adalah Marine Radar, Navigasi Satelit, IRS, Telegraf dan Marine VHF Radio, Echo Sounder, Automatic Tracking Aid dan masih banyak lagi.
Untuk mengetahui lebih jelas dengan produk lampu navigasi kapal dan produk-produk peralatan kapal lainnya, dapat mengunjungi www.velascoindonesia.com.
Jika ada yang ingin ditanyakan dengan lebih jelas, dapat menghubungi email yang telah kami sediakan:
cso@velascoindonesia.com.

Macam Wire Rope dan Fungsinya

Macam Wire rope berdasarkan Aplikasinya

Pembahasan ketiga adalah Macam Wire rope berdasarkan Aplikasinya. Wire rope berdasarkan Aplikasinya dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :

1. Wire Rope konstruksi Cross Lay yang cenderung kurang lentur

Aplikasi wire rope ini digunakan pada saat Towing dan Mooring, dimana dibutuhkan kekuatan terhadap gentakan

2. Wire Rope konstruksi Parallel Lay yang cenderung lebih lentur

Aplikasi wire rope ini digunakan pada saat Logging, Lifting, Rigging dan Gondola, dimana dibutuhkan kelenturan wire rope agar dapat mengatasi seringnya penekukan terhadap wire rope pada saat penggunaan di aplikasi ini.

3. Hyrope

Aplikasi wire rope ini digunakan pada saat Lifting yang butuh grade tinggi dan untuk Mining, dimana dibutuhkan kekuatan dan kelenturan pada wire rope dan ketahanan terhadap korosi dan abrasi pada saat penggunan di aplikasi ini.

macam wire rope

Kegunaan Wire Rope

Setelah kita tau apa itu wire rope dan apa saja macam dari wire rope itu sendiri, maka sekarang kita juga perlu tau kegunaan dari wire rope. Wire rope mempunyai peranan penting dalam industri khususnya industri alat berat, contohnya : industri perkapalan, Perikanan, Oil and Gas, dll

Saya akan membahas kegunaan wire rope pada masing-masing industri tersebut, yaitu dijelaskan dibawah ini :

1. Industri Perkapalan

– Wire rope digunakan sebagai komponen crane agar dapat beroprasi untuk mengangkat beban.

– Wire rope digunakan untuk dibuat sling untuk mengangkat barang.

– Wire rope digunakan untuk menambat atau mooring agar kapal dapat bersandar.

– Wire rope digunakan untuk menarik atau towing ( menarik kapal tongkang atau kapal yang sedang rusak, dll ).

– Wire rope digunakan untuk Dredging atau pengerukan.

– Wire rope digunakan untuk mengikat barang atau lashing.

2. Industri Perikanan

– Menarik Trawl atau jala

3. Industri Oil and Gas

– Drilling Line ( Menarik dan mengulur Bor )

4. Industri Mining

– Shovel

– Clamshell atau Grab

5. Industri Konstruksi

– Jembatan

– Tower Crane

– Elevator

– Paku bumi

6. Industri Telekomunikasi

– Guy Wire ( Menstabilkan Tower atau Antena )

7. Industri Logging

– Menarik dan mengikat kayu

8. Industri Gondola

– Gondola

Jadi inilah kegunaan dari wire rope. Wire rope sangatlah penting untuk kapal.

Rigging Shackle untuk Industri Perkapalan

Rigging adalah suatu metoda untuk menangani material  beban besar dengan menggunakan tali, baik tali dari serat sintetik ataupun tali serat baja atau sling. Shackle / Segel (rigging shackle) adalah sebuah alat bantu angkat yang terbuat dari bahan mild steel, carbon steel, alloy steel dan Stainless steel 304 & 316. Shackle / Segel ini fungsinya untuk menyambung atau mengkaitkan sling dengan objek angkat. Shackle / Segel biasanya digunakan untuk mengangkat barang, basket, beam, mesin, dan objek angkat lainnya yang berat sehingga harus menggunakan sling dan shackle sebagai alat bantu angkatnya.

adapun jenis-jenis peralatan rigging antara lain :

Rigging SHACKLE

rigging shackle

Shackle adalah alat bantu pengait antara mata Sling dengan pengait Obyek tertentu dan terbuat dari bahan steel, Shackle berfungsi untuk menghubungkan Sling dengan pengait obyek sehingga apabila pengait Obyek berbentuk lingkaran maka untuk menghubungkan sling harus menggunakan Shackle.

Keuntungan lain dari penggunaan Shackle adalah kita bisa menggunakan 1 sling untuk beberapa obyek yang akan diangkat atau dipindahkan sebab shackle sangat mudah dibuka dan dipasang kembali, namun demikian beberapa perusahaan akan menerapkan 1 unit mesin dengan 1 unit sling jadi sling tidak bisa dipindah-pindah.

Beberapa jenis shackle antara lain

a. G-213 & S-213

Shackle ini berbentuk Ladam kuda dengan PIN menggunakan safety, capasitas  biasanya tersedia dari 1/2 tons sampai dengan 35 tons

b. G-209 & S-209

Shackle berbentuk ladam kuda dan PIN  sama seperti  g-213 hanya dia menggunakan Screw, capasitas  biasanya tersedia dari 1/3 tons sampai dengan 55 tons.

 c. G-215 & S-215

Shackle ini hampir sama dengan G-213 namun body berbentuk huruf U, capasitas biasanya tersedia dari 1/2 tons sampai dengan 35 tons.

 
d. G-210 & S-210

Shackle hampir sama dengan G-209 namun body berbentuk huruf U, capasitas biasanya tersedia dari 1/3 tons sampai dengan 55 ton.

e. G-2130 & S-2130

Shackle berbentuk ladam kuda dan PIN menggunakan Bolt Type lengkap dengan safety, capasitas biasanya tersedia dari 1/3 tons sampai dengan 150 ton.
f. G-2150 & S-2150

Shackle ini sama dengan G-2130 namun berbentuk huruf U, capasitas biasanya tersedia dari 1/2 tons sampai dengan 85 ton.

g. G-2140 & S-2140

Shackle berbentuk ladam kuda. capasitas biasanya tersedia dari 30 tons sampai dengan 600 ton.
h. G-2160

tersedia dari 30 tons sampai dengan 1250 ton.

Rantai Jangkar (Anchor Chain) Velasco Indonesia

Rantai Jangkar merupakan peralatan penghubung antara Kapal dengan Jangkar. Rantai jangkar terdiri dari beberapa bagian panjang rantai yang dinamakan length atau segel. Setiap length atau segel rantai akan disambung satu dengan yang lain serta pada ujungnya terpasang Jangkar dan pada ujung yang dikapal terpasang pada bak rantai (Chain Locker).

rantai jangkar

Panjang setiap length/segel rantai oleh klasifikasi ada yang ditentukan 27,45 m dan ada yang 25 m. Klasifikasi Jerman GL menentukan panjang satu segel adalah 25 m yang juga digunakan oleh Biro Klasifikasi Indonesia. Sedangkan klasifikasi lain seperti LR dan BV menentukan panjang setiap length/segel adalah 27,45 m. Pada saat ini sesuai dengan ketentuan yang ada 1 segel atau length adalah 27,50 m.
Sebagai contoh, kapal peneliti pelayaran besar (ocean going ship) berukuran ? 175 ton menurut ketentuan klasifikasi BV harus memiliki jumlah jangkar 2 dengan berat masing2 360 kg dan panjang rantai 247,5 m atau 9 length/segel maka pada sisi kiri (PS) dapat menggunakan 5 segel = 137,5 m dan pada sisi kanan (SB) menggunakan 4 segel =110 m. Berat jangkar sesuai tabel adalah minimum 180 kg dan maksimum 46 ton, panjang rantai jangkar minimum total 220 m dan maksimum yang dipasang pada kapal sesuai dengan tabel adalah 28 length/segel dengan panjang setiap sisi masing-masing 14 length/segel = 385,5 m.

Rangkaian Jangkar pada setiap sisi terdiri dari : JANGKAR – SEGEL – SWIVEL – SEGEL – RANTAI – SEGEL – (BEBERAPA SEGEL DAN RANTAI) – SEGEL TERAKHIR yang dikaitkan pada kaitan di Chain Locker, yang digulung atau ditarik dengan menggunakan mesin jangkar (anchor windlass).

Setiap segel rantai terdiri dari rangkaian mata rantai, setiap mata rantai memiliki stud link yaitu pada mata rantai terdapat stud atau dam ditengahnya yang berfungsi memperkuat mata rantai dan menahan supaya mata rantai tidak berputar, mata rantai dikedua ujung setiap segel tidak memiliki stud atau dam dan berukuran diameter lebih besar 10 %. Jumlah mata rantai pada setiap segel memilik jumlah ganjil supaya ujung-ujung sambungan akan memilik posisi yang sama dan kedudukan rata . Pada ujung segel akan disambungkan dengan length/segel rantai yang berikutnya, atau untuk ujung daerah jangkar akan disambung dengan perantara swivel jangkar, dan pada ujung yang dikapal akan dikaitkan pada bak rantai (chain locker). Penyambung length/segel rantai menggunakan mata rantai khusus yang biasanya menggunakan KENTER SHACKLE atau disebut segel kenter.
Kami menyediakan aneka Shackle. Cek disini

KENTER SHACKLE, adalah mata rantai untuk penyambung yang mempunyai ukuran yang sama dengan mata rantai yang akan disambung, konstruksi mata rantai ini setengah bagian dapat digeserkan melintang untuk memasukkan mata rantai yang akan disambung. Secara memanjang mata rantai ini tidak dapat digerakkan, dan apabila rantai yang akan disambung sudah dikaitkan maka bagian tengah akan dipasang stud / dam melintang yang dikunci dengan pen (biasanya berjumlah dua pen) kemudian pen tersebut dicor dengan timah panas supaya tidak terlepas.

Velasco Indonesia Persada adalah distributor alat industri dengan pelayanan terbaik di Jakarta. Silahkan kontak info@velascoindonesia.com atau hubungi (021) 690 5530

Jenis Sling Rantai dan Bagaimana Cara Merawatnya

PT. Velasco Indonesia Persada adalah distributor alat industri dengan pelayanan terbaik menjual berbagai peralatan kapal, konstruksi, seperti wire rope, alat safety, dan berbagai jenis sling rantai.

Kali ini kita akan bagikan sedikit tips pemakaian dan perawatan berbagai jenis Sling Rantai :

– Bersihkan sling dari kotoran setelah dipakai.
– Simpan sling di tempat yang kering. Idealnya ada rak khusus untuk menggantung sling rantai yang tidak beroperasi.
– Untuk mencegah karat lumasi rantai sling secara teratur dengan oli tipis.

Inspeksi Sling Rantai
– Selalu lakukan inspeksi sling di daerah yang terang.
– Bersihkan sling dengan baik sebelum dicek.
– Cek mata rantai dengan teliti.
– Jangan gunakan sling rantai jika mata rantai ada yang retak, gompal, berubah bentuk bengkok dan memanjang.
– Jangan gunakan jika diameter sling berkurang lebih dari 10% dan mata rantai memanjang lebih dari 5%.

Jenis Sling Rantai yang Dijual oleh Velasco Indonesia Persada

Sebagai distributor peralatan teknik yang menyediakan segala macam sparepart dan keperluan industri tambang, konstruksi, dan perkapalan, kami menyediakan berbagai macam rantai sesuai dengan fungsi dan jenis masing-masing. Silahkan kunjungi velasco indonesia untuk lihat produk-produk lainnya yang bisa Anda langsung minta penawaran harganya.

jenis sling rantai

Tidak perlu ragu untuk menghubungi kami untuk pertanyaan dan inquiry lain di info@velascoindonesia.com atau kunjungi website kami untuk pastikan barang yang Anda butuhkan dapat Anda terima dengan harga dan kualitas terbaik.