5 Faktor Penyebab Kapal Tenggelam

5 Faktor Penyebab Kapal Tenggelam

Hingga kini masih banyak terjadi kecelakaan kapal. Baik kecelakaan yang disebabkan karena kelalaian manusia maupun yang disebabkan oleh cuaca. Tidak jarang kecelakaan tersebut membuat kapal tenggelam dan tanpa ada alat keselamatan kapal, keselamatan penumpang pun terancam. Ini dia 5 faktor penyebab kapal tenggelam yang sering terjadi.

  • Faktor Cuaca

Walaupun alat pendeteksi cuaca sudah semakin canggih, namun tetap saja sering ditemukan kapal yang tenggelam karena badai. Badai mengakibatkan hempasan ombak dan gelombang tinggi, sehingga berpotensi merusak badan kapal dan akhirnya air masuk ke kapal dan tenggelam.

  • Faktor Lintasan

Tidak hanya di darat, lintasan di laut juga perlu diwaspadai. Adanya karang atau gunung es tidak dapat diremehkan karena apabila tertabrak, akan dapat merusak badan kapal. Karena itu sangat penting untuk dapat mendeteksi lintasan yang dilewati supaya bisa mencari jalur yang aman.

  • Kelebihan Muatan

Ini merupakan salah satu contoh kecelakaan kapal yang disebabkan oleh kelalaian manusia. Setiap kapal sudah memiliki kapasitas maksimal yang ditentukan dan tidak dapat diganggu gugat. Apabila kapasitas tersebut dilanggar, maka kecelakaan kapal sudah tidak dapat dihindarkan.

  • Kondisi Kapal

Memeriksakan kondisi kapal setiap kali sebelum berangkat wajib dilakukan awak kapal, salah satu tujuannya adalah untuk memastikan kapal berangkat dalam kondisi baik. Karena kondisi kapal yang rusak di tengah perjalanan akan dapat membahayakan penumpang dan awak hingga dapat membuat kapal tenggelam.

  • Kehebatan Awak Kapal

Beragam kesulitan di tengah laut dapat diatasi oleh nahkoda atau awak kapal yang handal. Namun di tangan awak kapal yang tidak mumpuni, perjalanan dapat menjadi bencana.

Itu dia 5 faktor penyebab kapal tenggelam yang sering terjadi. Walau kapal tenggelam, namun korban jiwa dapat diminimalisir dengan alat keselamatan kapal yang memadai. Karena itu setiap kapal wajib memiliki alat safety kapal yang lengkap mulai dari alat piroteknik seperti hand flare, smoke signal, lalu ring buoy, hingga sekoci seperti life raft.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor alat keselamatan kapal. Kami jual hand flare serta alat piroteknik lainnya seperti man over board, smoke signal, parachute signal. Velasco Indonesia juga melayani pembelian ring buoy, rescue boat, life jacket atau jaket pelampung, life jacket light, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta.

Kami juga menjual alat rigging, alat lifting, tali mooring, tali tambang dan wire rope dengan pelayanan terbaik. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp atau (021) 690 530 atau email ke info@velascoindonesia.com

Tali Tross dan Tali Spring Untuk Penambat Kapal

Tali Tross

Tali yang digunakan untuk menambatkan kapal, terutama kapal besar, bukanlah tali sembarangan. Tali tersebut punya kekuatan yang tinggi karena harus sanggup menahan kapal besar agar tidak bergerak. Karena itu dibutuhkan beberapa rangkaian tali tambang seperti tali tross dan tali spring. Tali apakah itu? 

Kedua jenis tali ini merupakan istilah yang dipakai dalam sistem penambatan kapal atau bahasa kerennya mooring system kapal ke dermaga di suatu pelabuhan. Menambatkan kapal bisa dibilang merupakan pekerjaan yang cukup sulit sebab terlebih dahulu perlu mempertimbangkan kondisi sekitar kapal seperti arus atau gelombang laut dan arah angin.

Metode Penambatan Kapal

Secara garis besar ada beberapa metode menambatkan kapal. Namun demikian kesemuanya itu memliki persamaan dalam posisi tali yaitu terdapat tali yang menahan di bagian ujung depan kapal, ujung bagian belakang, dan di bagian tengah. Untuk menambah daya cengkram kapal ke dermaga sering ditambahkan tali ekstra di bagian tengah kapal. Kadang di bagian tengah juga diberi tali tambat tambahan.

Tali tross dan tali spring yang digunakan untuk menambatkan kapal, harus sesuai dengan standar pabrikasi yang berstandar internasional. Jika tidak, tentu akan sangat riskan dan membahayakan keselamatan kapal dan para penumpang atau awak kapal.  Spesifikasi standar yang umum untuk kedua tali ini yaitu:

  • Harus kuat atau memliki nilai breaking-load yang tinggi,
  • Talinya lentur agar mudah memudahkan penambatan
  • Tahan air
  • Mampu terapung.

Pada umumnya, tali yang digunakan untuk mooring system ini adalah tali tambang seperti tali manila atau tali tambang dari bahan serat sintetis, seperti tali PP (monofilament dan multifilament), tali PE atau tali nylon.

Tentunya tidak ada aturan baku tentang cara menambatkan kapal karena banyak faktor yang mempengaruhi mooring system. Beberapa kapal juga bisa menggunakan rantai, namun lebih banyak yang menggunakan tali tambang karena punya banyak kelebihan untuk menambatkan kapal.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor alat kapal seperti tali tambang, (tali manila, tali nilon, tali PE dan tali PP) wire rope sling, webbing sling, chain sling, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. 

Kami juga merupakan distributor alat rigging, alat safety kapal, alat lifting, dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp atau (021) 690 530 atau email ke info@velascoindonesia.com

Fungsi Wire Rope Alat Rigging

Fungsi Wire Rope

Wire rope atau tali baja merupakan barang yang tidak asing di industri alat berat seperti pelabuhan peti kemas dan konstruksi bangunan. Fungsi wire rope bisa dibilang sangat penting dalam industri ini yaitu sebagai alat rigging. Lalu apakah semua jenis wire rope sama? Yuk simak artikel berikut ini.

Rigging sendiri merupakan suatu istilah untuk aktivitas yang berkaitan dengan memindahkan barang berat. Contohnya yaitu untuk mengangkat, menarik, serta memindahkan alat-alat berat seperti container, mobil, kapal, dll.

Wire rope adalah tali yang terbuat dari serangkaian utas kawat baja. Kumpulan utas kawat baja ini disatukan dengan cara dipilin mengelilingi core hingga membentuk tali baja super kuat. Fungsi wire rope pada umumnya adalah untuk menarik, mengikat dan mengangkat beban yang berat. Untuk beban yang ringan kurang cocok menggunakan wire rope.  

Namun beban yang berat tidak bisa semuanya ditarik dan diangkat menggunakan satu wire rope. Sebab  kemampuan setiap jenis dan ukuran wire rope berbeda-beda. Oleh karena itu harus disesuaikan dengan ketahanan maksimal wire rope terhadap beban yang hendak ditarik atau diangkat.

Fungsi Wire Rope dalam Berbagai Industri

Berikut ini beberapa contoh penggunaan wire rope yang umum digunakan dalam berbagai industri.

  • Untuk mengangkat dan menurunkan gondola
  • Salah satu material penting pada lift atau elevator, untuk menaikkan dan menurunkan lift.
  • Menambatkan (mooring) kapal yang sedang bersandar di dermaga.
  • Untuk menarik trawl atau jala pada industri perikanan.
  • Untuk menarik serta mengulur bor (drilling line) pada industri minyak dan gas.
  • Sebagai salah satu konstruksi jembatan, tower, dll.
  • Untuk menarik, mengangkat dan mengikat kayu pada industri logging.
  • Mengangkat kontainer, atau barang berat lainnya.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor alat rigging seperti wire rope sling, webbing sling, chain sling, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. 

Kami juga merupakan distributor alat kapal, alat safety kapal, alat lifting, tali mooring, tali tambang, dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp atau (021) 690 530 atau email ke info@velascoindonesia.com