Tips Memilih Shackle Alat Lifting Serbaguna

Tips Memilih Shackle

Shackle adalah sebuah alat bantu yang berguna untuk menghubungkan beberapa alat lifting, misalnya rantai dengan rantai, atau antara rantai jangkar dengan jangkarnya. Mengingat shackle punya banyak sekali jenis, maka penting untuk mengetahui bagaimana tips memilih shackle yang baik dan benar.

Shackle terbuat dari berbagai jenis bahan, contohnya adalah alloy steel, carbon steel, mild steel, dan stainless steel tipe 304 & 316. Bahan-bahan ini teruji memiliki ketahanan yang tinggi sehingga tidak mudah patah.

Shackle punya bentuk seperti huruf “D” atau seperti simbol omega (atau tapal kuda). Namun demikian alat ini sebenarnya tersusun dari dua bagian yang bisa dibongkar pasang yaitu bagian “U” shape-nya dan bagian pengunci atau pin yang berbentuk huruf “I”.

Tips Memilih Shackle

Di pasaran banyak menawarkan berbagai produk shackle. Untuk memudahkan kalian memilih shackle yang tepat, berikut beberapa tips dalam memilih shackle:

  1. Pilih shackle yang sesuai dengan kebutuhan. Beban yang hendak diangkut, lokasi penggunaan shackle (apakah di laut lepas atau bukan), adalah beberapa contoh faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih shackle. Bacalah spesifikasi tentang ukuran dan kekuatan shackle sebelum membeli. 
  2. Pilih produk shackle yang menyertakan sertifikat peralatan. Sertifikasi ini penting sebab merupakan tanda kualitas suatu perangkat telah sesuai dengan standar-standar yang telah disepakati baik nasional maupun internasional.
  3. Pilih shackle dari distributor alat industri dan perkapalan yang tepat. Caranya yaitu, perhatikanlah riwayat penjualan distributor tersebut. Distributor yang berkualitas tentunya memiliki banyak riawayat penjualan yang disertai dengan testimoni yang baik dari para pelanggannya.
  4. Pastikan shackle yang kalian pilih mempunyai garansi dari distributor.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA jual berbagai alat lifting seperti shackle, wire rope sling, webbing sling, chain sling, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. 

Kami juga merupakan distributor alat kapal, alat safety kapal, alat lifting, tali mooring, tali tambang, dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp atau (021) 690 530 atau email ke info@velascoindonesia.com

Jenis Aksesoris Jangkar, Wajib Tahu!

Jenis Aksesoris Jangkar

Aksesoris jangkar adalah perangkat yang melengkapi jangkar agar dapat bekerja dalam sistem penjangkaran kapal atau penambatan kapal. Setidaknya ada 5 jenis aksesoris jangkar yang umum digunakan, terutama pada kapal-kapal besar. Apa aja ya? Yuk baca terus artikel ini.

Berikut beberapa jenis aksesoris jangkar yang perlu kita ketahui.

Jenis Akesoris Jangkar: Rantai Jangkar

Rantai jangkar merupakan rantai yang menghubungkan jangkar dengan badan kapal. Dengan menggunakan rantai, jangkar dapat dengan mudah dinaikan atau diturunkan diturunkan dari badan kapal. Putusnya rantai jangkar dapat menyebabkan jangkar terjun bebas ke air.

Rantai jangkar pada kapal kecil dan kapal besar berbeda. Kapal besar biasanya menggunakan rantai jangkar yang disertai stud link. Kapal sedang menggunakan rantai jangkar biasa. Sama halnya dengan kapal kecil. Bahkan kapal kecil yang tidak digunakan untuk berpergian terlalu jauh (dan tidak ke arus yang deras) juga bisa menggunakan tali tambang sebagai pengganti rantai jangkar.

Semakin besar ukuran dan bobot kapal, maka semakin besar ukuran dan bobot jangkar, sehingga semakin besar pula ukuran rantai jangkar yang digunakan.

Jenis Aksesoris Jangkar: Kenter Jangkar

Kenter jangkar merupakan aksesoris jangkar yang berguna sebagai penyambung rantai jangkar yang satu dengan yang lain. bentuknya pun mirip, seperti mata rantai jangkar dengan stud link. Bedanya, kenter jangkar dapat dibongkar pasang. Alat ini terbuat dari besi yang kuat dan tahan korosi. Ukurannya bergantung pada ukuran rantai jangkar yang digunkan.

Jenis Aksesoris Jangkar: Shackle Jangkar / Joining Shackle

Joning shackle atau segel atau shackle jangkar memiliki fungsi yang mirip dengan kenter shackle. Aksesoris jangkar ini bisa digunakan untuk menyambungkan dua rantai jangkar. Tapis selain itu, shackle jangkar ini juga bisa dipakai untuk menghubungkan akesoris jangkar yang lain seperti swivel dengan jangkar kapal, atau rantai dengan jangkar kapal, dll. Alat ini terbuat dari besi yang kuat dan tahan korosi. Ukurannya bergantung pada ukuran rantai jangkar yang digunkan.

Jenis Aksesoris Jangkar: Swivel Piece atau Kili-kili

Swievel Piece atau kili kili merupakan aksesoris jangkar yang berfungsi agar rantai jangkar tidak kusut atau terbelit saat jangkar dinaikkan atau diturunkan dari badan kapal. Alat ini terbuat dari besi kuat seperti dari stainless steel atau galvanis dan tahan korosi dan bentuknya yaitu di bagian tengah terdapat poros yang dapat berputar.

Cara pakainya adalah dengan mengaitkan swivel piece pada bagian kepala jangkar.  Ujung satunya lagi dipasang pada mata rantai jangkar terakhir. Dengan begitu jangkar dan rantai akan saling terhubung, dan apabila jangkar berputar, rantai tidak ikut berputar, sehingga potensi twist dapat diminimalisir.

Jenis Aksesoris Jangkar: Alat Penarik Jangkar

Seperti namanya, alat penarik jangkar atau windlass berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan jangkar kapal. Ketika jangkar ditarik, maka alat ini juga punya fungsi sebagai tempat menyimpan rantai dan jangkar kapal selama tidak digunakan.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor jangkar kapal dan aksesoris jangkar kapal seperti rantai jangkar, swivel atau kili-kili, shackle, kenter jangkar, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. 

Kami juga merupakan distributor alat kapal, alat safety kapal, alat rigging, alat lifting, tali mooring, tali tambang, wire rope, webbing sling, dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp atau (021) 690 530 atau email ke info@velascoindonesia.com

Kekuatan Rantai Jangkar Kapal Laut

Kekuatan Rantai Jangkar

Dalam tulisan berikut, kami akan mengangkat topik tentang salah satu alat kapal yang fungsinya cukup vital yaitu rantai jangkar. Mengapa vital? Sebab rantai jangkar atau anchor chain berfungsi untuk menghubungkan alat penarik jangkar (windlass) yang terkait pada badan kapal dengan jangkar. Hal yang perlu diperhatikan terkait alat ini adalah kekuatan rantai jangkar yang harus disesuaikan dengan jenis kapal, berat jangkar, dan beberapa faktor lain.

Sesuai dengan standar industri, rantai jangkar terbuat dari baja yang kuat dan berdaya tahan tinggi.  Di kapal besar rantai jangkar diberi tambahan stud link pada setiap mata rantainya agar semakin kuat dan tidak mudah twist atau terlilit.

Untuk dapat memilih rantai jangkar yang sesuai dengan kebutuhan, terlebih dahulu diasarankan untuk dapat menghitung kekuatan rantai jangkar.

Cara Singkat Mengetahui Kekuatan Rantai Jangkar

Kekuatan rantai jangkar harus disesuaikan dengan beberapa aspek atau faktor. Diantaranya yaitu

  • jenis kapal
  • ukuran kapal
  • jenis jangkar
  • dan lain sebagainya.

Sederhananya, kapal besar, membutuhkan jangkar yang besar. Oleh karena itu membutuhkan rantai jangkar dengan kekuatan yang lebih besar juga.

Di pasaran, rantai jangkar dengan tipe stud link, atau stud link anchor chain, dijual dengan berbagai grade. Di antaranya yaitu grade U1, U2, U3. Grade U2 dan U3 merupakan grade yang paling banyak digunakan.

Sebagai catatan untuk diperhatikan; semakin tinggi angka grade-nya artinya kepadatan materialnya juga semakin tinggi. Dengan begitu kekuatannya juga semakin tinggi. Tetapi perlu diingat, hal ini tidak berarti rantai jangkar yang paling kuat merupakan pilihan terbaik. Mengapa begitu? Sebab belum tentu cocok dengan jenis kapal dan jangkar yang akan Anda pakai.

Salah satu tips cepat untuk dapat menghitung kekuatan rantai jangkar yaitu dengan membaca informasi spesifikasi produk yang tertera dan disediakan oleh produsen pembuat rantai tersebut. Semua alat rigging yang bermutu dipasarkan, termasuk rantai, sudah seharusnya dilengkapi dengan informasi spesifikasi alat yang jelas dan mudah dibaca.  Tujuannya agar pembelinya dapat mengetahui kekuatan dan spesifikasi lain dari alat kapal atau alat rigging yang hendak dipilih dan dibelinya.

Informasi spesifikasi alat umunya berbetuk tabel spesifikasi. Dalam tabel tersebut, tertera informasi-informasi seperti diameter rantai jangkar, proof load serta breaking load dari rantai jangkar. Proof load merupakan informasi nilai beban yang diaplikasikan pada rantai untuk menguji kekuatannya. Breaking load merupakan nilai beban maksimum yang diaplikasikan pada rantai.       

Tabel tersebut hanya menginformasikan kekuatan rantai jangkar, namun apakah sesuai dengan kebutuhan kapal Anda? Nah untuk mengetahui rantai yang Anda butuhkan, Anda perlu menghitung equipment number. Berdasarkan BKI 2009 Volume II section 14.A.3, equipment number dapat dihitung dengan rumus:

Equipment Number = Z = Δ2/3 + 2. B.h + A/10

Dengan begitu dapat diketahui spesifikasi rangkaian jangkar yang kalian butuhkan seperti berat jangkar, tipe jangkar, panjang rantai jangkar, diameter rantai jangkar, panjang tali tarik, panjang tali tambat, dll.

Supaya tidak salah pilih, Anda sebaiknya mengkonsultasikan kebutuhan Anda dengan distributor jangkar kapal yang terpercaya yaitu tentu saja Velasco Indonesia.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor jangkar kapal dan aksesoris jangkar kapal seperti rantai jangkar, swivel atau kili-kili, shackle, kenter jangkar, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. 

Kami juga merupakan distributor alat kapal, alat safety kapal, alat rigging, alat lifting, tali mooring, tali tambang, wire rope, webbing sling, dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp atau (021) 690 530 atau email ke info@velascoindonesia.com

Tips Memilih Jangkar untuk Kapal Anda

Tips Memilih Jangkar

Kalau diibaratkan ada gula ada semut, maka bisa dibilang ada kapal ada jangkar. Sebab setiap kapal wajib memiliki jangkar untuk menambatkan kapalnya supaya bisa diam di satu titik walau ada terpaan angin atau arus kencang. Nah jangkar itu sendiri punya banyak jenis. Sudah tahu belum bagaimana tips memilih jangkar yang baik dan benar?

Jangkar memiliki banyak jenis serta ukuran. Menentukan jangkar yang cocok untuk kapal Anda adalah hal yang sangat penting. Bayangkan Anda memakai jangkar yang terlalu kecil atau ringan misalnya, hasilnya kapal Anda tidak dapat tertambat dengan baik. Atau kalau Anda memilih jangkar yang terlalu berat, maka akan menyulitkan penyimpanan di kapal Anda, bisa-bisa kapal Anda jadi oleng. Hmm.. jangan sampai ini terjadi pada kapal Anda ya.

Beberapa jenis kapal sebaiknya memiliki dua jangkar, disarankan yang jenisnya berbeda (namun sesuaikan dengan kebutuhan Anda ya). Selain bisa digunakan sebagai jangkar cadangan, dua jangkar yang berbeda juga bisa digunakan di dua kondisi yang berbeda pula.

Tips Memilih Jangkar

  • Sesuaikan dengan kapal Anda. Ukuran, berat dan jenis kapal Anda mempengaruhi jangkar mana yang akan digunakan. Berikut ini adalah contoh tabel yang menunjukkan ukuran kapal dengan kebutuhan ukuran jangkar.
  • Sesuaikan dengan aktivitas kapal Anda. Ke mana kapal Anda akan berlabuh juga menentukan jangkar mana yang tepat. Sebab ada jangkar yang cocok untuk permukaan laut yang berlumpur, ada yang cocok untuk permukaan laut berbatu. Jadi sebaiknya Anda kenali beberapa jenis jangkar yang ada supaya bisa memilih jangkar yang pas.
  • Sesuaikan dengan cuaca di area kapal Anda beraktivitas. Berlabuh di teluk yang tenang tentu berbeda dengan berlabuh di lepas pantai. Perhatikan juga cuaca yang sering terjadi di dermaga atau titik labuh lainnya. Kencangnya angin dan arus membuat Anda memerlukan jangkar yang ekstra berat.
  • Pilih distributor jangkar kapal yang terpercaya. Distributor jangkar yang baik akan membantu Anda menemukan jangkar yang cocok, bukannya hanya mementingkan keuntungan mereka semata. Pastikan juga jangkar yang Anda beli dilengkapi dengan sertifikat (cocokkan nomor sertifikat dengan nomor di fisik jangkar) untuk memastikan keasliannya. Jangan sampai tertipu distributor nakal.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor jangkar kapal dan aksesoris jangkar kapal seperti rantai jangkar, swivel atau kili-kili, shackle, kenter jangkar, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. 

Kami juga merupakan distributor alat kapal, alat safety kapal, alat rigging, alat lifting, tali mooring, tali tambang, wire rope, webbing sling, dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp atau (021) 690 530 atau email ke info@velascoindonesia.com

Cara Pakai Sling untuk Rigging

Cara Pakai Sling

Sling merupakan salah satu alat lifting atau alat rigging yang sangat penting. Fungsinya adalah sebagai pengait antara barang berat dengan mesin pengangkut atau penarik barang, seperi misalnya crane. Sling ini juga digunakan untuk mengaitkan barang ke suatu tempat supaya tidak bergerak pada saat proses pengiriman di perjalanan. Ada beberapa cara pakai sling yang umum digunakan untuk rigging.

Pertama-tama perlu dijelaskan dahulu tentang beberapa jenis sling. Setidaknya ada 3 jenis sling yang banyak dipakai dalam aplikasi lifting. Ketiga sling tersebut adalah wire rope sling, chain sling dan webbing sling. Ada juga round sling yang memiliki bahan sama dengan webbing sling namun bentuknya lingkaran tanpa ujung.

Cara Pakai Sling untuk Rigging

Ada dua hal dalam pemakaian sling yang perlu diperhatikan, yaitu banyaknya jumlah sling dalam satu aktivitas rigging, serta metode pemakaiannya. Setiap aplikasi lifting bisa menggunakan sling tunggal (single leg), atau bisa juga beberapa sling bersamaan (double leg, triple leg, quad leg) sesuai kebutuhan. Ini berlaku untuk semua jenis sling.

Lalu bagaimana cara pakai sling untuk rigging? Ada 3 cara yang umum digunakan, yaitu straight lift, choke hitch, dan basket hitch. Sebagai gambaran, Anda dapat melihat ilustrasi di bawah ini.

Straight lift artinya sling langsung terkait dengan barang begitu saja, tanpa ada modifikasi sama sekali. Jadi dari mesin pengangkut barang, sling langsung dikaitkan ke barang, membentuk satu garis lurus (apabila single leg) atau dua garis lurus (double leg) sesuai dengan jumlah sling yang digunakan. Cara ini paling umum dan mudah diaplikasikan.

Sementara choke hitch yaitu teknik pakai sling yang digunakan dengan cara melilitkan mata hitch di sekitar beban, kemudian meliewati dirinya sendiri, lalu dipasang ke crane. Manfaat dari metode ini adalah memberikan kontrol beban yang lebih besar dan barang jadi lebih aman dari goyangan, tidak mudah putus dibandingkan menggunakan metode straight lift.

Terakhir adalah basket hitch, yaitu metode lifting dengan cara melilitkan sling membentuk keranjang. Sling dipasang melingkari barang lalu kembali ke ujung sling satunya lagi. Metode ini sebaiknya tidak digunakan saat mengangkut barang yang beratnya tidak seimbang.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor alat rigging seperti wire rope sling, webbing sling, chain sling, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. 

Kami juga merupakan distributor alat kapal, alat safety kapal, alat lifting, tali mooring, tali tambang, dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp atau (021) 690 530 atau email ke info@velascoindonesia.com