Serba Serbi Jangkar Kodok

Serba Serbi Jangkar Kodok

Ada yang tahu jangkar kodok? Kodok yang mukanya seperti jangkar. Bukan. Jangkar kodok merupakan salah satu jenis jangkar kapal laut yang sudah umum digunakan ya. Berikut beberapa informasi atau serba serbi alat kapal jangkar kodok yang bisa kita pelajari.

Jangkar kodok merupakan salah satu jenis stockless hall anchor. Sebab bentuk jangkar ini tidak memiliki stock. Bentuk atau desain jangkar terbagi dalam dua bagian besar yaitu bagian badan jangkar dan bagian lengan jangkar yang dihubungkan oleh sebuah engsel.

Material pembentuknya dari baja yang kuat dan berat. Sehingga cocok dan sering digunakan kapal-kapal laut denga ukuran dan tonase yang besar sebagai jangkar haluan.

Kelebihan Jangkar Kodok

Jangkar kodok memiliki beberapa keunggulan saat digunakan. Apa saja. Berikut beberapa di antaranya:

  • Bentuk jangkar kodok cukup sederhana. Jadi memudahkan operator saat digunakan.
  • Desain jangkar kodok memungkinkan jenis jangkar ini untuk diaplikasikan atau dipakai di berbagai jenis kapal laut pada perairan yang dasar lautnya berlumpur, berpasir, berkarang ataupun berbatu.
  • Dengan bentuk bagian bawah jangkar yang besar dan kuat, jangkar kodok tahan jika bertubrukan dengan karang-karang laut.
  • Di daerah dasar laut yang berpasir, jangkar kodok dapat steady atau kokoh menahan badan kapal hingga posisinya tidak berubah.
  • Daya kait atau cengkaram jangkar kodok sangat baik di daerah perairan denga dasar lumpur dan pasir

Kelemahan Jangkar Kodok

Meskipun memiliki beberapa keunggulan, jangkar kodok memiliki beberapa poin minus. Apa saja? Berikut di antaranya:

  • Jangkar kodok tidak mudah dilepaskan dalam kondisi sangat terkait jika diturunkan di posisi atau lokasi yang salah. Sebab jenis jangkar ini tidak mempunyai lengan pemisah antara bagian lengan jangkar dan bagian mahkota atau cakar jangkar.
  • Jangkar kodok juga tidak mudah ditarik jika bagian mahkota atau cakarnya terlalu dalam menggaruk pasir atau lumpur pada dasar laut. Kejadian ini umumnya disebabkan oleh jangkar ini tertarik oleh badan kapal saat terjadi gelombang besar atau angin kencang.

Saat digunakan, jangkar tidak bekerja sendiri. Dibutuhkan beberapa aksesoris jangkar, yaitu alat penarik jangkar kapal atau windlass, rantai jangkar, kenter jangkar, swivel piece atau kili-kili, dan shackle jangkar.

Fungsi Webbing Sling di Dunia Rigging

Teman-teman tahu apa itu rigging? Atau, kenal tidak dengan alat atau perangkat yang disebut webbing sling? Keduanya berkaitan lho. Bagi teman-temanyang bekerja di industri konstruksi atau yang berkaitan dengan alat atau benda atau barang-barang berat harusnya tahu ya kedua hal tersebut.

Rigging dan Alat Rigging

Ok. Pertama, apa itu ringing? Rigging adalah suatu cara, pekerjaan atau metoda yang berkaitan dengan penanganan terhadap benda, barang atau material besar dan berat dengan menggunakan berbagai macam jenis tali seperti serat sintetik, tali serat baja, rantai maupun sling. Cara, pekerjaan atau metode yang dimaksud itu yaitu lashing, lifting, mooring, towing dan sejenisnya.

Dalam melakukan rigging tentunya butuh peralatan pendukung yang disebut alat rigging. Alat rigging pada umunya dikenal juga sebagai alat bantu ataupun aksesoris. Salah satu alat rigging adalah webbing sling.

Selain webbing sling, terdapat dua jenis sling yang sudah dikenal dalam dunia rigging yaitu chain sling dan wire rope sling. Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan karateristik material dan bentuknya.

Apa sih fungsi webbing sling di dunia rigging? Yuk, kenali fungsi webbing sling di dunia rigging melalui artikel singkat berikut!

Jenis dan Fungsi Webbing Sling

Seperti sling pada umumnya dalam dunia rigging, webbing sling berfungsi sebagai tali penghubung atau pengait yang dipasang untuk mengikat barang, alat atau beban saat lashing, lifting, mooring, towing dan sejenisnya. Itu fungsi umumnya ya. Fungsi khusus atau spesifiknya begantung pada karateristik material dan bentuk webbing sling.

Berdasarkan bahan pembuatannya, webbing sling dapat dibagi dalam beberapa macam yaitu:

  • Webbing sling kevlar terbuat dari bahan kevlar
  • Webbing sling nilon terbuat dari bahan nilon
  • Webbing sling polypropylene: terbuat dari bahan polyproylene
  • Webbing sling polyester terbuat dari bahan polyester

Berikut bebrapa macam webbing sling berdasarkan bentuknya berikut dengan fungsinya dalam dunia rigging:

  • Endless webbing Sling: berbentuk bulat/melingkar sehingga tidak memiliki ujung. Jenis ini dipakai untuk lifting.
  • Eye webbing sling: mempunyai ujung dan bentuknya seperti chain dan wire rope sling yaitu pada kedua ujung dijahit hingga memiliki lingkaran kecil. Jenis ini dipakai untuk lashing dan lifting.
  • Round Webbing Sling: berbentuk bulat/melingkar yang dijahit dengan lapisan pembungkus dari material sejenis. Jenis ini dipakai untuk lashing dan lifting.

Webbing sling ini juga merupakan salah satu alat kapal lho. Sebab dunia perkapalan memang erat kaitannya dengan dunia rigging. Jadi tidak heran alat ini banyak dipakai juga di kapal.

Webbing Sling vs Wire Rope Sling, Pilih yang Mana?

Untuk teman atau rekan-rekan yang bekerja di bidang industri seperti konstruksi, alat berat, perkapalan atau kargo tentu tahu dong apa itu webbing sling. Supaya lebih jelas, yuk simak artikel singkat tentang webbing sling berikut.

Sling, Apaan Tuh?

Sebelum bahas webbing sling, yuk bahas dulu apa itu sling? Sling merupakan alat pengait yang dipasang diujung wire rope, rantai atau tali sintetis contohnya webbing. Fungsinya adalah sebagai pengkait atau penghubung antara tali atau rantai pengangkat dengan benda yang mau diangkat contohnya.  

Fungsi sling bukan hanya untuk mengangkat tetapi juga untuk pekerjaan menarik dan mengikat barang supaya bisa dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Pekerjaan-pekerjaan tersebut dikenal umum dengan kerjaan rigging.

Dalam pekerjaan rigging dikenal tiga jenis sling. Ketigannya yaitu chain sling, wire rope sling, dan webbing sling. Meskipun beda jenis, ketiganya memiliki bentuk umum yang sama yaitu di kedua ujungnya ada ikatan bundar seperti pita yang dapat diaplikasikan, contohnya dengan menaruh kait besi dalam proses mengikat benda atau barang.

Artikel ini akan fokus bahas perbandingan webbing sling dan wire rope sling. Mana yang lebih baik ya? Hmm tidak ada satu pun sling yang terbaik untuk semuanya, karena sling terbaik adalah sling yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Jadi dengan mengenal karakteristik webbing sling dan wire rope sling berikut ini, diharapkan Anda bisa menentukan mana sling terbaik bagi Anda. Cara terbaik adalah dengan menghubungi distributor sling yang terpercaya seperti PT Velasco Indonesia Persada.

Webbing Sling

Webbing sling terbuat dari material yang lentur dan fleksibel seperti kain. Material pembuatnya umumnya adalah dari bahan polyester atau serat nilon. Kelebihan menggunakan jenis sling ini di antaranya yaitu:

  • Baik digunakan untuk mengangkat barang atau benda-benda yang rapuh
  • Lentur dan flesibel sehingga dapat mengikuti lekuk benda
  • Ringan
  • Mudah dipasang
  • Harganya relatif murah

Kekurangan menggunakan jenis sling ini di antaranya yaitu:

  • Tidak dapat dipakai untuk rigging benda-benda berat
  • Mudah rusak jika terkena benda tajam
  • Rentan terhadap suhu panas
  • Rentan terhadap abrasi

Wire Rope Sling

Wire rope sling merupakan jenis sling yang terbuat dari serat tali atau kawat baja. Jenis sling ini umumnya dipakai dalam proyek konstruksi bangunan, proyek energi minyak dan gas, atau juga otomotif serta angkut kargo di pelabuhan. Kelebihan menggunakan jenis sling ini di antaranya yaitu:

  • Daya tahan yang tinggi
  • Dapat dipakai untuk pekerjaan rigging benda-bendaa besar ddan berat
  • Lebih ringan dan lebih murah dari jenis chain sling

Kekurangan menggunakan jenis sling ini di antaranya yaitu:

  • Susah diperiksa untuk mencari kerusakanya
  • Biaya perawatan yang mahal
  • Jika rusak tidak bisa dipakai kembali

Demikian artikel singkat tentang sling. Nah, buat teman atau rekan yang masih awam semoga artikel di atas dapat bermanfaat bagi kalian dalam memilih sling ya.