Gimana Cara Pakai Smoke Signal

Smoke signal merupakan salah satu jenis alat keselamatan kapal. Alat ini digolongkan sebagai alat piroteknik sebab alat ini mengandung bahan kimia. Asap yang dihasilkan alat ini merupakan hasil dari reaksi kimia dari bahan-bahan kimia yang tersimpan dalam tabung smoke signal. Oleh karena mengandung bahan kimia, maka kamu perlu tahu cara pakai smoke signal yang benar dan sesuai standar. Yuk simak cara pakai smoke signal berikut ini.

Cara Pakai Smoke Signal

Smoke signal memiliki bentuk berupa tabung kedap air dengan sebuah tutupan rapat yang terbuat dari plastik. Tutupan plastik tersebut digunakan untuk melindungi kabel atau tali pemicu.

Cara pakai smoke signal adalah sebagai berikut. Pertama-tama, buka tutup plastik smoke signal lalu pegang smoke signal dengan salah satu tangan. Posisikan smoke signal dan tubuh kamu berlawanan dengan arah angin. Jadi saat menyala, asap yang keluar tidak akan menerpa wajah sehingga tidak terhirup.

Nyalakan atau picu smoke signal dengan menarik tali pemicu. Jangan langsung dilemparkan ke air ya! Tunggu beberapa saat dan pastikan asap keluar dari tabung smoke signal tersebut. Kalau tidak keluar, berarti alatnya rusak.

Setelah dipastikan asapnya keluar, segera lemparkan smoke signal tersebut ke air. Smoke signal akan terapung sebab tabungnya memang telah didesain untuk dapat mengapung di air.

Fungsi dan Standar

Sama seperti alat piroteknik lainnya, smoke signal berfungsi sebagai isyarat yang dapat ditangkap oleh mata atau kasat mata. Alat safety kapal yang satu ini umumnya ditempatkan di kapal dan di sekoci atau kapal penyelamat seperti life raft atau rescue boat.

Sesuai dengan regulasi SOLAS alias standar internasional keselamatan di laut, sebuah smoke signal wajib memenuhi beberapa syarat yaitu:

  • Tabung berwarna oranye, merah, atau kuning terang.
  • Mampu mengeluarkan asap saat minimal 10 detik secara terus menerus setelah jatuh ke air dan pada kedalaman 100 mm.
  • Mampu terapung dan tidak digenangi air selama alat tersebut menyala.
  • Tidak mengeluarkan api saat dinyalakan.
  • Mengeluarkan asap dengan warna oranye mencolok, minimal selama 3 menit saat terapung di air.

Alat Safety Kapal, Apa Aja Sih?

Setiap moda transportasi baik yang digunakan untuk penumpang maupun untuk mengakut barang diwajibkan untuk memiliki alat safety kapal yang memadai sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan. Standar kemanan dan keselamatan di laut atau regulasi SOLAS (International Convention for the Safety of Life at Sea) mengatur adanya alat safety di setiap kapal. Kita tentunya tidak mau kan naik kapal yang tidak terjamin keselamatan dan keamanannya.

Yuk berkenalalan dengan beberapa alat safety di kapal!

Perlu kita ketahui secara garis besar, peralatan keselamatan diri di kapal terbagi dalam beberapa jenis di antaranya yaitu:

  1. Alat penyelamatan perorangan (personal life saving)
  2. Alat-alat isyarat visual (visual signals)
  3. Rakit penyelamat (survival raft)
  4. Alat safety kapal lainnya (other life saving appliance)

Alat Safety Kapal Perorangan (personal life saving)

Jenis alat safety kapal ini adalah alat safety yang diperuntukan bagi perorangan. Maksudunya dianjurkan untuk dipakai oleh hanya satu orang. Namun demikian dalam keadaan darurat bisa dipakai untuk dua atau tiag orang secara bersamaan seperti ring buoy.

Apa saja alat safety kapal yang termasuk jenis ini?

Berikut beberapa di antaranya:

  • Pelampung penolong (life buoy / ring buoy)
  • Rompi penyelamat (life jacket)
  • Pakaian rendam (Immersion suit)
  • Pelindung panas (thermal protective aids)

Alat Safety Kapal Isyarat Visual (visual signals)

Jenis alat safety di kapal ini adalah alat yang dipakai untuk meminta pertolongan. Dengan menggunakan alat ini, penolong dapat mengetahui posisi pihak yang meminta tolong. Alat jenis ini umumnya digolongkan juga dalam jenis alat piroteknik.

Apa saja alat safety kapal yang termasuk jenis ini?

Berikut beberapa di antaranya:

Alat Safety Kapal Rakit Penyelamat (survival raft)

Jenis alat ini merupakan alat penyelamat berkelompok sebab diperuntukan bagi keselamatan beberapa orang. Jadi, dalam keadaan darurat tidak dibenarkan untuk menggunakan alat ini seorang diri sebab alat ini memiliki kapasitas tampung lebih dari satu orang.

Berikut beberapa di antaranya:

Alat Safety Kapal Lainnya (other life saving appliance)

Contoh alat safety kapal lainnya yaitu EPIRB dan SART yang punya fungsi mengirim sinyal lokasi kecelakaan. Sinyal bukan berupa cahaya atau suara, tapi berupa panggilan radio.

Keberadaan alat safety di kapal sangat penting. Oleh karena itu semua orang yang naik kapal bertanggung jawab terhadap keberadaannya ya!