Bedanya Hand Flare dan Rocket Parachute

Hand flare dan rocket parachute sama-sama merupakan alat keselamatan kapal yang berfungsi sebagai pemberi sinyal atau isyarat minta pertolongan. Keduanya juga digolongkan sebagai alat piroteknik sebab menggunakan bahan kimia untuk menimbulkan reaksi kimia berupa nyala atau cahaya yang sangat terang.

Meskipun demikian kedua alat safety kapal ini memliki perbedaan. Perbedaannya yaitu hand flare banyak digunakan oleh para supporter bola dalam mendukung tim kesayangannya dibandingkan dengan rocket parachute. Hmm tentu bukan itu ya perbedaannya. Hehehe.

Perbedaan yang mencolok antara hand flare dan rocket parachute adalah pada cara penggunaan dan standar pabrikasi kedua alat ini.

Cara Menggunakan Hand Flare

Cara menggunakan hand flare adalah sebagai berikut. Pada saat penyalaan hand flare harus dipegang dengan cara yang benar yaitu:

  • Pegang hand flare dengan salah satu tangan terkuat
  • Nyalakan obor dengan cara membuka tutup tabung
  • Setelah obornya menyala angkat obor ke depan dengan sudut 45 derajat antara tangan dengan kepala
  • Arahkan tubuh searah dengan arah angin agar wajah terlindungi dari api obor yang sedang menyala
  • Gunakan kacamata pelindung jika ada untuk melindungi mata
  • Jangan menatap cahaya obor secara langsung agar mata tidak tidak menjadi silau.

Hand flare yang sesuai standar internasional tentang keselamatan di laut harus memenuhi beberapa syarat yaitu:

  • Durasi minimal hand flare menyala adalah selama 1 menit
  • Kekuatan cahaya yang dihasilkan obor minimal setara dengan 15.000 buah lilin
  • Cahaya yang dihasilkan hand flare harus berwarna merah terang
  • Wajib dilengkapi dengan cara penggunaaan baik tulisan atau gambar ilustrasi yang jelas dan mudah dipahami

Cara Menggunakan Rocket Parachute

Sedangkan, cara penggunaan rocket parachute adalah dengan cara ditembakkan ke atas secara vertikal sehingga dapat mencapai ketinggian minimum 300 meter. Sudut tembak dan arah angin dapat mempengaruhi ketinggian rocket yang ditembakan. Flare yang ditembak tinggi ini bertujuan supaya area jangkauan sinyal lebih luas dibandingkan hand flare.

Beberapa standar pabrikasi rocket parachute yang sesuai dengan standar keselamatan internasional yaitu:

  • Obor dari rocket memiliki kekuatan cahaya minimal setara dengan 30.000 buah lilin
  • Cahaya yang dihasilkan rocket berwana merah terang
  • Parasut tidak rusak selama rocket menyala di udara
  • Wajib ditempatkan dalam tabung yang kedap air
  • Wajib dilengkapi dengan cara penggunaaan baik tulisan atau gambar ilustrasi yang jelas dan mudah dipahami

Cincin Penolong, Bukan Cincin Biasa

Cincin penolong atau ring buoy yang ada di kapal bukan cincin biasa. Mengapa? Sebab cincin penolong merupakan salah satu alat safety kapal yang harus selalu tersedia di semua kapal. Oleh karena itu sangat tidak dibenarkan untuk dibawa pulang ya.

Cincin penolong juga bukan cincin biasa karena dibuat berdasarkan standar alat keselamatan kapal di laut. Beberapa diantaranya yaitu:

  • Berat maksimal 2,5 kg
  • Ukuran diameter dalam 40 cm dan diameter luar luar 80 cm
  • Terbuat dari bahan apung yang kuat, ringan dan menyatu
  • Mampu dilemparkan dari ketinggian 30 meter
  • Berwarna mencolok seperti oranye, merah atau kuning
  • Dilengkapi stiker pemantul cahaya agar membantu penlihatan
  • Tahan terhadap minyak
  • Diberi identitas sesuai dengan nama kapal dan pelabuhan induknya yang ditulis dengan huruf kapital
  • Dapat mengapung di air tawar selama 24 jam dengan diberi beban besi seberat 14,5 kg
  • Saat terkena panas selama dua detik tidak terbakar atau meleleh

Ketentuan Cincin Penolong

Di kapal, baik kapal penumpang maupun barang, setengah dari jumlah cincin penolong yang tersedia minimal wajib dilengkapi dengan lampu yang dapat menyala otomatis atau self ignitting light. Lampu tersebut harus tahan air. Lama lampu tersebut dapat menyala secara terus menerus saat di air adalah 120 menit atau 2 jam.

Dari jumlah tersebut, dua buah ring buoy juga harus dilengkapi dengan smoke signal. Fungsinya yaitu sebagai semboyan asap di siang hari.  Kedua fungsi ini (fungsi lampu dan sinyal asap) ada di dalam man overboard apparatus alias MOB. Jadi idealnya ring buoy juga dilengkapi dengan alat man overboard ini.

Selain dengan lampu dan smoke signal, minimal di tiap lambung kapal terdapat satu cincin penolong yang dilengkapi tali pengaman. Panjang tali pengaman tersebut minimal 27,5 meter.

Sebagai salah satu alat keselamatan kapal, cincin penolong harus diletakkan di tempat yang mudah dijangkau yaitu pada sisi kiri dan kanan sepanjang lambung tepi kapal. Ketika ada orang yang terjatuh ke laut, cincin penolong dapat segera dilemparkan ke arah korban di laut agar korban tidak tenggelam dan dapat terus terapung sembari menunggu pertolongan.

Semua ring buoy tidak boleh diikat kuat ke badan kapal agar mudah untuk dipakai. Oleh karena itu benda ini sering menjadi sasaran pencurian oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

Kenapa Flare Warnanya Merah? Ada Warna Lain?

Pasti sudah pernah lihat yang namanya flare kan? Minimal kalau kita nonton acara olahraga terutama sepak bola, sering ada supporter yang menyalakan flare di akhir pertandingan. Biasanya flare dinyalakan pada pertandingan final dan timnya sudah menang. Nah sebenarnya flare itu bukan buat perayaan kemenangan begini lho. Flare itu sebenarnya adalah alat keselamatan kapal, dan warnanya pasti merah. Hmm.. kenapa merah ya? Apa yang bikin flare itu pecinta Manchester United?

Flare Warna Merah, Tidak Ada Warna Lain

Karena merupakan salah satu alat keselamatan kapal, flare memang sengaja dibuat berwarna merah. Karena warna merah menyala seperti yang dihasilkan flare ini sangat mencolok, terutama di malam hari, sehingga mudah dilihat walau dari kejauhan sekalipun. Flare punya fungsi sebagai pemberi sinyal darurat, jadi memang harus menghasilkan cahaya yang mencolok supaya menarik perhatian.

Alat keselamatan kapal yang menggunakna flare adalah red hand flare dan rocket parachute flare signal. Red hand flare dipakai dengan cara dipegang ke atas, flare akan terus menyala selama beberapa menit. Sementara rocket parachute flare signal bekerja dengan cara menembakkan flare ke atas dan kemudian setelah beberapa waktu flare akan turun dengan parasut kecil. Fungsi rocket parachute flare ini adalah supaya bisa mengirimkan sinyal darurat ke jangkauan yang lebih jauh.

Keduanya dikategorikan sebagai alat piroteknik karena flare dihasilkan dari reaksi piroteknik, yaitu reaksi kimia yang menghasilkan cahaya, api atau asap. Alat piroteknik lain adalah smoke signal, man overboard dan line throwing.

Flare untuk Alat Keselamatan

Sebenarnya flare tidak hanya digunakan saat ada kecelakaan di laut, tapi juga digunakan sebagai sinyal darurat di tempat-tempat lain seperti di pegunungan atau tempat bersalju. Bisa digunakan di mana saja, tapi memang paling banyak digunakan untuk alat keselamatan kapal, dan tidak untuk fungsi lain selain alat safety.

Flare di tengah laut bisa mendatangkan kapal atau pesawat penolong. Nah kalau flare di lapangan sepakbola bisa mendatangkan polisi atau petugas keamanan karena flare bisa membahayakan kalau tanpa sengaja terkena orang.

Jadi jangan gunakan flare sembarangan ya. Juga jangan request flare warna biru apalagi pink.

Mau tau kenapa smoke signal warnanya oranye? Cek di sini.