Sepatu Keselamatan, Jenis dan Manfaatnya

Sepatu keselamatan adalah sepatu khusus yang dibuat dengan tujuan keselamatan pada bagian kaki bagi pemakainya. Untuk melihat artikel lain seputar perlengkapan industri disini

Manfaat atau Kegunaan :

  1. Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan atau kecelakaan kerja seperti jari-jari kaki terluka akibat hantaman, tusukan, maupun timpaan benda yang berat dan keras pada bagian kaki. Penggunaan sepatu ini dapat melindungi kaki pekerja dari akibat fatal. Maka dari itu pada bagian depan sepatu terdapat pelindung dari lempengan baja.
  2. Untuk mengurangi dampak atau menghindari terjadinya luka bakar pada kaki pekerja saat terkena atau terpapar api atau panas. Maka dari itu Sepatu dibuat dari Kulit asli (Genuine Leather) yang tahan terhadap api pada derajat panas tertentu dan lama paparan yang telah memenuhi standar.
  3. Menghindari terjadinya slip atau terpeleset disebabkan permukaan licin pada saat menginjak oli atau minyak yang berada di lingkungan pekerjaan. Oleh Sebab itu bagian Sol dari sepatu dibuat dari komponen yang Oil Resistance dan tebal.
  4. Membuat pemakai semakin lincah dalam bekerja. Sol sepatu dibuat dari bahan karet yang didesign sedemikian rupa dengan tujuan agar mampu diandalkan pada permukaan yang licin. Dengan begitu pemakai akan lebih lincah dalam bekerja.
  5. Melindungi kaki dari terkena cairan-cairan kimia yang berbahaya. Cairan kimia termasuk cairan yang sangat berbahaya jika menyentuh kulit. Jika sampai terkena akan mengakibatkan luka bakar yang serius.

Macam-macam jenis/modelnya:

  • Sepatu Keselamatan Boot

sepatu safety

Sepatu ini biasa digunakan dalam lingkungan kontruksi bangunan

  • Sepatu Keselamatan Gunung

sepatu safety

Jika anda ingin mendaki gunung sepatu ini pilihan terbaik khusus untuk mendaki gunung

  • Sepatu Keselamatan PDL & PDH

sepatu safety

  • Sepatu Keselamatan Motor

sepatu safety

Untuk berkendara / touring dengan sepeda motor sepatu ini sangan cocok digunakan

  • Sepatu Keselamatan Proyek

sepatu safety

  • Sepatu Keselamatan Boot Laboratorium

sepatu keselamatan

Untuk mendapatkan segala perlengkapan safety dengan harga dan kualitas yang terjamin, silahkan menghubungi kami Velasco Indonesia.

Kunjungi website kami: www.velascoindonesia.com atau email kami ke info@velascoindonesia.com

Jenis Filter Oli – Velasco Indonesia

Jenis Filter Oli

Filter oli  berfungsi untuk menangkap kotoran-kotoran padat yang sudah ada dalam oli. Secara berkala filter tersebut harus di lepas dan dibersihkan untuk dapat dipergunakan kembali atau juga diganti dengan filter baru. Ada berbagai jenis filter oli sesuai dengan prinsip kerjanya, dan berikut adalah di antaranya:

  1. Cartridge FilterCartridge filter adalah jenis filter yang menggunakan sebuah element yang dapat dilepas dari rumah filter. Rumah filter terkoneksi dengan sistem oli, sedangkan element filter lebih mudah dilepas dari rumahnya untuk diganti atau dibersihkan.

Cartridge Lube Oil Filter Pada Mobil BMW

Secara umum cartridge filter dapat dikelompokkan menjadi tiga berdasarkan jenis material yang digunakan sebagai filter, yaitu:

Filter Selulosa. Filter ini berbahan dasar bubur kayu yang dicampur dengan fiber. Tipe ini memiliki clearenceyang tidak konsisten serta mudah sekali rusak, namun memiliki kelebihan dapat menyerap kandungan air di dalam oli.

Filter Sintetik. Jenis ini menggunakan bahan dasar fiber-glass yang dibuat secara manual dan memiliki clearence yang lebih konstan. Tipe ini lebih tahan lama serta mampu lebih baik menahan kotoran yang berukuran sangat kecil.

Campuran Sintetik dan Selulosa. Tipe ini dapat digunakan untuk menggabungkan dua kelebihan yang ada pada tipe selulosa dan sintetik, untuk mendapatkan hasil filtrasi yang lebih optimal.

  • Magnetic FilterMagnetic filter menggunakan sebuah magnet permanen maupun elektromagnetik untuk menangkap kotoran-kotoran logam ferromagnetic yang ada pada oli. Filter tipe ini cukup sederhana perawatannya karena hanya perlu membersihkan permukaan magnet yang telah menangkap kotoran logam.
    Cara kerja filter tipe ini cukup sederhana, oli dialirkan melalui filter yang telah dilengkapi dengan magnet di tengahnya. Kotoran-kotoran logam yang dapat ditarik oleh magnet akan mengumpul di area permukaan magnet. Pada interval waktu tertentu permukaan magnet tersebut perlu untuk dibersihkan.
    jenis filter oli sumber
  • Centrifugal Filter. Filter ini menggunakan prinsip gaya sentrifugal untuk memisahkan oli dengan kotoran padat di dalamnya. Oli kotor masuk ke sisi tengah filter melalui pipa kecil berputar yang diujungnya terdapat lubang nozzle. Oli tersemprot ke dinding filter yang berputar, akibat gaya sentrifugal yang tercipta dari putaran dinding filter menyebabkan kotoran akan menempel pada dinding sedangkan oli akan jatuh ke bawah. Untuk lebih jelasnya mari kita perhatikan animasi berikut.

PT Velasco Indonesia Persada adalah distributor segala peralatan kapal, industri, dan segala sparepartnya seperti gear box, pistons, dan filter. Silahkan kontak info@velascoindonesia.com atau kunjungi www.velascoindonesia.com

Thimble Wire Rope, Ini Macamnya

Fungsi thimble wire rope yaitu untuk melindungi dan menjaga bentuk alami mata wire rope sling. Kali ini kita akan membahas jenis-jenis thimble. Bagi teman teman yang belum tahu bagaimana membuat wire rope lebih awet, penggunaan thimble adalah jawabannya.
Karena banyaknya jenis aplikasi di Lapangan yang menggunakan wire rope sling sebagai media angkat atau sebagai media tariknya, tentunya dibutuhkan juga spesifikasi yang berbeda pula untuk wire rope, ferrule dan juga thimble yang digunakan. Untuk itu berikut ini adalah jenis-jenis thimble itu sendiri yang umum digunakan orang-orang pada aplikasinya di Lapangan.

JENIS-JENIS THIMBLE

a. Thimble Biasa

 

 

b.  Thimble Heavy Duty

 

c. Thimble Stainless Steel

 

d. Thimble Solid

thimble wire rope

e. Thimble Solid DIN 3091

JENIS THIMBLE WIRE ROPE

  1. Thimble Biasa : Umumnya digunakan untuk aplikasi ringan dan bongkar muat.
  2. Thimble Heavy Duty : Umumnya digunakan untuk aplikasi berat.
  3. Thimble Stainless Steel : Umumnya digunakan untuk aplikasi ringan dan aplikasi yang rawan korosi / pengaratan.
  4. Thimble Solid : Sangat cocok digunakan untuk aplikasi berat dan juga instalasi Crane boom / pendant.
  5. Thimble Solid DIN 3091 : Umumnya digunakan untuk instalasi Crane boom / pendant.
BAHAN DASAR THIMBLE WIRE ROPE
  1. Thimble Biasa : Terbuat dari Mild Steel dengan finishing Galvanis.
  2. Thimble Heavy Duty : Terbuat Mild Steel dengan finishing Galvanis dan atau Stainless Steel.
  3. Thimble Stainless Steel : Terbuat dari Mild Steel dengan finishing Stainless 316.
  4. Thimble Solid : Terbuat dari Material Cast Ductile Iron.
  5. Thimble Solid DIN 3091 : Terbuat dari Mild Steel dengan finishing Galvanis.
Silahkan kontak distributor thimble wire rope www.velascoindonesia.com
di (021) 690 5530 atau info@velascoindonesia.com

Sarung Tangan Safety Melindungi Anda

Fungsi Sarung Tangan safety

sarung tangan safety

  1. Pengertian :

Sarung tangan ( glove ) merupakan salah satu kebutuhan di dalam bidang kerja. Alat ini berguna untuk melindungi tangan dari benda-benda tajam dan mencegah cidera saat sedang kerja, ketika memilih glove ada beberapa faktor yang harus di pertimbangkan antara lain bahaya terpapar, benda yang dihadapi / dikerjakan apakah bahan korosif, panas, dingin, tajam atau kasar karena alat pelindung tangan berbeda-beda dapat terbuat dari karet, kulit maupun kain katun.

  1. Manfaat / Fungsi :

Berguna sebagai alat pelindung tangan ketika bekerja di tempat atau kondisi yang bisa mengakibatkan cedera tangan. Bahan dan bentuk sarung tangan di sesuaikan dengan fungsi masing-masing pekerjaan.

3. Macam-macam Model / Jenis Sarung Tangan safety :

  • Leather gloves, berfungsi untuk perlindungan dari permukaan kasar
  • Vinyl dan Neoprene gloves, untuk melindungi tangan dari bahan kimia
  • Rubber gloves, untuk melindungi tangan dari listrik
  • Padded cloth gloves, untuk melindungi tangan dari benda tajam, bergelombang atau kotor
  • Heat resistant gloves, untuk melindungi dari panas dan api
  • Latex disposable gloves, melindungi tangan dari bakteri dan kuman
  • Metal mesh gloves, melindungi tangan dari benda tajam
  1. Bahan Sarung tangan :
  • Polyvinyl klorida dan plasticizer (plastik PBC).
  • Karet alam yang berasal dari pohon karet.
  • Dari bahan sintesis.
  • Dari bahan tekstil.
  1. Cara memilih Sarung tangan yang benar dan baik :
  • Pilih glove dari bahan yang berkualitas tinggi.
  • Pilih ukuran glove yang pas dengan ukuran tangan Anda.
  • Periksa kerapian jahitan, karena akan melindungi tangan pemakai dari cedera atau lecet akibat gesekan.
  • Pilih sarung tangan yang sesuai dengan kegunaannya seperti sarung tangan untuk kerja atau berkendara, baik jenis bahan dan bentuknya.
  • Perhatikan bantalan pada permukaan telapak tangan pastikan cukup aman dan kuat.
  • Pastikan juga glove yang anda pilih nyaman untuk dikenakan. lalu coba gerakan seluruh jari-jari anda dan pastikan tangan anda tidak sakit karena terjepit oleh jahitan pada sambungan
  • Lebih baik memilih glove penuh sampai menutupi pergelangan tangan agar tangan dapat terlindung dengan maksimal.
  1. Kelebihan dan Kekurangan Sarung Tangan :

Kelebihan :

Glove yang dibuat dari bahan sintesis memiliki daya tahan yang lebih lama dari jenis sarung tangan yang lain. Glove Sintetis memberi perlindungan lebih baik terhadap bahan kimia dan biohazard. Glove sintesis ini juga lebih tahan terhadap objek tajam dan sulit sobek.

Kekurangan :

Kekurangan pada Glove sintesis yakni tidak biodegradable.

Biodegradable yaitu sampah yang dapat diuraikan dengan sempurna oleh proses biologi baik aerob maupun anaerob.

  1. Akibat jika tidak memakai sarung tangan saat bekerja :

Apabila tidak menggunakan Glove ketika mengangkat barang berbahaya yang tajam, kasar, licin, atau bergerigi dapat membahayakan. Ketika tidak memakai sarung tangan, dan tangan menggenggam suatu barang yang tajam, tangan bisa saja terkena goresan benda itu lalu berdarah. Bila benda itu licin, kemungkinan benda itu terjatuh dan akan menimpa kaki.

  1. Tips Merawat Sarung Tangan safety :
  • Taruh Sarung Tangan pada tempatnya seusai dipakai.
  • Bersihkan Sarung Tangan secara teratur.
  • Cek Sarung Tangan anda sebelum dikenakan untuk memastikan keamanan Sarung Tangandengan ada tidaknya kecacatan pada sarung tangan

Kunjungi website kami www.velascoindonesia.com untuk melihat semua produk kami. Jika ada pertanyaan lebih lanjut atau membutuhkan penawaran dapat menghubungi kami melalui email info@velascoindonesia.com

Aneka Tali Tambang, Begini Sejarahnya

PEMBUATAN ANEKA TALI TAMBANG, SEBUAH PERMULAAN

Seni pembuatan tali adalah salah satu kemahiran rahasia milik serikat pekerja di Abad Pertengahan. Begitu rahasianya hingga sampai saat inipun hanya ada sedikit bukti tertulis tentang seni tersebut. Inilah sejarah pembuatan tali tambang

aneka tali tambang
aneka tali tambang

Teknik pembuatan aneka tali tambang di masa prasejarah tidak pernah tercatat, tetapi beberapa bukti yang ditemukan menunjukkan kalau pembuatan tali telah dilakukan sejak 17.000 SM (Sebelum Masehi). Sejarah pembuatan tali tambang ini dibuat dengan teknik pelintir, atau dikepang. Petunjuk awal dari pembuatan tali tambang berdasarkan fungsinya sendiri datang dari jaman Mesir Kuno, bersamaan dengan bukti hasil karya mereka.

Dikatakan, Orang Mesir kuno membuat tali tambang dengan menggunakan tali berpemberat yang diikatkan pada sebatang tongkat kayu. Tali tambang yang dibuat diputar menggunakan tali berpemberat itu mengelilingi tongkat kayu hingga menghasilkan jalinan kepangan. Tiga jalin kepangan kemudian diputar lagi dengan arah berlawanan. Demikian teknik yang diduga berasal dari prasasti yang ditemukan. Tapi realitanya, teknik tersebut sangat sulit untuk diwujudkan. Sepertinya akan lebih mungkin jika yang dimaksud oleh prasasti tersebut adalah material yang digunakan adalah material statis semacam patok kayu berpemberat, bukan tali berpemberat. Patok kayu ini dipahat untuk menghasilkan tali yang dimaksud, meski tidak dapat menghasikan tali tambang dengan ukuran yang panjang. Teknik ini sangat mirip dengan metode yang dipakai oleh orang Indian di Amerika Selatan sekitar tahun 1000 Masehi.

Di abad pertengahan (sekitar abad 13 sampai abad 14), mulai dari kepulauan Inggris Raya sampai Mediterania, aneka tali tambang dibuat dengan menggunakan metode “Jalur Tali” yang memungkinkan dihasilkannya tali tambang yang berukuran panjang mencapai lebih dari 300 yards. Tali kapal yang pendek tidak berguna untuk kapal berbadan tinggi, yang memang memerlukan tali kapal berukuran panjang, berdiameter sama dan kuat. Tali tambang yang pendek perlu dianyam/disambung supaya bisa menjadi panjang. bentuk anyaman yang terkuat adalah anyaman/sambungan pendek dimana bagian tali yang disambung akan menjadi dua kali lebih tebal dibanding bagian lain, dan akan menimbulkan masalah di alat rigging seperti jalur pada katrol.

Sejarah aktual dari industri pembuatan tali tambang di masa pertengahan sangat minim. Salah satu bukti paling komprehensif dari sejarah pembuatan tali “ROPE, a history of the Hard Fibre Cordage Industry in The United Kingdom ( TALI, Sejarah Industri Tali Temali Fiber di Kerajaan Inggris) hanya sedikit mengulas tentang pembuatan tali selama periode ini. Di tahun 1393 kita memiliki sedikit gambaran tentang tahap awal pembuatan tali tambang, yaitu “memutar benang” yang diambil dari potret Mandelshes “Buch in Nuremburg” (atau Buch di Nuremburg). Sedikit sekali perbedaan dari apa yang dipraktekkan 500 tahun kemudian dengan periode yang disebutkan (abad pertengahan). Perkembangan awal yang nyata dari pembuatan tali temali ini adalah sebuah penemuan di tahun 1792 yang disebut Cordelier, ditemukan oleh Edmund Cartwright (1743-1823)

Akhirnya, “Benang, simpul, dan tali tambang bisa dibuat dengan mesin saat ini, tetapi pembuat tali dimasa lampau terbiasa membuatnya dengan “Jalur Tali”. Prinsip dari Jalur tali adalah benang yang diregangkan di antara dua kait yang berputar, yang terkadang berjarak sampai 300 yard, dan kedua kait ini memelintir benang bersamaan. Angkatan Laut membutuhkan minimum 120 fathom (720 feet), yaitu minimum yang dibutuhkan untuk melabuhkan jangkar kapal.

Jenis Shackle – Distributor Peralatan Kapal

Shackle / Segel adalah sebuah alat bantu angkat yang terbuat dari bahan mild steel, carbon steel, alloy steel dan Stainless steel 304 & 316. Shackle / Segel ini fungsinya untuk menyambung atau mengkaitkan sling dengan objek angkat. Shackle / Segel biasanya digunakan untuk mengangkat barang, basket, beam, mesin, dan objek angkat lainnya yang berat sehingga harus menggunakan sling dan shackle sebagai alat bantu angkatnya. Ada banyak jenis shackle.

Shackle atau segel ini dapat dibedakan menjadi beberapa jenis sesuai dengan material bahan bakunya, bentuk tipenya dan juga bentuk penguncinya. Untuk lebih jelasnya saya akan mulai menjelaskan satu-persatu tentang jenis-jenis shackle atau segel itu sendiri :

JENIS SHACKLE / SEGEL BERDASARKAN MATERIAL BAHAN BAKUNYA

Berdasarkan material bahan bakunya, shackle atau segel dapat dibedakan menjadi 2 jenis shackle yaitu :

  1. Shackle JIS type
  2. Shackle SWL

– Shackle JIS Type –

Shackle ini sering disebut dengan shackle galvanis atau shackle dee galvanis. Shackle jenis ini terbuat dari bahan baku mild steel / Malleable Steel. Shackle ini memiliki karakteristik yaitu tidak mempunyai nilai breaking load yang artinya tidak dapat digunakan untuk mengangkat barang atau aplikasi berat lainnya. Karena Shackle / segel jenis ini tidak cocok digunakan untuk aplikasi berat, maka shackle ini cocok digunakan untuk aplikasi Dapra, Pagar dan Lashing ( ikat ).

– Shackle SWL –

Shackle jenis ini terbuat dari bahan baku carbon steel yang artinya bahan campuran baja dan karbon yang memiliki karakteristik kuat dan memiliki nilai breaking load. Besi karbon adalah besi yang mengandung antara 0.5% sampai dengan 1.5% karbon dengan sejumlah kecil mangan, belerang, fosforus, dan silikon. Karena bahan bakunya yang memiliki karakteristik lebih kuat ini, maka shackle jenis ini dapat digunakan untuk aplikasi berat yaitu lifting dan towing.

JENIS SHACKLE / SEGEL BERDASARKAN BENTUK TIPENYA

Berdasarkan bentuk tipenya, shackle atau segel juga dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu :

  1. Shackle Dee
  2. Shackle Omega

– Shackle Dee –

JENIS-JENIS SHACKLE SEGEL (2)

Shackle jenis ini berbentuk seperti huruf D, karena itu shackle /segel ini dinamakan shackle Dee. Shackle jenis ini hanya cocok digunakan untuk aplikasi angkat yang menggunakan rantai atau chain sling sebagai alat bantu angkatnya. Bentuknya yang menyerupai huruf D membuat rantai dapat terpasang secara benar pada lubangnya, hal ini maksudnya yaitu rantai tidak bisa bergerak atau goyang saat dipasangkan dan digunakan untuk mengangkat barang menggunakan shackle Dee ini.

– Shackle Omega –

JENIS-JENIS SHACKLE SEGEL (3)

Shackle jenis ini berbentuk seperti tapal kuda, tapi lebih tepatnya shackle / segel jenis ini berbentuk seperti symbol omega “?”, oleh karena itu shackle ini dinamakan shackle “omega”. Shackle / segel jenis ini digunakan kebanyakan user untuk aplikasi lifting ataupun towing yang menggunakan wire rope, seperti wire rope sling. Shackle omega ini di design memiliki lubang kait lebih besar dari shackle Dee karena disesuaikan dengan ukuran wire rope yang lebih besar diameternya dibandingkan dengan rantai, dan juga agar shackle / segel jenis ini juga dapat muat lebih banyak sling ( 1 shackle dapat dipasang 2 wire rope sling ). Lubang kaitnya yang hampir berbentuk lingkaran membuat wire rope terpasang dengan benar sehingga mengurangi kegesekan antara shackle dan wire rope saat diaplikasikan. Sebagai informasi tambahan, shackle jenis ini juga dapat digunakan untuk aplikasi yang menggunakan webbing sling sebagai alat bantu angkatnya dengan standard ketentuan penggunaan tertentu.

JENIS SHACKLE / SEGEL BERDASARKAN BENTUK PENGUNCINYA

Sedangkan berdasarkan bentuk penguncinya, shackle atau segel dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu :

  1. Shackle “Screw Pin”
  2. Shackle “Round Pin”
  3. Shackle “Bolt & Nut Type” / Mur Baut

– Shackle “Screw Pin” –

JENIS-JENIS SHACKLE SEGEL (1)

Shackle / Segel jenis ini menggunakan bentuk pin dengan pemutar scrup tanpa menggunakan pengunci. Hanya dikencangkan saja sampai batas maksimal ulirnya agar tidak terlepas. Shackle ini digunakan untuk aplikasi Non permanen ( Aplikasi yang membutuhkan shackle yang dapat dibongkar pasang kembali dengan mudah )

– Shackle “Round Pin” –

JENIS-JENIS SHACKLE SEGEL (3)

Shackle / Segel jenis ini menggunakan bentuk pin dengan pengunci diujungnya tanpa menggunakan ulir sebagai pengencang. Shackle ini juga digunakan untuk aplikasi Non permanen.

– Shackle “Bolt & Nut Type” / Mur Baut –

JENIS-JENIS SHACKLE SEGEL (4)

Shackle / Segel jenis ini menggunakan bentuk pin seperti kepala baut dengan pengunci baut dan pengunci pinnya. Shackle jenis ini lebih aman karena tidak mudah terbuka. Shackle / Segel ini digunakan untuk aplikasi yang lebih permanen, contohnya pada aplikasi offshore.

Untuk melihat produk-produk lain Velasco Indonesia, dapat mengunjungi website kami: www.velascoindonesia.com

Jika ada pertanyaan lebih lanjut, dapat menghubungi kami di email yang telah kami sediakan: cso@velascoindonesia.com

Cara Mengetahui Kekuatan Wire Rope

Kekuatan wire rope berbeda-beda sesuai dengan jenisnya. Perbedaan kekuatan tersebut dapat dilihat dari diameter, grade, dan konstruksinya. Untuk dapat memperoleh manfaat maksimal dari wire rope, pastikan untuk memahami perbedaan setiap jenis wire rope sebelum melakukan pembelian. Satuan kekuatan wire rope memiliki istilah internasional yaitu working load limit (WLL) atau safe working load (SWL) dan umumnya memiliki satuan ton.

Selain diameter, grade dan kostruksi wire rope, metode penggunaan wire rope juga mempengaruhi kekuatan wire rope dalam mengangkut beban. Metode penggunaan tersebut mencakup jumlah wire rope yang digunakan dan sudut sling / sling angles saat mengangkut beban. Misalnya penggunaan single leg slings atau penggunaan wire rope satu kaki, beberapa diantaranya adalah vertical, choker, dan basket. Contoh yang lain adalah multiple leg slings atau penggunaan lebih dari satu wire rope.

Sudut sling atau sling angles juga penting untuk diperhatikan karena mempengaruhi kapasitas beban yang dapat diangkut oleh wire rope. Semakin sempit sudut sling maka semakin tinggi tekanan atau ketegangan wire rope sehingga dapat mereduksi kekuatan wire rope dalam mengangkut beban.

Kekuatan Wire Rope

Sudut sling di bawah 45° tidak direkomendasikan dan sudut sling di bawah 30° sebaiknya dihindari sebisa mungkin. Pastikan beban yang diangkut tidak melebihi kapasitas kekuatan wire rope, juga jangan terlalu pas. Hal ini penting agar wire rope bisa lebih awet.

Kekuatan wire rope berdasarkan jenis dan cara mengangkut beban dapat dilihat dalam tabel berikut ini.

Kekuatan Wire Rope

Setelah memilih wire rope yang sesuai dengan kebutuhan, pastikan wire rope tersebut dirawat dengan baik agar tahan lama dan tidak mudah rusak. Karena apabila tidak dirawat dengan baik, maka akan dapat mengakibatkan kerusakan pada barang yang diangkut serta membahayakan pekerja.

PT. VELASCO INDONESIA PERSADA menyediakan pembuatan dan pemesanan berbagai macam wire rope sling, turnbuckle, chain block, load binder. Produk wire rope yang kami jual adalah asli dan dilengkapi dengan sertifikat.

Tidak perlu ragu untuk menanyakan kepada tim support kami yang selalu siap membantu Anda di info@velascoindonesia.com

Alat Navigasi Kapal Laut dan Fungsinya

Alat Navigasi Kapal Laut

Banyaknya alat transportasi yang berkembang di Indonesia mendorong berkembangnya teknologi navigasi pada alat trasportasi tersebut. Tidak bisa dipungkiri bahwa alat navigasi kapal laut merupakan suatu yang paling penting. Alat navigasi kapal laut dalam menentukan arah kapal. Tanpa peralatan ini, perjalanan mengelilingi lautan, penerbangan, bahkan perjalanan darat akan sangat sulit untuk dilakukan. Zaman dulu navigasi kapal atau arah tujuan kapal dilakukan dengan melihat posisi benda-benda langit seperti matahari dan bintang-bintang dilangit. Hal ini tidak mungkin dilakukan jika misalnya langit sedang mendung atau cuaca sedang berkabut. Di zaman yang modern ini, telah ada alat navigasi kapal laut.

alat-navigasi-kapal-laut
Perkembangan teknologi navigasi pada awalnya dimulai dari peradaban bangsa Mesir dan India, kemudian teknologi navigasi berkembang pesat kesejumlah darah di belahan bumi dengan sangat cepat karena teknologi navigasi sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. Beberapa contoh dari alat navigasi ini adalah:
1. Kompas
kompas adalah salah satu alat navigasi yang mampu menentukan arah keberadaan seseorang dan mampu menunjukkan arah. Kompas dibuat menggunakan magnet dan paling sering digunakkan.
2. Peta
Peta merupakan perlengkapan utama dalam penggambaran dua dimensi yang digambar berdasarkan skala tertentu.
3. GPS
GPS telah lebih berkembang karena GPS dapat menunjukkan posisi dimana si pengguna berada dengan bantuan satelit luar angkasa.
4. Radar

Radar banyak digunakan untuk transportasi udara seperti pesawat terbang, karena sistem navigasi ini merupakan alat yang mampu mendeteksi sinyal gelombang radio berfrekuensi tinggi dan radar digunakan sebagai alat untuk mendeteksi keberadaan pesawat ketika sedang mengudara.

Velasco Indonesia tidak ketinggalan akan perkembangan teknologi-teknologi ini. Kami menyediakan berbagai alat navigasi kapal terbaru. Contoh beberapa alat yang kami jual adalah Marine Radar, Navigasi Satelit, IRS, Telegraf dan Marine VHF Radio, Echo Sounder, Automatic Tracking Aid dan masih banyak lagi.
Untuk mengetahui lebih jelas dengan produk lampu navigasi kapal dan produk-produk peralatan kapal lainnya, dapat mengunjungi www.velascoindonesia.com.
Jika ada yang ingin ditanyakan dengan lebih jelas, dapat menghubungi email yang telah kami sediakan:
cso@velascoindonesia.com.

Macam Wire Rope dan Fungsinya

Macam Wire rope berdasarkan Aplikasinya

Pembahasan ketiga adalah Macam Wire rope berdasarkan Aplikasinya. Wire rope berdasarkan Aplikasinya dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :

1. Wire Rope konstruksi Cross Lay yang cenderung kurang lentur

Aplikasi wire rope ini digunakan pada saat Towing dan Mooring, dimana dibutuhkan kekuatan terhadap gentakan

2. Wire Rope konstruksi Parallel Lay yang cenderung lebih lentur

Aplikasi wire rope ini digunakan pada saat Logging, Lifting, Rigging dan Gondola, dimana dibutuhkan kelenturan wire rope agar dapat mengatasi seringnya penekukan terhadap wire rope pada saat penggunaan di aplikasi ini.

3. Hyrope

Aplikasi wire rope ini digunakan pada saat Lifting yang butuh grade tinggi dan untuk Mining, dimana dibutuhkan kekuatan dan kelenturan pada wire rope dan ketahanan terhadap korosi dan abrasi pada saat penggunan di aplikasi ini.

macam wire rope

Kegunaan Wire Rope

Setelah kita tau apa itu wire rope dan apa saja macam dari wire rope itu sendiri, maka sekarang kita juga perlu tau kegunaan dari wire rope. Wire rope mempunyai peranan penting dalam industri khususnya industri alat berat, contohnya : industri perkapalan, Perikanan, Oil and Gas, dll

Saya akan membahas kegunaan wire rope pada masing-masing industri tersebut, yaitu dijelaskan dibawah ini :

1. Industri Perkapalan

– Wire rope digunakan sebagai komponen crane agar dapat beroprasi untuk mengangkat beban.

– Wire rope digunakan untuk dibuat sling untuk mengangkat barang.

– Wire rope digunakan untuk menambat atau mooring agar kapal dapat bersandar.

– Wire rope digunakan untuk menarik atau towing ( menarik kapal tongkang atau kapal yang sedang rusak, dll ).

– Wire rope digunakan untuk Dredging atau pengerukan.

– Wire rope digunakan untuk mengikat barang atau lashing.

2. Industri Perikanan

– Menarik Trawl atau jala

3. Industri Oil and Gas

– Drilling Line ( Menarik dan mengulur Bor )

4. Industri Mining

– Shovel

– Clamshell atau Grab

5. Industri Konstruksi

– Jembatan

– Tower Crane

– Elevator

– Paku bumi

6. Industri Telekomunikasi

– Guy Wire ( Menstabilkan Tower atau Antena )

7. Industri Logging

– Menarik dan mengikat kayu

8. Industri Gondola

– Gondola

Jadi inilah kegunaan dari wire rope. Wire rope sangatlah penting untuk kapal.

Rigging Shackle untuk Industri Perkapalan

Rigging adalah suatu metoda untuk menangani material  beban besar dengan menggunakan tali, baik tali dari serat sintetik ataupun tali serat baja atau sling. Shackle / Segel (rigging shackle) adalah sebuah alat bantu angkat yang terbuat dari bahan mild steel, carbon steel, alloy steel dan Stainless steel 304 & 316. Shackle / Segel ini fungsinya untuk menyambung atau mengkaitkan sling dengan objek angkat. Shackle / Segel biasanya digunakan untuk mengangkat barang, basket, beam, mesin, dan objek angkat lainnya yang berat sehingga harus menggunakan sling dan shackle sebagai alat bantu angkatnya.

adapun jenis-jenis peralatan rigging antara lain :

Rigging SHACKLE

rigging shackle

Shackle adalah alat bantu pengait antara mata Sling dengan pengait Obyek tertentu dan terbuat dari bahan steel, Shackle berfungsi untuk menghubungkan Sling dengan pengait obyek sehingga apabila pengait Obyek berbentuk lingkaran maka untuk menghubungkan sling harus menggunakan Shackle.

Keuntungan lain dari penggunaan Shackle adalah kita bisa menggunakan 1 sling untuk beberapa obyek yang akan diangkat atau dipindahkan sebab shackle sangat mudah dibuka dan dipasang kembali, namun demikian beberapa perusahaan akan menerapkan 1 unit mesin dengan 1 unit sling jadi sling tidak bisa dipindah-pindah.

Beberapa jenis shackle antara lain

a. G-213 & S-213

Shackle ini berbentuk Ladam kuda dengan PIN menggunakan safety, capasitas  biasanya tersedia dari 1/2 tons sampai dengan 35 tons

b. G-209 & S-209

Shackle berbentuk ladam kuda dan PIN  sama seperti  g-213 hanya dia menggunakan Screw, capasitas  biasanya tersedia dari 1/3 tons sampai dengan 55 tons.

 c. G-215 & S-215

Shackle ini hampir sama dengan G-213 namun body berbentuk huruf U, capasitas biasanya tersedia dari 1/2 tons sampai dengan 35 tons.

 
d. G-210 & S-210

Shackle hampir sama dengan G-209 namun body berbentuk huruf U, capasitas biasanya tersedia dari 1/3 tons sampai dengan 55 ton.

e. G-2130 & S-2130

Shackle berbentuk ladam kuda dan PIN menggunakan Bolt Type lengkap dengan safety, capasitas biasanya tersedia dari 1/3 tons sampai dengan 150 ton.
f. G-2150 & S-2150

Shackle ini sama dengan G-2130 namun berbentuk huruf U, capasitas biasanya tersedia dari 1/2 tons sampai dengan 85 ton.

g. G-2140 & S-2140

Shackle berbentuk ladam kuda. capasitas biasanya tersedia dari 30 tons sampai dengan 600 ton.
h. G-2160

tersedia dari 30 tons sampai dengan 1250 ton.