Fungsi dan Jenis Lampu Tongkang

Setiap kapal harus dilengkapi dengan system untuk memperlancar operasi di laut. Salah satu regulasi yang mengatur ini adalah COLREGS ( International Regulations for Preventing Collisions at Sea). Regulasi ini mengatur pemasangan dan standar peralatan navigasi si kapal untuk mencegah terjadinya tubrukan antara dua kapal atau lebih. Ada banyak fungsi dan jenis lampu tongkang, masing masing dipakai secara berbeda.

fungsi dan jenis lampu tongkang

Fungsi dan Jenis Lampu Tongkang

  • Steering and sailing rules

Ini adalah aturan ketika kapal sedang beroperasi. Di dalamnya mencakup cara mendahului kapal lain, ketika berpapasan dengan kapal lain, ketika berada pada daerah dengan jarak pandang terbatas, cara –cara pemberian jalan untuk kapal lain, dan sebagainya.

Lights and shapes

Banyak sekali jenis dan bentuk lampu tongkang yang ada. Ini ada beberapa:

  • Lights (penandaan pada malam hari) Untuk kapal L > 50 m
  • Jarak pandang masthead light 6 mil, dan untuk lampu lainya dengan jarak pandang 3 mil Untuk kapal 12 m < L < 50 m
  • Jarak pandang mast head light 5 mil, dan untuk lampu lainya dengan jarak pandang 2 mil Untuk pemasangan lampu navigasi pada kapal dijelaskan pada gambar berikut:
  •  Sidelight: merah untuk Ps dan hijau untuk SB Pemasangan lampu ini harus mencakup jarak pandang masing-masing 112.50 dari center line.
  •  All-round light: warna putih

Pemasangan lampu dapat terlihat dengan jangkauan 3600

  • Masthead lights: warna putih Pemasangan lampu dengan kemampuan penynaran menerus dengan sudut 2250
  • Shapes (penanda pada siang hari di kapal tongkang)
Tanda ini berupa ball, cone, diamond, cilynder, dan triangle. Pemasanganya dikombinasikan sehingga dapat diliat oleh kapal lain agar kondisi kapal dapat dimengerti oleh kapal lain.
Sound signal
Setiap kapal dilengkapi dengan bel dengan bunyi yang sangat keras yang digunakan untuk member tanda kepada kapal lain. Pemberian tanda ini berupa kode atau sandi yang telah ditetapkan standarnya secara internasional.
Itulah beberapa fungsi dan jenis lampu tongkang. Velasco Indonesia adalah distributor beraneka peralatan kapal, dan marine equipment. Bila Anda tertarik silahkan email kami info@velascoindonesia.com atau kunjungi velasco indonesia

Macam-macam Accu Velasco Indonesia

Macam-macam accu bisa ditemui karena fungsi dan kapasitasnya. Sebelum  melangkah lebih jauh pada pembahasan mengenai cara merawat, berikut beberapa fungsi aki bagi kendaraan bermotor.

    • Penyedia Arus Listrik. (untuk menghidupkan mesin, lampu, dan penyuplai komponen elektrik lainnya)
    • Menstabilkan tegangan listrik di ken-daraan dan mem-backup alternator apabila tidak mampu memenuhi beban listrik yang diperlukan kendaraan
    • Pada kendaraan modern, aki menyuplai energi listrik pada bagian Electric Control Unit (ECU).

    macam-macam accu

    Macam-macam Accu

    Untuk soal perawatan aki, kita mesti mengetahui macam-macam accu , supaya tahu bagaimana cara penanganannya. Jenis aki dapat ditentukan oleh kandungan timbal (Pb) dan kalsium (ca) didalamnya.

  • Aki MF (Maintenance Free), plat positif dan negatifnya menggunakan kandungan Pbca. Sedangkan aki konvensional menggunakan PbSb, atau timbal dan stibium/antimon (Sb).
    1. Aki konvensional , penguapan air pada aki  jenis ini, membuatnya  membutuhkan perawatan berupa penambahan air aki secara periodik.

  • 2. Maintenance Free  (MF),
    atau yang lebih sering disebut sebagai aki kering. Meski pada kenyataannya aki ini menggunakan bahan gel, aki ini lebih rendah dalam hal perawatannya jika dibandingkan dengan aki konvensional. Cara kerja aki ini memungkinkan untuk memiliki laju penguapan air dan laju kehilangan muatan listriknya sangat rendah. Kendaraan produksi baru biasanya menggunakan aki jenis ini.Dari macam-macam accu tersebut, masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Untuk soal harga, aki konvensional jauh lebih murah ketimbang jenis aki kering. Namun, untuk perawatannya, aki konvensional memang memerlukan ketelatenan yang lebih. Jika sama-sama dirawat dengan baik, maka aki konvensional lah yang bakal  berusia lebih panjang. Jenis aki MF harganya lebih mahal, namun tak memerlukan perawatan seperti aki konvensional. Terlebih, secara dimensi, aki  MF lebih kecil tapi mampu menghasilnya daya yang lebih besar.

Velasco Indonesia adalah distributor berbagai jenis accu berkualitas dengan harga bersaing. Kami adalah perusahaan profesional yang dapat menyuplai keperluan perusahaan dengan standard tinggi.

Jika ada pertanyaan lebih lanjut, dapat menghubungi kami melalui email info@velascoindonesia.com atau langsung kontak kami (021) 690 5530

Lampu Navigasi Kapal Laut dan Jenisnya

Jenis lampu navigasi kapal laut ada beberapa macam. Lampu navigasi kapal laut adalah lampu yang dinyalakan dalam kondisi-kondisi:

  • Kapal beroperasi pada jam antara matahari terbenam hingga matahari terbit
  • Kapal beroperasi pada kondisi penglihatan sulit (gelap, hujan deras, dan lain-lain)
    lampu navigasi kapal laut

Lampu navigasi kapal laut dapat menunjukkan besar kapal, dari sudut mana seseorang melihat kapal tersebut, arah gerak kapal, dan apakah kapal tersebut terjangkar. Lampu navigasi kapal laut terdiri dari beberapa macam, antara lain:

  • All round white light: lampu ini perlu bersinar dengan sudut horizon 360o dengan jarak sekurangnya satu meter di atas sidelight, kurang lebih terletak di tengah kapal. Pencahayaan lampu ini tidak boleh terhalang benda-benda kapal. Bila ini tidak memungkinkan, atau bila cahaya lampu menghalangi pandangan operator, lampu ini dapat digantikan fungsinya dengan stern light yang dikombinasikan dengan masthead light.
  • Masthead light: lampu ini diharuskan untuk dimiliki oleh kapal-kapal yang panjangnya lebih dari 12 meter. Lampu ini bersinar dengan sudut horizon 255odiletakkan setidaknya satu meter di atas sidelight, dan di tengah kapal.
  • Stern light: diletakkan dekat buritan (stern), menghasilkan sinar dengan sudut horizon 135o
  • Side lights: kebanyakan kapal diharuskan memiliki port side light (warna merah) dan starboard side light (warna hijau) yang masing-masing bersinar dengan sudut horizon 112,5o.

Lampu navigasi standar (port light, starboard light, anchor light) perlu dinyalakan bersamaan dengan lampu yang digunakan untuk memberi sinyal aktivitas tertentu. Beberapa contoh sinyal lampu kapal yang digunakan untuk menunjukkan aktivitas:

  • Kapal yang sedang terjangkar
  • Kapal komersil yang sedang mencari ikan dengan metode lain selain menjaring: lampu merah di atas lampu putih
  • Kapal komersil yang mencari ikan dengan menjaring: lampu hijau di atas lampu putih
  • Kapal yang gerak manuvernya terbatas: lampu merah atau lampu putih di atas lampu merah
  • Kapal-kapal yang sedang melakukan aktivitas bawah laut seperti pengerukan tanah

Indikasi keterbatasan gerak manuver: lampu putih di atas lampu merah, ditambah
Penanda sisi yang aman untuk dilewati kapal lain: lampu hijau di atas lampu hijau pada sisi aman, dan
Penanda sisi yang tidak dapat dilewati akibat aktivitas kapal tersebut: lampu merah di atas lampu merah pada sisi yang tidak dapat dilewati

Velasco Indonesia adalah distributor peralatan kapal termasuk lampu navigasi kapal laut, GPS, jangkar, rantai jangkar dan alat safety. Silahkan kontak info@velascoindonesia.com atau kunjungi website Velasco Indonesia

Sejarah Tali Tambang, Udah Tau Belum?

Sejarah Tali Tambang

Seni pembuatan tali adalah salah satu kemahiran rahasia milik serikat pekerja di Abad Pertengahan. Begitu rahasianya hingga sampai saat inipun hanya ada sedikit bukti tertulis tentang seni tersebut. Inilah sejarah pembuatan tali tambang

tentang tali tambang
tentang tali tambang

Teknik pembuatan tali tambang di masa prasejarah tidak pernah tercatat, tetapi beberapa bukti yang ditemukan menunjukkan kalau pembuatan tali telah dilakukan sejak 17.000 SM (Sebelum Masehi). Sejarah pembuatan tali tambang ini dibuat dengan teknik pelintir, atau dikepang. Petunjuk awal dari pembuatan tali tambang berdasarkan fungsinya sendiri datang dari jaman Mesir Kuno, bersamaan dengan bukti hasil karya mereka.

Dikatakan, Orang Mesir kuno membuat tali tambang dengan menggunakan tali berpemberat yang diikatkan pada sebatang tongkat kayu. Tali tambang yang dibuat diputar menggunakan tali berpemberat itu mengelilingi tongkat kayu hingga menghasilkan jalinan kepangan. Tiga jalin kepangan kemudian diputar lagi dengan arah berlawanan. Demikian teknik yang diduga berasal dari prasasti yang ditemukan. Tapi realitanya, teknik tersebut sangat sulit untuk diwujudkan. Sepertinya akan lebih mungkin jika yang dimaksud oleh prasasti tersebut adalah material yang digunakan adalah material statis semacam patok kayu berpemberat, bukan tali berpemberat. Patok kayu ini dipahat untuk menghasilkan tali yang dimaksud, meski tidak dapat menghasikan tali tambang dengan ukuran yang panjang. Teknik ini sangat mirip dengan metode yang dipakai oleh orang Indian di Amerika Selatan sekitar tahun 1000 Masehi.

Di abad pertengahan (sekitar abad 13 sampai abad 14), mulai dari kepulauan Inggris Raya sampai Mediterania, tali tambang dibuat dengan menggunakan metode “Jalur Tali” yang memungkinkan dihasilkannya tali tambang yang berukuran panjang mencapai lebih dari 300 yards. Tali kapal yang pendek tidak berguna untuk kapal berbadan tinggi, yang memang memerlukan tali kapal berukuran panjang, berdiameter sama dan kuat. Tali yang pendek perlu dianyam/disambung supaya bisa menjadi panjang. Bentuk anyaman yang terkuat adalah anyaman/sambungan pendek dimana bagian tali yang disambung akan menjadi dua kali lebih tebal dibanding bagian lain, dan akan menimbulkan masalah di alat rigging seperti jalur pada katrol.

Tali Tambang Berawal dari Memutar Benang

Sejarah aktual dari industri pembuatan tali di masa pertengahan sangat minim. Salah satu bukti paling komprehensif dari sejarah pembuatan tali “ROPE, a history of the Hard Fibre Cordage Industry in The United Kingdom ( TALI, Sejarah Industri Tali Temali Fiber di Kerajaan Inggris) hanya sedikit mengulas tentang pembuatan tali selama periode ini. Di tahun 1393 kita memiliki sedikit gambaran tentang tahap awal pembuatan tali, yaitu “memutar benang” yang diambil dari potret Mandelshes “Buch in Nuremburg” (atau Buch di Nuremburg). Sedikit sekali perbedaan dari apa yang dipraktekkan 500 tahun kemudian dengan periode yang disebutkan (abad pertengahan). Perkembangan awal yang nyata dari pembuatan tali temali ini adalah sebuah penemuan di tahun 1792 yang disebut Cordelier, ditemukan oleh Edmund Cartwright (1743-1823)

Akhirnya, “Benang, simpul, dan tali bisa dibuat dengan mesin saat ini, tetapi pembuat tali dimasa lampau terbiasa membuatnya dengan “Jalur Tali”. Prinsip dari Jalur tali adalah benang yang diregangkan di antara dua kait yang berputar, yang terkadang berjarak sampai 300 yard, dan kedua kait ini memelintir benang bersamaan. Angkatan Laut membutuhkan minimum 120 fathom (720 feet), yaitu minimum yang dibutuhkan untuk melabuhkan jangkar kapal.

Velasco Indonesia menyediakan dan menjual tali tambang, tali PP monofilament, tali PP multifilament, tali nylon dan tali manila. Jangan ragu untk menghubungi kami di info@velascoindonesia.com

Rantai Jangkar (Anchor Chain) Velasco Indonesia

Rantai Jangkar merupakan peralatan penghubung antara Kapal dengan Jangkar. Rantai jangkar terdiri dari beberapa bagian panjang rantai yang dinamakan length atau segel. Setiap length atau segel rantai akan disambung satu dengan yang lain serta pada ujungnya terpasang Jangkar dan pada ujung yang dikapal terpasang pada bak rantai (Chain Locker).

rantai jangkar

Panjang setiap length/segel rantai oleh klasifikasi ada yang ditentukan 27,45 m dan ada yang 25 m. Klasifikasi Jerman GL menentukan panjang satu segel adalah 25 m yang juga digunakan oleh Biro Klasifikasi Indonesia. Sedangkan klasifikasi lain seperti LR dan BV menentukan panjang setiap length/segel adalah 27,45 m. Pada saat ini sesuai dengan ketentuan yang ada 1 segel atau length adalah 27,50 m.
Sebagai contoh, kapal peneliti pelayaran besar (ocean going ship) berukuran ? 175 ton menurut ketentuan klasifikasi BV harus memiliki jumlah jangkar 2 dengan berat masing2 360 kg dan panjang rantai 247,5 m atau 9 length/segel maka pada sisi kiri (PS) dapat menggunakan 5 segel = 137,5 m dan pada sisi kanan (SB) menggunakan 4 segel =110 m. Berat jangkar sesuai tabel adalah minimum 180 kg dan maksimum 46 ton, panjang rantai jangkar minimum total 220 m dan maksimum yang dipasang pada kapal sesuai dengan tabel adalah 28 length/segel dengan panjang setiap sisi masing-masing 14 length/segel = 385,5 m.

Rangkaian Jangkar pada setiap sisi terdiri dari : JANGKAR – SEGEL – SWIVEL – SEGEL – RANTAI – SEGEL – (BEBERAPA SEGEL DAN RANTAI) – SEGEL TERAKHIR yang dikaitkan pada kaitan di Chain Locker, yang digulung atau ditarik dengan menggunakan mesin jangkar (anchor windlass).

Setiap segel rantai terdiri dari rangkaian mata rantai, setiap mata rantai memiliki stud link yaitu pada mata rantai terdapat stud atau dam ditengahnya yang berfungsi memperkuat mata rantai dan menahan supaya mata rantai tidak berputar, mata rantai dikedua ujung setiap segel tidak memiliki stud atau dam dan berukuran diameter lebih besar 10 %. Jumlah mata rantai pada setiap segel memilik jumlah ganjil supaya ujung-ujung sambungan akan memilik posisi yang sama dan kedudukan rata . Pada ujung segel akan disambungkan dengan length/segel rantai yang berikutnya, atau untuk ujung daerah jangkar akan disambung dengan perantara swivel jangkar, dan pada ujung yang dikapal akan dikaitkan pada bak rantai (chain locker). Penyambung length/segel rantai menggunakan mata rantai khusus yang biasanya menggunakan KENTER SHACKLE atau disebut segel kenter.
Kami menyediakan aneka Shackle. Cek disini

KENTER SHACKLE, adalah mata rantai untuk penyambung yang mempunyai ukuran yang sama dengan mata rantai yang akan disambung, konstruksi mata rantai ini setengah bagian dapat digeserkan melintang untuk memasukkan mata rantai yang akan disambung. Secara memanjang mata rantai ini tidak dapat digerakkan, dan apabila rantai yang akan disambung sudah dikaitkan maka bagian tengah akan dipasang stud / dam melintang yang dikunci dengan pen (biasanya berjumlah dua pen) kemudian pen tersebut dicor dengan timah panas supaya tidak terlepas.

Velasco Indonesia Persada adalah distributor alat industri dengan pelayanan terbaik di Jakarta. Silahkan kontak info@velascoindonesia.com atau hubungi (021) 690 5530

Jenis Sling Rantai dan Bagaimana Cara Merawatnya

PT. Velasco Indonesia Persada adalah distributor alat industri dengan pelayanan terbaik menjual berbagai peralatan kapal, konstruksi, seperti wire rope, alat safety, dan berbagai jenis sling rantai.

Kali ini kita akan bagikan sedikit tips pemakaian dan perawatan berbagai jenis Sling Rantai :

– Bersihkan sling dari kotoran setelah dipakai.
– Simpan sling di tempat yang kering. Idealnya ada rak khusus untuk menggantung sling rantai yang tidak beroperasi.
– Untuk mencegah karat lumasi rantai sling secara teratur dengan oli tipis.

Inspeksi Sling Rantai
– Selalu lakukan inspeksi sling di daerah yang terang.
– Bersihkan sling dengan baik sebelum dicek.
– Cek mata rantai dengan teliti.
– Jangan gunakan sling rantai jika mata rantai ada yang retak, gompal, berubah bentuk bengkok dan memanjang.
– Jangan gunakan jika diameter sling berkurang lebih dari 10% dan mata rantai memanjang lebih dari 5%.

Jenis Sling Rantai yang Dijual oleh Velasco Indonesia Persada

Sebagai distributor peralatan teknik yang menyediakan segala macam sparepart dan keperluan industri tambang, konstruksi, dan perkapalan, kami menyediakan berbagai macam rantai sesuai dengan fungsi dan jenis masing-masing. Silahkan kunjungi velasco indonesia untuk lihat produk-produk lainnya yang bisa Anda langsung minta penawaran harganya.

jenis sling rantai

Tidak perlu ragu untuk menghubungi kami untuk pertanyaan dan inquiry lain di info@velascoindonesia.com atau kunjungi website kami untuk pastikan barang yang Anda butuhkan dapat Anda terima dengan harga dan kualitas terbaik.