Tips Pasang Kenter Jangkar Kapal

Semuanya tentu tahu dong apa itu jangkar? Oh yang suka buat diadu itu. Bukan! Itu jangkrik. Jangkar merupakan alat yang dipakai di kapal sebagai penambat atau pemberat agar kapal tidak kemana-kemana saat kena angin atau gelombang.

Jangkar sebenarnya merupakas satu kesatuan perangkat. Maksudnya adalah jangkar memiliki beberapa bagian atau aksesoris yang berfungsi untuk membantu kerjanya sebagai penambat kapal. Nah, salah satunya adalah kenter jangkar kapal. Alat ini memiliki peranan penting dalam fungsi jangkar. Oleh karena itu tidak bisa asal pasang yah. Berikut beberapa tips pasang kenter jangkar kapal yang benar ya. Eh tapi sebelumnya yuk kenalan dulu dengan kenter jangkar.

Apa Itu Kenter Jangkar Kapal

Seperti sudah dulas di atas kenter jangkar merupakan salah satu part atau aksesoris dari jangkar. Bentuk alat ini elips atau bulat lonjong yang memiliki sambungan atau stud pada bagian tengahnya.

Kenter jangkar berfungsi sebagai penyambung atau penghubung antar rantai jangkar atau ranti jangkar dengan shackle jangkar. Stud pada bagian tengah alat ini berfungsi agar rantai yang dihubungkan oleh kenter tidak twist atau tidak mudah berputar dan terlilit saat digunakan.

Kenter jangkar bukan sebuah alat atau benda yang utuh. Alat ini terdiri dari empat bagian. Kenapa dibagi-bagi? Sebab jika alat ini merupakan benda yang utuh atau kaku, bagaimana caranya supaya bisa menyambungkan antar rantai atau rantai dengan shackle? Keempat bagian dari alat ini dapat dilepas atau dipisah-pisah. Oleh karena bisa lepas-lepas bagiannya, maka alat ini menjadi fleksibel dalam penggunaanya.

Gambar di atas menunjukan bagian-bagian dari kenter jangkar. Alat ini dapat dibagi dala empat bagian yaitu:

  • Bagian A yaitu taper pin dan lead pellet
  • Bagian B yaitu stud atau center chock
  • Bagian C dan D yaitu shackle kenter halves

Tips Pasang Kenter Jangkar Kapal

Perlu diingat bahwa kenter jangkar tidak bisa asal dipasang atau dilepas. Proses pemasangan atau pelepasan alat ini secara tidak benar akan dapat mengakibatkan kerusakan pada alat ini. Berikut beberapa tips memasang kenter jangkar kapal:

  1. Bagian A merupakan bagian pertama yang dilepaskan. Caranya yaitu dengan didorong menggunakan palu dan besi kecil panjang (seperti paku atau sejenisnya).
  2. Kemudian, bagian B diketok palu atau alat pemukul lainnya secara perlahan agar dapat terlepas.  
  3. Bagian C dan D kemudian dilepaskan denngan cara dipukul juga secara perlahan menggunakan palu dari arah samping. Arah nya harus sesuai dengan petunjuk.
  4. Kemudian kaitkan ujung rantai, swivel, atau shackle jangkar ke bagian C dan D. Lalu satukan kedua bagian tersebut.
  5. Pukul kembali kedua bagian tersebut secara perlahan agar dapat disatukan atau dikunci lagi.
  6. Lalu, pasang kembali stud atau bagian B pada bagian tengah sesuai tempatnya.
  7. Untuk mengunci semua bagian yang telah terpasang, pasang kembali taper pin dan lead pellet (bagian A).
  8. Lem atau perekat seperti wirelock, dapat digunakan untuk membuat sambungan di bagian A menjadi lebih kuat.

Yuk simak video berikut ini untuk lebih jelasnya ya.

Apa Itu Chain Block?

Kita tentu tidak asing dengan rantai bukan? Rantai atau chain dapat kita temukan dengan mudah dalam kehidupan sehari-sehari. Rantai dipakai dalam implementasi berbagai tugas atau pekerjaan. Nah, di dunia industri dikenal dengan istilah chain block. Apa Itu chain block?

Yuk Mengenal Apa Itu Chain Block

Chain block (hand chain hoist) adalah mekanisme angkut manual sederhana yang menggunakan rantai atau chain sebagai alat utama dan beberapa alat lain seperti puley (roll), roda gerigi (gear), dan pengait (hook block). Chain block adalah salah satu alat rigging serta alat kapal yang cukup populer digunakan.

Komponen Chain Block

Chain block dibuat untuk mampu mengangkat sejumlah alat besar dan berat yang dapat diangkat. Perangkat ini dibuat dari baja tahan lama dan bermutu tinggi agar mempunyai tingkat keamanan dan keandalan yang tinggi saat digunakan mengangkat beban berat hingga beberapa ton.
Umumnya, chain block dibagi dalam tiga kategori komponen yaitu: lifting chain dan hand chain, lifting mechanism, serta kait.

  • Hand chain dan lifting chain merupakan dua loop rantai pada chain block. Hand chain dipasang pada roda di lifting mechanism. Komponen ini ditarik dengan tangan untuk mengangkat beban pada saat proses angkat. Ada roda di dalam Lifting mechanism yang mempunyai kantong khusus. Fungsinya untuk memungkinkan hand chain dapat menggerakkan roda. Lifting chain juga berfungsi untuk memutar lifting mechanism. Pada bagian ujung rantai terdapat kait yang berfungsi sebagai tempat mengait lifting chain atau sling.
  • Kait juga dipasang di bagian atas chain block. Fungsinya untuk mengaitkan chain block ke penahan beban seperti langit-langit, sistem troli, atau konstruksi lain yang kuat. Umumnya kait yang dipakai adalah kait yang dapat berputar 360 derajat agar lebih mudah dipasang dan fleksibel saat dipakai.
  • Lifting mechanism merupakan komponen yang terdiri dari beberapa alal yaitu roda gigi, gandar, poros penggerak, roda gigi, dan sprocket. Terdapat rem rantai pada semua chain block yang berfungsi untuk mencegah beban tidak jatuh saat dioperasikan.

Penggunaan Chain Block

Chain block merupakan perangkat yang berukuran relatif sederhana sehingga cocok untuk berbagai jenis pengangkatan. Alat ini memiliki nilai beban angkat yang beragam, mulai dari 0,5 ton hingga puluhan ton. Pada umumnya perangkat ini dipakai pada pengangkatan rendah. Selain itu, juga dapat digunakan dengan hand overhead crane, fixed hoist crane dengan rel tunggal kecil dan lain-lain

Fungsi Chain Block di Dunia Rigging

Mengangkat beban dalam hitungan ton tentu tidak mudah, namun bukan berarti tidak mungkin dilakukan. Dengan alat chain block, kita dapat mengangkat beban beberapa ton secara manual. Secara sederhana, fungsi chain block adalah untuk menarik dan mengangkat barang super berat hingga 20 ton.

Untuk memungkinkan fungsi tersebut, alat rigging yang satu ini dibekali dengan komposisi katrol, gear (roda gerigi), rantai, dan terakhir ada hook di bagian ujung untuk dikaitkan dengan barang yang hendak diangkat. Ukuran chain block tidak terlalu besar, jadi fleksibel untuk dipindahkan ke beberapa tempat.

Fungsi Chain Block

Dengan fungsi tersebut, chain block (atau sering juga disebut dengan chain hoist) sangat banyak dipakai di dunia rigging. Rigging itu sendiri adalah kegiatan memindahkan barang berat dari satu titik ke titik lain. Karena barang yang diangkut berat, maka dibutuhkan alat rigging khusus. Misalnya ada crane, wire rope, dll. Nah, chain block adalah salah satu alat rigging yang banyak dipakai.

Jadi di dunia rigging, chain block digunakan untuk memindahkan barang-barang berat dalam ukuran kecil (misalnya karung beras, peti kemas kecil, dll) dari satu tempat ke tempat lain. Misalnya adalah dari gudang ke truk, atau dari truk ke kapal cargo, dll.

Chain block bekerja dengan prinsip katrol. Seperti yang dipelajari pada saat sekolah, sistem katrol memudahkan kita untuk mengangkat suatu barang yang berat jadi lebih ringan. Caranya adalah dengan membuat rangkaian tali (atau rantai) dan roda gerigi sedemikian rupa sehingga membuat beban yang diangkat jadi lebih ringan.

Demikian pula dengan chain block. Lebih jelasnya dapat dilihat pada video berikut ini.

Menggunakan chain block harus hati-hati. Karena kalau tidak, akan dapat membahayakan pemakainya dan merusak barang yang diangkut. Jadi sebelum memakai chain block, cek terlebih dahulu apakah komponen-komponennya dalam kondisi baik. Lalu pastikan juga barang yang diangkat tidak melebihi kapasitas maksimal dari chain block yang digunakan.

Tidak hanya itu, area di sekitar chain block juga harus kosong untuk memudahkan chain block menjalankan fungsinya dengan maksimal. Idealnya orang yang mengoperasikan alat ini sudah terlebih dahulu menjalani pelatihan supaya tahu mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Apa Itu Swivel Piece? Ini Dia Penjelasannya!

Kalian yang sudah malang melintang di dunia perkapalan tentu familiar dengan jangkar kapal. Alat kapal ini memungkinkan kapal diam di satu titik, tidak terbawa arus maupun angin yang berhembus. Nah setiap jangkar memiliki aksesoris jangkar kapal yang punya peranan masing-masing. Salah satunya adalah swivel piece atau sering juga disebut dengan istilah kili-kili.

Swivel piece sebenarnya adalah sambungan yang menghubungkan antara rantai dengan rantai atau dengan shackle, atau dengan jangkar, atau dengan alat kapal lain sesuai kebutuhan. Yang membuat alat ini istimewa adalah ia dapat mencegah terjadinya twist pada rantai jangkar. Swivel piece ini biasanya terbuat dari stainless steel.

Twist yang dimaksud adalah kondisi rantai terpelintir karena adanya arus bawah laut. Swivel piece memiliki desain yang dapat membuat satu sisinya diam ketika sisi lainnya bergerak. Jadi dengan alat ini, rantai akan dapat terhindar dari twist. Situasi twist sangat tidak baik karena dapat menghambat sistem penambatan kapal.

Swivel Piece Berbagai Ukuran

Kili-kili ini punya banyak jenis ukuran lho, misalnya 16MM, 19MM, 22MM, 28MM, 30MM, 32MM, 36MM, 40MM dan 42MM. Semua ukuran tersebut memiliki nilai safe working load (SWL) yang berbeda-beda. Jadi sebelum beli swivel piece, harus disesuaikan dengan rantai jangkar dan jangkar yang digunakan. Jangan sampai ukurannya terlalu besar atau terlalu ringan ya. Karena bisa berpotensi putus dan merusak rangkaian rantai jangkar.

Swivel Piece dan Aksesoris Jangkar Lainnya

Keberadaan swivel piece atau kili-kili ini tidak bisa dipisahkan dari aksesoris jangkar lainnya. Misalnya ada rantai jangkar, shackle jangkar, kenter jangkar, alat penarik jangkar atau windlass, dan jangkar itu sendiri. Semua aksesoris ini penting untuk menopang kerja sistem penambatan kapal supaya proses menaikkan dan menurunkan jangkar dapat berjalan dengan mulus.

Dari segi jenis hingga ukuran, semua alat tersebut harus disesuaikan agar cocok satu sama lain. Karena kalau ada satu saja aksesoris jangkar kapal yang terlalu kecil atau terlalu besar maka akan berpotensi mengganggu sistem jangkar dan juga membuat aksesoris jangkar lainnya lebih cepat rusak.

Jangan lupa untuk selalu beli swivel piece dari distributor yang terpercaya ya.

Gimana Cara Pakai Smoke Signal

Smoke signal merupakan salah satu jenis alat keselamatan kapal. Alat ini digolongkan sebagai alat piroteknik sebab alat ini mengandung bahan kimia. Asap yang dihasilkan alat ini merupakan hasil dari reaksi kimia dari bahan-bahan kimia yang tersimpan dalam tabung smoke signal. Oleh karena mengandung bahan kimia, maka kamu perlu tahu cara pakai smoke signal yang benar dan sesuai standar. Yuk simak cara pakai smoke signal berikut ini.

Cara Pakai Smoke Signal

Smoke signal memiliki bentuk berupa tabung kedap air dengan sebuah tutupan rapat yang terbuat dari plastik. Tutupan plastik tersebut digunakan untuk melindungi kabel atau tali pemicu.

Cara pakai smoke signal adalah sebagai berikut. Pertama-tama, buka tutup plastik smoke signal lalu pegang smoke signal dengan salah satu tangan. Posisikan smoke signal dan tubuh kamu berlawanan dengan arah angin. Jadi saat menyala, asap yang keluar tidak akan menerpa wajah sehingga tidak terhirup.

Nyalakan atau picu smoke signal dengan menarik tali pemicu. Jangan langsung dilemparkan ke air ya! Tunggu beberapa saat dan pastikan asap keluar dari tabung smoke signal tersebut. Kalau tidak keluar, berarti alatnya rusak.

Setelah dipastikan asapnya keluar, segera lemparkan smoke signal tersebut ke air. Smoke signal akan terapung sebab tabungnya memang telah didesain untuk dapat mengapung di air.

Fungsi dan Standar

Sama seperti alat piroteknik lainnya, smoke signal berfungsi sebagai isyarat yang dapat ditangkap oleh mata atau kasat mata. Alat safety kapal yang satu ini umumnya ditempatkan di kapal dan di sekoci atau kapal penyelamat seperti life raft atau rescue boat.

Sesuai dengan regulasi SOLAS alias standar internasional keselamatan di laut, sebuah smoke signal wajib memenuhi beberapa syarat yaitu:

  • Tabung berwarna oranye, merah, atau kuning terang.
  • Mampu mengeluarkan asap saat minimal 10 detik secara terus menerus setelah jatuh ke air dan pada kedalaman 100 mm.
  • Mampu terapung dan tidak digenangi air selama alat tersebut menyala.
  • Tidak mengeluarkan api saat dinyalakan.
  • Mengeluarkan asap dengan warna oranye mencolok, minimal selama 3 menit saat terapung di air.

Alat Safety Kapal, Apa Aja Sih?

Setiap moda transportasi baik yang digunakan untuk penumpang maupun untuk mengakut barang diwajibkan untuk memiliki alat safety kapal yang memadai sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan. Standar kemanan dan keselamatan di laut atau regulasi SOLAS (International Convention for the Safety of Life at Sea) mengatur adanya alat safety di setiap kapal. Kita tentunya tidak mau kan naik kapal yang tidak terjamin keselamatan dan keamanannya.

Yuk berkenalalan dengan beberapa alat safety di kapal!

Perlu kita ketahui secara garis besar, peralatan keselamatan diri di kapal terbagi dalam beberapa jenis di antaranya yaitu:

  1. Alat penyelamatan perorangan (personal life saving)
  2. Alat-alat isyarat visual (visual signals)
  3. Rakit penyelamat (survival raft)
  4. Alat safety kapal lainnya (other life saving appliance)

Alat Safety Kapal Perorangan (personal life saving)

Jenis alat safety kapal ini adalah alat safety yang diperuntukan bagi perorangan. Maksudunya dianjurkan untuk dipakai oleh hanya satu orang. Namun demikian dalam keadaan darurat bisa dipakai untuk dua atau tiag orang secara bersamaan seperti ring buoy.

Apa saja alat safety kapal yang termasuk jenis ini?

Berikut beberapa di antaranya:

  • Pelampung penolong (life buoy / ring buoy)
  • Rompi penyelamat (life jacket)
  • Pakaian rendam (Immersion suit)
  • Pelindung panas (thermal protective aids)

Alat Safety Kapal Isyarat Visual (visual signals)

Jenis alat safety di kapal ini adalah alat yang dipakai untuk meminta pertolongan. Dengan menggunakan alat ini, penolong dapat mengetahui posisi pihak yang meminta tolong. Alat jenis ini umumnya digolongkan juga dalam jenis alat piroteknik.

Apa saja alat safety kapal yang termasuk jenis ini?

Berikut beberapa di antaranya:

Alat Safety Kapal Rakit Penyelamat (survival raft)

Jenis alat ini merupakan alat penyelamat berkelompok sebab diperuntukan bagi keselamatan beberapa orang. Jadi, dalam keadaan darurat tidak dibenarkan untuk menggunakan alat ini seorang diri sebab alat ini memiliki kapasitas tampung lebih dari satu orang.

Berikut beberapa di antaranya:

Alat Safety Kapal Lainnya (other life saving appliance)

Contoh alat safety kapal lainnya yaitu EPIRB dan SART yang punya fungsi mengirim sinyal lokasi kecelakaan. Sinyal bukan berupa cahaya atau suara, tapi berupa panggilan radio.

Keberadaan alat safety di kapal sangat penting. Oleh karena itu semua orang yang naik kapal bertanggung jawab terhadap keberadaannya ya!

Bedanya Hand Flare dan Rocket Parachute

Hand flare dan rocket parachute sama-sama merupakan alat keselamatan kapal yang berfungsi sebagai pemberi sinyal atau isyarat minta pertolongan. Keduanya juga digolongkan sebagai alat piroteknik sebab menggunakan bahan kimia untuk menimbulkan reaksi kimia berupa nyala atau cahaya yang sangat terang.

Meskipun demikian kedua alat safety kapal ini memliki perbedaan. Perbedaannya yaitu hand flare banyak digunakan oleh para supporter bola dalam mendukung tim kesayangannya dibandingkan dengan rocket parachute. Hmm tentu bukan itu ya perbedaannya. Hehehe.

Perbedaan yang mencolok antara hand flare dan rocket parachute adalah pada cara penggunaan dan standar pabrikasi kedua alat ini.

Cara Menggunakan Hand Flare

Cara menggunakan hand flare adalah sebagai berikut. Pada saat penyalaan hand flare harus dipegang dengan cara yang benar yaitu:

  • Pegang hand flare dengan salah satu tangan terkuat
  • Nyalakan obor dengan cara membuka tutup tabung
  • Setelah obornya menyala angkat obor ke depan dengan sudut 45 derajat antara tangan dengan kepala
  • Arahkan tubuh searah dengan arah angin agar wajah terlindungi dari api obor yang sedang menyala
  • Gunakan kacamata pelindung jika ada untuk melindungi mata
  • Jangan menatap cahaya obor secara langsung agar mata tidak tidak menjadi silau.

Hand flare yang sesuai standar internasional tentang keselamatan di laut harus memenuhi beberapa syarat yaitu:

  • Durasi minimal hand flare menyala adalah selama 1 menit
  • Kekuatan cahaya yang dihasilkan obor minimal setara dengan 15.000 buah lilin
  • Cahaya yang dihasilkan hand flare harus berwarna merah terang
  • Wajib dilengkapi dengan cara penggunaaan baik tulisan atau gambar ilustrasi yang jelas dan mudah dipahami

Cara Menggunakan Rocket Parachute

Sedangkan, cara penggunaan rocket parachute adalah dengan cara ditembakkan ke atas secara vertikal sehingga dapat mencapai ketinggian minimum 300 meter. Sudut tembak dan arah angin dapat mempengaruhi ketinggian rocket yang ditembakan. Flare yang ditembak tinggi ini bertujuan supaya area jangkauan sinyal lebih luas dibandingkan hand flare.

Beberapa standar pabrikasi rocket parachute yang sesuai dengan standar keselamatan internasional yaitu:

  • Obor dari rocket memiliki kekuatan cahaya minimal setara dengan 30.000 buah lilin
  • Cahaya yang dihasilkan rocket berwana merah terang
  • Parasut tidak rusak selama rocket menyala di udara
  • Wajib ditempatkan dalam tabung yang kedap air
  • Wajib dilengkapi dengan cara penggunaaan baik tulisan atau gambar ilustrasi yang jelas dan mudah dipahami

Cincin Penolong, Bukan Cincin Biasa

Cincin penolong atau ring buoy yang ada di kapal bukan cincin biasa. Mengapa? Sebab cincin penolong merupakan salah satu alat safety kapal yang harus selalu tersedia di semua kapal. Oleh karena itu sangat tidak dibenarkan untuk dibawa pulang ya.

Cincin penolong juga bukan cincin biasa karena dibuat berdasarkan standar alat keselamatan kapal di laut. Beberapa diantaranya yaitu:

  • Berat maksimal 2,5 kg
  • Ukuran diameter dalam 40 cm dan diameter luar luar 80 cm
  • Terbuat dari bahan apung yang kuat, ringan dan menyatu
  • Mampu dilemparkan dari ketinggian 30 meter
  • Berwarna mencolok seperti oranye, merah atau kuning
  • Dilengkapi stiker pemantul cahaya agar membantu penlihatan
  • Tahan terhadap minyak
  • Diberi identitas sesuai dengan nama kapal dan pelabuhan induknya yang ditulis dengan huruf kapital
  • Dapat mengapung di air tawar selama 24 jam dengan diberi beban besi seberat 14,5 kg
  • Saat terkena panas selama dua detik tidak terbakar atau meleleh

Ketentuan Cincin Penolong

Di kapal, baik kapal penumpang maupun barang, setengah dari jumlah cincin penolong yang tersedia minimal wajib dilengkapi dengan lampu yang dapat menyala otomatis atau self ignitting light. Lampu tersebut harus tahan air. Lama lampu tersebut dapat menyala secara terus menerus saat di air adalah 120 menit atau 2 jam.

Dari jumlah tersebut, dua buah ring buoy juga harus dilengkapi dengan smoke signal. Fungsinya yaitu sebagai semboyan asap di siang hari.  Kedua fungsi ini (fungsi lampu dan sinyal asap) ada di dalam man overboard apparatus alias MOB. Jadi idealnya ring buoy juga dilengkapi dengan alat man overboard ini.

Selain dengan lampu dan smoke signal, minimal di tiap lambung kapal terdapat satu cincin penolong yang dilengkapi tali pengaman. Panjang tali pengaman tersebut minimal 27,5 meter.

Sebagai salah satu alat keselamatan kapal, cincin penolong harus diletakkan di tempat yang mudah dijangkau yaitu pada sisi kiri dan kanan sepanjang lambung tepi kapal. Ketika ada orang yang terjatuh ke laut, cincin penolong dapat segera dilemparkan ke arah korban di laut agar korban tidak tenggelam dan dapat terus terapung sembari menunggu pertolongan.

Semua ring buoy tidak boleh diikat kuat ke badan kapal agar mudah untuk dipakai. Oleh karena itu benda ini sering menjadi sasaran pencurian oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

Kenapa Flare Warnanya Merah? Ada Warna Lain?

Pasti sudah pernah lihat yang namanya flare kan? Minimal kalau kita nonton acara olahraga terutama sepak bola, sering ada supporter yang menyalakan flare di akhir pertandingan. Biasanya flare dinyalakan pada pertandingan final dan timnya sudah menang. Nah sebenarnya flare itu bukan buat perayaan kemenangan begini lho. Flare itu sebenarnya adalah alat keselamatan kapal, dan warnanya pasti merah. Hmm.. kenapa merah ya? Apa yang bikin flare itu pecinta Manchester United?

Flare Warna Merah, Tidak Ada Warna Lain

Karena merupakan salah satu alat keselamatan kapal, flare memang sengaja dibuat berwarna merah. Karena warna merah menyala seperti yang dihasilkan flare ini sangat mencolok, terutama di malam hari, sehingga mudah dilihat walau dari kejauhan sekalipun. Flare punya fungsi sebagai pemberi sinyal darurat, jadi memang harus menghasilkan cahaya yang mencolok supaya menarik perhatian.

Alat keselamatan kapal yang menggunakna flare adalah red hand flare dan rocket parachute flare signal. Red hand flare dipakai dengan cara dipegang ke atas, flare akan terus menyala selama beberapa menit. Sementara rocket parachute flare signal bekerja dengan cara menembakkan flare ke atas dan kemudian setelah beberapa waktu flare akan turun dengan parasut kecil. Fungsi rocket parachute flare ini adalah supaya bisa mengirimkan sinyal darurat ke jangkauan yang lebih jauh.

Keduanya dikategorikan sebagai alat piroteknik karena flare dihasilkan dari reaksi piroteknik, yaitu reaksi kimia yang menghasilkan cahaya, api atau asap. Alat piroteknik lain adalah smoke signal, man overboard dan line throwing.

Flare untuk Alat Keselamatan

Sebenarnya flare tidak hanya digunakan saat ada kecelakaan di laut, tapi juga digunakan sebagai sinyal darurat di tempat-tempat lain seperti di pegunungan atau tempat bersalju. Bisa digunakan di mana saja, tapi memang paling banyak digunakan untuk alat keselamatan kapal, dan tidak untuk fungsi lain selain alat safety.

Flare di tengah laut bisa mendatangkan kapal atau pesawat penolong. Nah kalau flare di lapangan sepakbola bisa mendatangkan polisi atau petugas keamanan karena flare bisa membahayakan kalau tanpa sengaja terkena orang.

Jadi jangan gunakan flare sembarangan ya. Juga jangan request flare warna biru apalagi pink.

Mau tau kenapa smoke signal warnanya oranye? Cek di sini.

Kondisi Darurat di Kapal, Pasang Smoke Signal!

Bagi para gamer perang khususnya PUBG dan Free Fire tentu tidak asing dengan smoke grenade. Apakah smoke grenade sama dengan smoke signal? Hmm mirip-mirip sih tapi jawabanya adalah tidak sama. Fungsinya beda. Smoke grenade pada umumnya digunakan untuk keperluan taktikal pertempuran sedangkan smoke signal untuk alat keselamatan kapal. Kalau kamu belum paham, yuk simak penjelasan singkat berikut tentang smoke signal!

Smoke signal

Smoke signal adalah alat keselamatan kapal yang berbentuk tabung dan bekerja dengan cara mengeluarkan sinyal berupa asap saat terkena air. Saat terjadi kondisi darurat di kapal seperti kapal kandas, kebocoran, kebakaran/ledakan atau orang jatuh ke laut, smoke signal dapat dilemparkan ke air sebagai tanda meminta pertolongan. Ingat! Jadi tidak seperti smoke grenade yang dipakai di darat, smoke signal dipakainya di air.

Smoke signal merupakan salah satu jenis alat piroteknik. Piroteknik adalah jenis alat atau perangkat penunjang keselamatan di kapal yang terbuat dari bahan kimia yang dapat menghasilkan reaksi kimia berupa api, cahaya, gas dan panas.

Selain smoke signal alat piroteknik lainya yaitu:

  • Parachute signal
  • Red hand flare
  • Man over board
  • Line throwing

StandarSOLAS smoke signal

Smoke signal harus memenuhi beberapa syarat sesuai regulasi SOLAS (Safety of Life at Sea) tentang keselamatan di kapal, yaitu:

  • Dilengkapi dengan instruksi atau cara penggunaan berupa tulisan dan gambar yang jelas dan tercetak di luar tabung
  • Tabungnya merupakan tabung anti air
  • Tidak mengeluarkan api saat dinyalakan
  • Dapat mengeluarkan asap dengan warna mencolok, minimal selama 3 menit saat terapung di air.
  • Dapat terus mengeluarkan asap saat minimal 10 detik setelah jatuh ke air dan pada kedalaman 100 mm.
  • Tidak dapat digenangi air selama alat tersebut menyala

Silahkan kontak kami PT Velasco Indonesia Persada sebagai distributor smoke signal dan peralatan teknik lainnya dengan pelayanan terbaik.