Serba Serbi Jangkar Kodok

Serba Serbi Jangkar Kodok

Ada yang tahu jangkar kodok? Kodok yang mukanya seperti jangkar. Bukan. Jangkar kodok merupakan salah satu jenis jangkar kapal laut yang sudah umum digunakan ya. Berikut beberapa informasi atau serba serbi alat kapal jangkar kodok yang bisa kita pelajari.

Jangkar kodok merupakan salah satu jenis stockless hall anchor. Sebab bentuk jangkar ini tidak memiliki stock. Bentuk atau desain jangkar terbagi dalam dua bagian besar yaitu bagian badan jangkar dan bagian lengan jangkar yang dihubungkan oleh sebuah engsel.

Material pembentuknya dari baja yang kuat dan berat. Sehingga cocok dan sering digunakan kapal-kapal laut denga ukuran dan tonase yang besar sebagai jangkar haluan.

Kelebihan Jangkar Kodok

Jangkar kodok memiliki beberapa keunggulan saat digunakan. Apa saja. Berikut beberapa di antaranya:

  • Bentuk jangkar kodok cukup sederhana. Jadi memudahkan operator saat digunakan.
  • Desain jangkar kodok memungkinkan jenis jangkar ini untuk diaplikasikan atau dipakai di berbagai jenis kapal laut pada perairan yang dasar lautnya berlumpur, berpasir, berkarang ataupun berbatu.
  • Dengan bentuk bagian bawah jangkar yang besar dan kuat, jangkar kodok tahan jika bertubrukan dengan karang-karang laut.
  • Di daerah dasar laut yang berpasir, jangkar kodok dapat steady atau kokoh menahan badan kapal hingga posisinya tidak berubah.
  • Daya kait atau cengkaram jangkar kodok sangat baik di daerah perairan denga dasar lumpur dan pasir

Kelemahan Jangkar Kodok

Meskipun memiliki beberapa keunggulan, jangkar kodok memiliki beberapa poin minus. Apa saja? Berikut di antaranya:

  • Jangkar kodok tidak mudah dilepaskan dalam kondisi sangat terkait jika diturunkan di posisi atau lokasi yang salah. Sebab jenis jangkar ini tidak mempunyai lengan pemisah antara bagian lengan jangkar dan bagian mahkota atau cakar jangkar.
  • Jangkar kodok juga tidak mudah ditarik jika bagian mahkota atau cakarnya terlalu dalam menggaruk pasir atau lumpur pada dasar laut. Kejadian ini umumnya disebabkan oleh jangkar ini tertarik oleh badan kapal saat terjadi gelombang besar atau angin kencang.

Saat digunakan, jangkar tidak bekerja sendiri. Dibutuhkan beberapa aksesoris jangkar, yaitu alat penarik jangkar kapal atau windlass, rantai jangkar, kenter jangkar, swivel piece atau kili-kili, dan shackle jangkar.

Fungsi Webbing Sling di Dunia Rigging

Teman-teman tahu apa itu rigging? Atau, kenal tidak dengan alat atau perangkat yang disebut webbing sling? Keduanya berkaitan lho. Bagi teman-temanyang bekerja di industri konstruksi atau yang berkaitan dengan alat atau benda atau barang-barang berat harusnya tahu ya kedua hal tersebut.

Rigging dan Alat Rigging

Ok. Pertama, apa itu ringing? Rigging adalah suatu cara, pekerjaan atau metoda yang berkaitan dengan penanganan terhadap benda, barang atau material besar dan berat dengan menggunakan berbagai macam jenis tali seperti serat sintetik, tali serat baja, rantai maupun sling. Cara, pekerjaan atau metode yang dimaksud itu yaitu lashing, lifting, mooring, towing dan sejenisnya.

Dalam melakukan rigging tentunya butuh peralatan pendukung yang disebut alat rigging. Alat rigging pada umunya dikenal juga sebagai alat bantu ataupun aksesoris. Salah satu alat rigging adalah webbing sling.

Selain webbing sling, terdapat dua jenis sling yang sudah dikenal dalam dunia rigging yaitu chain sling dan wire rope sling. Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan karateristik material dan bentuknya.

Apa sih fungsi webbing sling di dunia rigging? Yuk, kenali fungsi webbing sling di dunia rigging melalui artikel singkat berikut!

Jenis dan Fungsi Webbing Sling

Seperti sling pada umumnya dalam dunia rigging, webbing sling berfungsi sebagai tali penghubung atau pengait yang dipasang untuk mengikat barang, alat atau beban saat lashing, lifting, mooring, towing dan sejenisnya. Itu fungsi umumnya ya. Fungsi khusus atau spesifiknya begantung pada karateristik material dan bentuk webbing sling.

Berdasarkan bahan pembuatannya, webbing sling dapat dibagi dalam beberapa macam yaitu:

  • Webbing sling kevlar terbuat dari bahan kevlar
  • Webbing sling nilon terbuat dari bahan nilon
  • Webbing sling polypropylene: terbuat dari bahan polyproylene
  • Webbing sling polyester terbuat dari bahan polyester

Berikut bebrapa macam webbing sling berdasarkan bentuknya berikut dengan fungsinya dalam dunia rigging:

  • Endless webbing Sling: berbentuk bulat/melingkar sehingga tidak memiliki ujung. Jenis ini dipakai untuk lifting.
  • Eye webbing sling: mempunyai ujung dan bentuknya seperti chain dan wire rope sling yaitu pada kedua ujung dijahit hingga memiliki lingkaran kecil. Jenis ini dipakai untuk lashing dan lifting.
  • Round Webbing Sling: berbentuk bulat/melingkar yang dijahit dengan lapisan pembungkus dari material sejenis. Jenis ini dipakai untuk lashing dan lifting.

Webbing sling ini juga merupakan salah satu alat kapal lho. Sebab dunia perkapalan memang erat kaitannya dengan dunia rigging. Jadi tidak heran alat ini banyak dipakai juga di kapal.

Webbing Sling vs Wire Rope Sling, Pilih yang Mana?

Untuk teman atau rekan-rekan yang bekerja di bidang industri seperti konstruksi, alat berat, perkapalan atau kargo tentu tahu dong apa itu webbing sling. Supaya lebih jelas, yuk simak artikel singkat tentang webbing sling berikut.

Sling, Apaan Tuh?

Sebelum bahas webbing sling, yuk bahas dulu apa itu sling? Sling merupakan alat pengait yang dipasang diujung wire rope, rantai atau tali sintetis contohnya webbing. Fungsinya adalah sebagai pengkait atau penghubung antara tali atau rantai pengangkat dengan benda yang mau diangkat contohnya.  

Fungsi sling bukan hanya untuk mengangkat tetapi juga untuk pekerjaan menarik dan mengikat barang supaya bisa dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Pekerjaan-pekerjaan tersebut dikenal umum dengan kerjaan rigging.

Dalam pekerjaan rigging dikenal tiga jenis sling. Ketigannya yaitu chain sling, wire rope sling, dan webbing sling. Meskipun beda jenis, ketiganya memiliki bentuk umum yang sama yaitu di kedua ujungnya ada ikatan bundar seperti pita yang dapat diaplikasikan, contohnya dengan menaruh kait besi dalam proses mengikat benda atau barang.

Artikel ini akan fokus bahas perbandingan webbing sling dan wire rope sling. Mana yang lebih baik ya? Hmm tidak ada satu pun sling yang terbaik untuk semuanya, karena sling terbaik adalah sling yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Jadi dengan mengenal karakteristik webbing sling dan wire rope sling berikut ini, diharapkan Anda bisa menentukan mana sling terbaik bagi Anda. Cara terbaik adalah dengan menghubungi distributor sling yang terpercaya seperti PT Velasco Indonesia Persada.

Webbing Sling

Webbing sling terbuat dari material yang lentur dan fleksibel seperti kain. Material pembuatnya umumnya adalah dari bahan polyester atau serat nilon. Kelebihan menggunakan jenis sling ini di antaranya yaitu:

  • Baik digunakan untuk mengangkat barang atau benda-benda yang rapuh
  • Lentur dan flesibel sehingga dapat mengikuti lekuk benda
  • Ringan
  • Mudah dipasang
  • Harganya relatif murah

Kekurangan menggunakan jenis sling ini di antaranya yaitu:

  • Tidak dapat dipakai untuk rigging benda-benda berat
  • Mudah rusak jika terkena benda tajam
  • Rentan terhadap suhu panas
  • Rentan terhadap abrasi

Wire Rope Sling

Wire rope sling merupakan jenis sling yang terbuat dari serat tali atau kawat baja. Jenis sling ini umumnya dipakai dalam proyek konstruksi bangunan, proyek energi minyak dan gas, atau juga otomotif serta angkut kargo di pelabuhan. Kelebihan menggunakan jenis sling ini di antaranya yaitu:

  • Daya tahan yang tinggi
  • Dapat dipakai untuk pekerjaan rigging benda-bendaa besar ddan berat
  • Lebih ringan dan lebih murah dari jenis chain sling

Kekurangan menggunakan jenis sling ini di antaranya yaitu:

  • Susah diperiksa untuk mencari kerusakanya
  • Biaya perawatan yang mahal
  • Jika rusak tidak bisa dipakai kembali

Demikian artikel singkat tentang sling. Nah, buat teman atau rekan yang masih awam semoga artikel di atas dapat bermanfaat bagi kalian dalam memilih sling ya.

Tips Pasang Kenter Jangkar Kapal

Semuanya tentu tahu dong apa itu jangkar? Oh yang suka buat diadu itu. Bukan! Itu jangkrik. Jangkar merupakan alat yang dipakai di kapal sebagai penambat atau pemberat agar kapal tidak kemana-kemana saat kena angin atau gelombang.

Jangkar sebenarnya merupakas satu kesatuan perangkat. Maksudnya adalah jangkar memiliki beberapa bagian atau aksesoris yang berfungsi untuk membantu kerjanya sebagai penambat kapal. Nah, salah satunya adalah kenter jangkar kapal. Alat ini memiliki peranan penting dalam fungsi jangkar. Oleh karena itu tidak bisa asal pasang yah. Berikut beberapa tips pasang kenter jangkar kapal yang benar ya. Eh tapi sebelumnya yuk kenalan dulu dengan kenter jangkar.

Apa Itu Kenter Jangkar Kapal

Seperti sudah dulas di atas kenter jangkar merupakan salah satu part atau aksesoris dari jangkar. Bentuk alat ini elips atau bulat lonjong yang memiliki sambungan atau stud pada bagian tengahnya.

Kenter jangkar berfungsi sebagai penyambung atau penghubung antar rantai jangkar atau ranti jangkar dengan shackle jangkar. Stud pada bagian tengah alat ini berfungsi agar rantai yang dihubungkan oleh kenter tidak twist atau tidak mudah berputar dan terlilit saat digunakan.

Kenter jangkar bukan sebuah alat atau benda yang utuh. Alat ini terdiri dari empat bagian. Kenapa dibagi-bagi? Sebab jika alat ini merupakan benda yang utuh atau kaku, bagaimana caranya supaya bisa menyambungkan antar rantai atau rantai dengan shackle? Keempat bagian dari alat ini dapat dilepas atau dipisah-pisah. Oleh karena bisa lepas-lepas bagiannya, maka alat ini menjadi fleksibel dalam penggunaanya.

Gambar di atas menunjukan bagian-bagian dari kenter jangkar. Alat ini dapat dibagi dala empat bagian yaitu:

  • Bagian A yaitu taper pin dan lead pellet
  • Bagian B yaitu stud atau center chock
  • Bagian C dan D yaitu shackle kenter halves

Tips Pasang Kenter Jangkar Kapal

Perlu diingat bahwa kenter jangkar tidak bisa asal dipasang atau dilepas. Proses pemasangan atau pelepasan alat ini secara tidak benar akan dapat mengakibatkan kerusakan pada alat ini. Berikut beberapa tips memasang kenter jangkar kapal:

  1. Bagian A merupakan bagian pertama yang dilepaskan. Caranya yaitu dengan didorong menggunakan palu dan besi kecil panjang (seperti paku atau sejenisnya).
  2. Kemudian, bagian B diketok palu atau alat pemukul lainnya secara perlahan agar dapat terlepas.  
  3. Bagian C dan D kemudian dilepaskan denngan cara dipukul juga secara perlahan menggunakan palu dari arah samping. Arah nya harus sesuai dengan petunjuk.
  4. Kemudian kaitkan ujung rantai, swivel, atau shackle jangkar ke bagian C dan D. Lalu satukan kedua bagian tersebut.
  5. Pukul kembali kedua bagian tersebut secara perlahan agar dapat disatukan atau dikunci lagi.
  6. Lalu, pasang kembali stud atau bagian B pada bagian tengah sesuai tempatnya.
  7. Untuk mengunci semua bagian yang telah terpasang, pasang kembali taper pin dan lead pellet (bagian A).
  8. Lem atau perekat seperti wirelock, dapat digunakan untuk membuat sambungan di bagian A menjadi lebih kuat.

Yuk simak video berikut ini untuk lebih jelasnya ya.

Apa Itu Chain Block?

Kita tentu tidak asing dengan rantai bukan? Rantai atau chain dapat kita temukan dengan mudah dalam kehidupan sehari-sehari. Rantai dipakai dalam implementasi berbagai tugas atau pekerjaan. Nah, di dunia industri dikenal dengan istilah chain block. Apa Itu chain block?

Yuk Mengenal Apa Itu Chain Block

Chain block (hand chain hoist) adalah mekanisme angkut manual sederhana yang menggunakan rantai atau chain sebagai alat utama dan beberapa alat lain seperti puley (roll), roda gerigi (gear), dan pengait (hook block). Chain block adalah salah satu alat rigging serta alat kapal yang cukup populer digunakan.

Komponen Chain Block

Chain block dibuat untuk mampu mengangkat sejumlah alat besar dan berat yang dapat diangkat. Perangkat ini dibuat dari baja tahan lama dan bermutu tinggi agar mempunyai tingkat keamanan dan keandalan yang tinggi saat digunakan mengangkat beban berat hingga beberapa ton.
Umumnya, chain block dibagi dalam tiga kategori komponen yaitu: lifting chain dan hand chain, lifting mechanism, serta kait.

  • Hand chain dan lifting chain merupakan dua loop rantai pada chain block. Hand chain dipasang pada roda di lifting mechanism. Komponen ini ditarik dengan tangan untuk mengangkat beban pada saat proses angkat. Ada roda di dalam Lifting mechanism yang mempunyai kantong khusus. Fungsinya untuk memungkinkan hand chain dapat menggerakkan roda. Lifting chain juga berfungsi untuk memutar lifting mechanism. Pada bagian ujung rantai terdapat kait yang berfungsi sebagai tempat mengait lifting chain atau sling.
  • Kait juga dipasang di bagian atas chain block. Fungsinya untuk mengaitkan chain block ke penahan beban seperti langit-langit, sistem troli, atau konstruksi lain yang kuat. Umumnya kait yang dipakai adalah kait yang dapat berputar 360 derajat agar lebih mudah dipasang dan fleksibel saat dipakai.
  • Lifting mechanism merupakan komponen yang terdiri dari beberapa alal yaitu roda gigi, gandar, poros penggerak, roda gigi, dan sprocket. Terdapat rem rantai pada semua chain block yang berfungsi untuk mencegah beban tidak jatuh saat dioperasikan.

Penggunaan Chain Block

Chain block merupakan perangkat yang berukuran relatif sederhana sehingga cocok untuk berbagai jenis pengangkatan. Alat ini memiliki nilai beban angkat yang beragam, mulai dari 0,5 ton hingga puluhan ton. Pada umumnya perangkat ini dipakai pada pengangkatan rendah. Selain itu, juga dapat digunakan dengan hand overhead crane, fixed hoist crane dengan rel tunggal kecil dan lain-lain

Fungsi Chain Block di Dunia Rigging

Mengangkat beban dalam hitungan ton tentu tidak mudah, namun bukan berarti tidak mungkin dilakukan. Dengan alat chain block, kita dapat mengangkat beban beberapa ton secara manual. Secara sederhana, fungsi chain block adalah untuk menarik dan mengangkat barang super berat hingga 20 ton.

Untuk memungkinkan fungsi tersebut, alat rigging yang satu ini dibekali dengan komposisi katrol, gear (roda gerigi), rantai, dan terakhir ada hook di bagian ujung untuk dikaitkan dengan barang yang hendak diangkat. Ukuran chain block tidak terlalu besar, jadi fleksibel untuk dipindahkan ke beberapa tempat.

Fungsi Chain Block

Dengan fungsi tersebut, chain block (atau sering juga disebut dengan chain hoist) sangat banyak dipakai di dunia rigging. Rigging itu sendiri adalah kegiatan memindahkan barang berat dari satu titik ke titik lain. Karena barang yang diangkut berat, maka dibutuhkan alat rigging khusus. Misalnya ada crane, wire rope, dll. Nah, chain block adalah salah satu alat rigging yang banyak dipakai.

Jadi di dunia rigging, chain block digunakan untuk memindahkan barang-barang berat dalam ukuran kecil (misalnya karung beras, peti kemas kecil, dll) dari satu tempat ke tempat lain. Misalnya adalah dari gudang ke truk, atau dari truk ke kapal cargo, dll.

Chain block bekerja dengan prinsip katrol. Seperti yang dipelajari pada saat sekolah, sistem katrol memudahkan kita untuk mengangkat suatu barang yang berat jadi lebih ringan. Caranya adalah dengan membuat rangkaian tali (atau rantai) dan roda gerigi sedemikian rupa sehingga membuat beban yang diangkat jadi lebih ringan.

Demikian pula dengan chain block. Lebih jelasnya dapat dilihat pada video berikut ini.

Menggunakan chain block harus hati-hati. Karena kalau tidak, akan dapat membahayakan pemakainya dan merusak barang yang diangkut. Jadi sebelum memakai chain block, cek terlebih dahulu apakah komponen-komponennya dalam kondisi baik. Lalu pastikan juga barang yang diangkat tidak melebihi kapasitas maksimal dari chain block yang digunakan.

Tidak hanya itu, area di sekitar chain block juga harus kosong untuk memudahkan chain block menjalankan fungsinya dengan maksimal. Idealnya orang yang mengoperasikan alat ini sudah terlebih dahulu menjalani pelatihan supaya tahu mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Apa Itu Swivel Piece? Ini Dia Penjelasannya!

Kalian yang sudah malang melintang di dunia perkapalan tentu familiar dengan jangkar kapal. Alat kapal ini memungkinkan kapal diam di satu titik, tidak terbawa arus maupun angin yang berhembus. Nah setiap jangkar memiliki aksesoris jangkar kapal yang punya peranan masing-masing. Salah satunya adalah swivel piece atau sering juga disebut dengan istilah kili-kili.

Swivel piece sebenarnya adalah sambungan yang menghubungkan antara rantai dengan rantai atau dengan shackle, atau dengan jangkar, atau dengan alat kapal lain sesuai kebutuhan. Yang membuat alat ini istimewa adalah ia dapat mencegah terjadinya twist pada rantai jangkar. Swivel piece ini biasanya terbuat dari stainless steel.

Twist yang dimaksud adalah kondisi rantai terpelintir karena adanya arus bawah laut. Swivel piece memiliki desain yang dapat membuat satu sisinya diam ketika sisi lainnya bergerak. Jadi dengan alat ini, rantai akan dapat terhindar dari twist. Situasi twist sangat tidak baik karena dapat menghambat sistem penambatan kapal.

Swivel Piece Berbagai Ukuran

Kili-kili ini punya banyak jenis ukuran lho, misalnya 16MM, 19MM, 22MM, 28MM, 30MM, 32MM, 36MM, 40MM dan 42MM. Semua ukuran tersebut memiliki nilai safe working load (SWL) yang berbeda-beda. Jadi sebelum beli swivel piece, harus disesuaikan dengan rantai jangkar dan jangkar yang digunakan. Jangan sampai ukurannya terlalu besar atau terlalu ringan ya. Karena bisa berpotensi putus dan merusak rangkaian rantai jangkar.

Swivel Piece dan Aksesoris Jangkar Lainnya

Keberadaan swivel piece atau kili-kili ini tidak bisa dipisahkan dari aksesoris jangkar lainnya. Misalnya ada rantai jangkar, shackle jangkar, kenter jangkar, alat penarik jangkar atau windlass, dan jangkar itu sendiri. Semua aksesoris ini penting untuk menopang kerja sistem penambatan kapal supaya proses menaikkan dan menurunkan jangkar dapat berjalan dengan mulus.

Dari segi jenis hingga ukuran, semua alat tersebut harus disesuaikan agar cocok satu sama lain. Karena kalau ada satu saja aksesoris jangkar kapal yang terlalu kecil atau terlalu besar maka akan berpotensi mengganggu sistem jangkar dan juga membuat aksesoris jangkar lainnya lebih cepat rusak.

Jangan lupa untuk selalu beli swivel piece dari distributor yang terpercaya ya.

Gimana Cara Pakai Smoke Signal

Smoke signal merupakan salah satu jenis alat keselamatan kapal. Alat ini digolongkan sebagai alat piroteknik sebab alat ini mengandung bahan kimia. Asap yang dihasilkan alat ini merupakan hasil dari reaksi kimia dari bahan-bahan kimia yang tersimpan dalam tabung smoke signal. Oleh karena mengandung bahan kimia, maka kamu perlu tahu cara pakai smoke signal yang benar dan sesuai standar. Yuk simak cara pakai smoke signal berikut ini.

Cara Pakai Smoke Signal

Smoke signal memiliki bentuk berupa tabung kedap air dengan sebuah tutupan rapat yang terbuat dari plastik. Tutupan plastik tersebut digunakan untuk melindungi kabel atau tali pemicu.

Cara pakai smoke signal adalah sebagai berikut. Pertama-tama, buka tutup plastik smoke signal lalu pegang smoke signal dengan salah satu tangan. Posisikan smoke signal dan tubuh kamu berlawanan dengan arah angin. Jadi saat menyala, asap yang keluar tidak akan menerpa wajah sehingga tidak terhirup.

Nyalakan atau picu smoke signal dengan menarik tali pemicu. Jangan langsung dilemparkan ke air ya! Tunggu beberapa saat dan pastikan asap keluar dari tabung smoke signal tersebut. Kalau tidak keluar, berarti alatnya rusak.

Setelah dipastikan asapnya keluar, segera lemparkan smoke signal tersebut ke air. Smoke signal akan terapung sebab tabungnya memang telah didesain untuk dapat mengapung di air.

Fungsi dan Standar

Sama seperti alat piroteknik lainnya, smoke signal berfungsi sebagai isyarat yang dapat ditangkap oleh mata atau kasat mata. Alat safety kapal yang satu ini umumnya ditempatkan di kapal dan di sekoci atau kapal penyelamat seperti life raft atau rescue boat.

Sesuai dengan regulasi SOLAS alias standar internasional keselamatan di laut, sebuah smoke signal wajib memenuhi beberapa syarat yaitu:

  • Tabung berwarna oranye, merah, atau kuning terang.
  • Mampu mengeluarkan asap saat minimal 10 detik secara terus menerus setelah jatuh ke air dan pada kedalaman 100 mm.
  • Mampu terapung dan tidak digenangi air selama alat tersebut menyala.
  • Tidak mengeluarkan api saat dinyalakan.
  • Mengeluarkan asap dengan warna oranye mencolok, minimal selama 3 menit saat terapung di air.

Alat Safety Kapal, Apa Aja Sih?

Setiap moda transportasi baik yang digunakan untuk penumpang maupun untuk mengakut barang diwajibkan untuk memiliki alat safety kapal yang memadai sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan. Standar kemanan dan keselamatan di laut atau regulasi SOLAS (International Convention for the Safety of Life at Sea) mengatur adanya alat safety di setiap kapal. Kita tentunya tidak mau kan naik kapal yang tidak terjamin keselamatan dan keamanannya.

Yuk berkenalalan dengan beberapa alat safety di kapal!

Perlu kita ketahui secara garis besar, peralatan keselamatan diri di kapal terbagi dalam beberapa jenis di antaranya yaitu:

  1. Alat penyelamatan perorangan (personal life saving)
  2. Alat-alat isyarat visual (visual signals)
  3. Rakit penyelamat (survival raft)
  4. Alat safety kapal lainnya (other life saving appliance)

Alat Safety Kapal Perorangan (personal life saving)

Jenis alat safety kapal ini adalah alat safety yang diperuntukan bagi perorangan. Maksudunya dianjurkan untuk dipakai oleh hanya satu orang. Namun demikian dalam keadaan darurat bisa dipakai untuk dua atau tiag orang secara bersamaan seperti ring buoy.

Apa saja alat safety kapal yang termasuk jenis ini?

Berikut beberapa di antaranya:

  • Pelampung penolong (life buoy / ring buoy)
  • Rompi penyelamat (life jacket)
  • Pakaian rendam (Immersion suit)
  • Pelindung panas (thermal protective aids)

Alat Safety Kapal Isyarat Visual (visual signals)

Jenis alat safety di kapal ini adalah alat yang dipakai untuk meminta pertolongan. Dengan menggunakan alat ini, penolong dapat mengetahui posisi pihak yang meminta tolong. Alat jenis ini umumnya digolongkan juga dalam jenis alat piroteknik.

Apa saja alat safety kapal yang termasuk jenis ini?

Berikut beberapa di antaranya:

Alat Safety Kapal Rakit Penyelamat (survival raft)

Jenis alat ini merupakan alat penyelamat berkelompok sebab diperuntukan bagi keselamatan beberapa orang. Jadi, dalam keadaan darurat tidak dibenarkan untuk menggunakan alat ini seorang diri sebab alat ini memiliki kapasitas tampung lebih dari satu orang.

Berikut beberapa di antaranya:

Alat Safety Kapal Lainnya (other life saving appliance)

Contoh alat safety kapal lainnya yaitu EPIRB dan SART yang punya fungsi mengirim sinyal lokasi kecelakaan. Sinyal bukan berupa cahaya atau suara, tapi berupa panggilan radio.

Keberadaan alat safety di kapal sangat penting. Oleh karena itu semua orang yang naik kapal bertanggung jawab terhadap keberadaannya ya!

Bedanya Hand Flare dan Rocket Parachute

Hand flare dan rocket parachute sama-sama merupakan alat keselamatan kapal yang berfungsi sebagai pemberi sinyal atau isyarat minta pertolongan. Keduanya juga digolongkan sebagai alat piroteknik sebab menggunakan bahan kimia untuk menimbulkan reaksi kimia berupa nyala atau cahaya yang sangat terang.

Meskipun demikian kedua alat safety kapal ini memliki perbedaan. Perbedaannya yaitu hand flare banyak digunakan oleh para supporter bola dalam mendukung tim kesayangannya dibandingkan dengan rocket parachute. Hmm tentu bukan itu ya perbedaannya. Hehehe.

Perbedaan yang mencolok antara hand flare dan rocket parachute adalah pada cara penggunaan dan standar pabrikasi kedua alat ini.

Cara Menggunakan Hand Flare

Cara menggunakan hand flare adalah sebagai berikut. Pada saat penyalaan hand flare harus dipegang dengan cara yang benar yaitu:

  • Pegang hand flare dengan salah satu tangan terkuat
  • Nyalakan obor dengan cara membuka tutup tabung
  • Setelah obornya menyala angkat obor ke depan dengan sudut 45 derajat antara tangan dengan kepala
  • Arahkan tubuh searah dengan arah angin agar wajah terlindungi dari api obor yang sedang menyala
  • Gunakan kacamata pelindung jika ada untuk melindungi mata
  • Jangan menatap cahaya obor secara langsung agar mata tidak tidak menjadi silau.

Hand flare yang sesuai standar internasional tentang keselamatan di laut harus memenuhi beberapa syarat yaitu:

  • Durasi minimal hand flare menyala adalah selama 1 menit
  • Kekuatan cahaya yang dihasilkan obor minimal setara dengan 15.000 buah lilin
  • Cahaya yang dihasilkan hand flare harus berwarna merah terang
  • Wajib dilengkapi dengan cara penggunaaan baik tulisan atau gambar ilustrasi yang jelas dan mudah dipahami

Cara Menggunakan Rocket Parachute

Sedangkan, cara penggunaan rocket parachute adalah dengan cara ditembakkan ke atas secara vertikal sehingga dapat mencapai ketinggian minimum 300 meter. Sudut tembak dan arah angin dapat mempengaruhi ketinggian rocket yang ditembakan. Flare yang ditembak tinggi ini bertujuan supaya area jangkauan sinyal lebih luas dibandingkan hand flare.

Beberapa standar pabrikasi rocket parachute yang sesuai dengan standar keselamatan internasional yaitu:

  • Obor dari rocket memiliki kekuatan cahaya minimal setara dengan 30.000 buah lilin
  • Cahaya yang dihasilkan rocket berwana merah terang
  • Parasut tidak rusak selama rocket menyala di udara
  • Wajib ditempatkan dalam tabung yang kedap air
  • Wajib dilengkapi dengan cara penggunaaan baik tulisan atau gambar ilustrasi yang jelas dan mudah dipahami